Mengetahui Penyebab dan Bagaimana ADHD Test Dilakukan

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 14 Jun 2022

Bagikan

Mengetahui Penyebab dan Bagaimana ADHD Test Dilakukan

Mengenal lebih jauh penyebab dan seperti apa ADHD test dilakukan. Attention deficit Hyperactivity Disorder merupakan kepanjangan dari ADHD, yang mana merupakan sebuah gangguan mental. Kondisi ADHD ini bisa diketahui dari munculnya perilaku impulsif dan hiperaktif dari seorang anak. Bukan hanya terjadi pada anak, tetapi ADHD juga dapat terjadi pada orang dewasa. Bahkan, gejala yang muncul karena ADHD ini dapat bertahan sampai penderitanya menginjak usia dewasa. Beberapa upaya yang disebut dapat menangani ADHD ini adalah melalui psikoterapi dan obat-obatan (membantu penderita lebih tenang). 

 

Penyebab dari ADHD

Untuk penyebab dari ADHD itu sendiri belum diketahui dengan pasti sampai sekarang ini. Akan tetapi, ada dugaan bahwa ADHD terjadi karena ketidakseimbangan neurotransmitter atau senyawa kimia di dalam otak. Bukan hanya itu, beberapa faktor dibawah ini juga diduga mengakibatkan terjadinya ADHD:

  • Anak lahir prematur, yang mana kelahiran terjadi sebelum usia 37 minggu. Juga, atau ketika bayi memiliki berat badan lahir yang rendah.

  • Faktor keturunan atau genetik yang dapat diturunkan karena risiko mengalami AdhD akan meningkat. Apabila anggota keluarga mempunyai gangguan mental yang sama atau penyakit mental yang lainnya.

  • Neurotransmitter atau ketidakseimbangan senyawa kimia di otak, sehingga terjadi gangguan kinerja dalam otak yang mengakibatkan ADHD

  • Lingkungan terkait paparan timah yang mana banyak ditemukan dalam cat

  • Cedera atau kerusakan otak yang bisa terjadi selama periode masa kehamilan atau usia dini

  • Ibu merokok dan mengonsumsi minuman mengandung alkohol ketika masa kehamilan, dan menggunakan obat-obatan terlarang

 

Melakukan ADHD Test 

Perlu anda ketahui bahwa tidak ada tes tunggal dalam mendiagnosis ADHD. Maka dari itu, sebagai gantinya dokter akan melakukan beberapa hal seperti berikut ini:

  • Tes psikologi

  • ADHD test dengan wawancara orang tua, saudara, guru, atau orang dewasa lainnya di sekitar penderita

  • Mengawasi anak atau orang dewasa dengan pribadi atau personal

  • ADHD test dengan skala penilaian atau kuesioner yang mana akan mengukur gejala ADHD

Dokter juga akan melihat seberapa besar gejala orang tersebut akan memengaruhi perilaku, suasana hati, kebiasaan gaya hidp, dan produksitivitas sehari-hari. Dalam ADHD test, dokter akan berbicara dengan orang tua mengenai gejala yang mereka lihat terjadi pada anak. Dimana dokter ingin mengetahui pada usia berapa anak menunjukkan perilaku dari gejala ADHD. Besar kemungkinan juga dokter akan meminta laporan dari guru sang anak, misalnya tugas sekolah dan rapor anak. 

Sedangkan, pada orang dewasa dokter akan berbicara dengan anggota keluarga lain atau pasangannya. Hal ini guna mengetahui apakah pasien mempunyai gejala ketika masih kanak-kanak. Dengan mengetahui apakah pasien memiliki perilaku dari gejala ADHD saat masih anak-anak, akan sangat membantu dokter dalam ADHD test dan proses diagnosis. Untuk itu, dokter juga mungkin akan meminta beberapa ADHD test lainnya untuk dilakukan, yakni diantaranya adalah: 

  • MRI atau CT scan guna memeriksa kelainan otak

  • Tes darah guna kadar timbal

  • Tes guna mengukur aktivitas listrik pada otak

  • Penglihatan dan pendengaran

  • Tes darah guna penyakit, misalnya tiroid

 

Baca juga: Mengenal Penyebab & Gejala ADHD Pada Orang Dewasa

 

Subtipe ADHD

 

Gangguan mental ADHD itu sendiri dibagi menjadi 3 subtipe, yakni seperti berikut:

  1. Dominan hiperaktif impulsif

Dimana anak-anak yang mengalami ADHD tipe ini, biasanya mempunyai masalah hiperaktivitas. Dimana hiperaktivitas ini bersamaan dengan perilaku impulsif.

  1. Dominan inatentif

Penderita yang mengalami tipe ADHD ini mempunyai gejala sulit untuk memusatkan atau memberikan perhatian penuh pada suatu hal di satu waktu. Anak-anak yang memiliki kondisi ini tidak dapat memperhatikan dengan baik dan fokus.

  1. Kombinasi dari hiperaktif impulsif dan inatentif

Untuk tipe terakhir ini adalah kombinasi dari kedua tipe sebelumnya atau dari semua gejala ADHD. Anak yang mengalami kombinasi dari hiperaktif impulsid dan inatentis, akan menunjukkan gejala dari tipe sebelumnya. 

Jika anak atau anggota keluarga Anda ada yang menunjukkan gejala ADHD test, maka jangan tunda untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Hal ini agar sang anak dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat. Penanganan ADHD yang tepat dan cepat akan bantu sang anak untuk melakukan aktivitas normal dalam kehidupan sehari-harinya.

Baca juga: Ciri Anak Alami Autisme Spectrum disorder (ASD)

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Referensi

https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/adhd-tests-making-assessment

https://www.webmd.com/a-to-z-guides/child-adhd-assessment/default.htm

Bagikan artikel ini