Kenali Tanda-Tanda Serangan Jantung

19 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Ketahui dan kenali agar penanganan tidak terlambat. Serangan jantung sering disinyalir sebagai penyebab kematian mendadak.

Selama ini, masyarakat selalu percaya bahwa serangan jantung sering terjadi mendadak dan tanpa gejala. Namun, dengan pengetahuan yang cukup, maka Anda dapat mengenali dan bahkan menangani serangan jantung.

Serangan jantung atau infark miokardium terjadi ketika aliran darah yang harusnya memperdarahi jantung tersumbat dan berhenti. Ketika aliran darah yang mengangkut oksigen berhenti mengalir, maka jaringan otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen sehingga otot jantung mulai mati.

Beberapa serangan jantung memang tidak menunjukkan gejala yang pasti, namun sebagian lain dapat menunjukkan beberapa gejala seperti rasa nyeri pada dada terutama pada bagian tengah, rasa nyeri pada tubuh bagian atas (lengan, punggung, leher, rahang, atau perut, berkeringat, pusing, rasa lelah, dan kesulitan bernapas.

Proses yang menyebabkan serangan jantung biasanya membutuhkan waktu yang lama, karena disebabkan oleh adanya sumbatan dalam bentuk plak pada aliran darah jantung. Plak ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu.

Selain itu, Anda dapat memerhatikan faktor risiko atau hal-hal yang dapat memperparah kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung. Beberapa faktor risiko tersebut adalah usia di atas 65 tahun, jenis kelamin laki-laki, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

Ras juga memiliki pengaruh terhadap faktor risiko serangan jantung. Menurut studi, orang-orang keturunan Afrika memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Selain faktor-faktor yang telah disebutkan, terdapat beberapa faktor risiko lain yang merupakan gaya hidup yang dapat diubah.

Beberapa faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah

Faktor-faktor ini juga memengaruhi terbentuknya plak yang disebutkan sebelumnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Bila Anda atau orang terdekat memiliki faktor risiko dan mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya, maka Anda harus segera ke dokter.

Dokter akan melakukan diagnosis lebih lanjut menggunakan elektrokardiogram yang akan mencatat aktivitas jantung Anda. Akan dilakukan uji darah pula untuk melihat adanya penanda kerusakan otot jantung.

Bila masih sadar, segera konsumsi aspirin. Aspirin memiliki fungsi untuk mencegah pembekuan darah sehingga dapat membantu penggumpalan darah di jantung.

Referensi: 

  1. Loscalzo J. Harrison’s cardiovascular medicine. 2nd edition. New York: McGraw Hill 
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Centers for Disease Control and Prevention (CDC) [Internet]; 2013 [cited 2020 May 16]. Available from: http://www.cdc.gov/globalhealth/countries/indonesia/pdf/indonesia.pdf.
  3. Lu L, Liu M, Sun R, Zheng Y, Zhang P. Myocardial infarction: symptoms and treatments. Cell Biochem Biophys. 2015 Jul;72(3):865-7. doi: 10.1007/s12013-015-0553-4.