Minuman Energi: Baik atau Buruk?

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 30 Nov 2020

Bagikan

Kenali Manfaat & Risiko Minuman Energi Bagi Tubuh

Meningkatkan kebutuhan untuk beraktivitas sehari-hari merupakan alasan utama tingginya konsumsi minuman energi pada masa kini. Minuman yang memiliki imej kuat dan maskulin ini banyak dikonsumsi oleh kaum muda dan remaja.

Secara besar besaran, minuman energi menggambarkan penggunaan produknya dapat meningkatkan energi untuk beraktivitas, kemampuan fisik, serta performa berpikir.

Sedikit yang mengetahui bahwa minuman ini tidak baik untuk dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan digunakan sehari-hari. Lantas, bagaimana sesungguhnya kerja minuman energi dalam tubuh?

Minuman Energi Sebagai Dorongan Energi

Minuman ini mengandung kafein tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir, mengingat, tingkat kewaspadaan, dan mood seseorang.

Performa mental seseorang juga dilaporkan mengalami peningkatan ketika mengonsumsi minuman energi, dimulai dari kegiatan pemilihan keputusan, konsentrasi, serta daya ingat.

Berbagai penelitian menunjukan bahwa penggunaan ini dapat meningkatkan performa psikomotor (waktu reaksi, konsentrasi, dan daya ingat), tingkat kesadaran, dan daya tahan fisik.

Minuman energi juga dinyatakan dapat meningkatkan ketahanan aerobik (menjaga 65–75 % denyut jantung maksimal) dan performa aerobik (menjaga kecepatan maksimal) saat bersepeda.

Peningkatan endurance saat berolahraga juga memberikan efek toleransi sehingga perasaan lelah akan terasa.

Baca Juga: Apakah Minuman Olahraga Baik Untuk Diminum?

Efek Samping Minuman Energi yang Perlu Diketahui

Minuman ini juga memberikan dampak pada berbagai sistem organ lain dalam tubuh, salah satunya adalah efek pada sistem kardiovaskular.

Kafein yang terkandung dalam minuman ini bekerja untuk meningkatkan pacu jantung. Pada kadar yang tidak terkontrol, kafein dapat menyebabkan gangguan pada irama pacu jantung yang dapat berujung pada kejadian aritmia.

Maka dari itu, serangan jantung menjadi salah satu risiko yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi minuman ini dalam jumlah yang banyak.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th edition (DSM), penggunaan kafein yang tinggi juga dapat menyebabkan anxietas dan gangguan tidur.

Studi pada kaum remaja berumur 15-16 menyatakan adanya konsumsi kafein berlebih pada gangguan kesehatan mental seperti berlaku kejam.

Halusinasi juga kerap ditemukan pada individu yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein per hari. Hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon kortisol setelah mengonsumsi kafein.

Selain tingginya kadar kafein, minuman energi juga memliki kandungan gula yang tinggi untuk membantu menjalankan aktivitas berat. Sedangkan di sisi lain, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Selain itu, konsumsi gula dari minuman energi yang tinggi dapat menyebabkan ketidakseimbangan mikroba di dalam sistem pencernaan yang dapat menyebabkan gangguan metabolik lainnya.

Segala sesuatu yang berlebih sering kali menghasilkan efek samping yang kurang baik pula, tak terkecuali dalam tingkat konsumsi minuman energi.

Pada saat tertentu, minuman energi tentu dapat membantu menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, perlu diperhatikan banyaknya jumlah dan frekuensi dari konsumsi minuman tersebut.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Berjalan Disebut Sebagai Aktivitas Fisik Terbaik, Mengapa?

 

Referensi:

Aisunni AA. Energy drink consumption: beneficial and adverse health effects. Int J Health Sci (Qassim). 2015 Oct; 9(4):468-74.

Bagikan artikel ini