Yuk, Kenalan dengan Intermittent Fasting!

14 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Apakah istilah intermittent fasting terdengar asing di telinga Anda? Jika tidak, berarti Anda cukup up-to-date dengan tren terkini, lho!

Intermittent fasting merupakan salah satu jenis diet yang naik daun belakangan ini. Orang-orang menggunakan metode diet ini untuk menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan tubuh, dan menyederhanakan pola hidup mereka.

Berbagai studi menyatakan bahwa intermittent fasting memiliki efek luar biasa pada tubuh, seperti penurunan berat badan, berkurangnya risiko terkena diabetes tipe 2 serta obesitas, mencegah dan mengobati efek samping dari penyakit kronik yang diderita, sampai berpotensi untuk mencegah penuaan.

Apa itu intermittent fasting?

Intermittent fasting adalah pola makan yang terdiri atas siklus puasa dan makan. Metode diet ini berfokus terhadap kapan kita makan, bukan terhadap apa yang kita makan. Beberapa metode yang umum dilakukan adalah berpuasa selama 16 jam tiap hari atau berpuasa selama 24 jam dua hari seminggu.

Berpuasa merupakan suatu hal yang lumrah dilakukan oleh manusia sejak beberapa generasi terdahulu. Selain itu, berpuasa juga sering dijalankan pada praktik keagamaan tertentu, seperti Islam, Kristen, Judaisme, dan Buddha.

Bagaimana cara melakukan intermittent fasting?

Beberapa metode yang umum diaplikasikan adalah:

Metode 16/8

Metode ini adalah metode terpopuler yang dikenal juga dengan nama protokol Leangains. Cara ini dimulai dengan tidak sarapan dan membatasi waktu untuk makan sehari dalam rentang 8 jam, seperti jam 1-9 malam. Kemudian, Anda berpuasa selama 16 jam di antaranya.

Makan-Berhenti-Makan (Eat-Stop-Eat)

Cara melakukan metode ini adalah berpuasa selama 24 jam sekali atau dua kali dalam seminggu. Contohnya, Anda tidak makan malam sampai makan malam esok harinya.

Metode 5:2

Anda hanya mengonsumsi 500-600 kalori pada dua hari acak (tidak berurutan) dalam satu minggu. Pada lima hari sisanya, Anda dapat makan dengan normal.

Seluruh metode dapat menurunkan berat badan Anda asalkan Anda tidak makan dengan berlebihan selama Anda sedang tidak berpuasa.

Bagaimana efeknya dalam menurunkan berat badan?

Penurunan berat badan adalah alasan yang paling sering mendasari orang-orang untuk mencoba intermittent fasting. Dengan makan porsi yang lebih sedikit, intermittent fasting dapat mengurangi asupan kalori secara otomatis.

Selain asupan kori yang berkurang, intermittent fasting memfasilitasi penurunan berat badan lewat perubahan level hormon, lho!

Selain menurunkan insulin dan meningkatkan hormon pertumbuhan, metode ini dapat meningkatkan hormon norepinefrin yang dapat membakar lemak.  Perubahan hormon tersebut dapat meningkatkan laju metabolsme tubuh sekitar 3,6–14%.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah keberhasilan penurunan berat badan karena intermittent fasting membuat Anda makan jumlah kalori yang lebih sedikit dibandingkan biasanya.

Jika Anda makan dengan kalap saat Anda tidak berpuasa, berat badan Anda bisa jadi tidak akan berkurang.

Referensi

  1. Johnstone A. Fasting for weight loss: an effective strategy or latest dieting trend? Int J Obes (Lond). 2015;39(5):727-33.
  2. Mansell PI, Fellows IW, Macdonald IA. Enhanced thermogenic response to epinephrine after 48-h starvation in humans. Am J Physiol. 1990;258(1 Pt 2):R87-93.
  3. Zauner C, Schneeweiss B, Kranz A, et al. Resting energy expenditure in short-term starvation is increased as a result of an increase in serum norepinephrine. Am J Clin Nutr. 2000;71(6):1511-5.
  4. Gunnars K. Intermittent Fasting 101 – The Ultimate Beginner’s Guide [Internet]. US: Healthline; 2020 Apr [cited 2020 May]. Available from: healthline.com/nutrition/intermittent-fasting-guide