Bantuan
Free Tele x

Panduan Merawat Gigi Anak Bagi Orang Tua

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 10 Jul 2020

Bagikan

Panduan Cara Merawat Gigi Anak Bagi Orang Tua

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk merawat gigi anak agar tetap sehat. Masalah kesehatan gigi merupakan salah satu persoalan yang banyak dialami oleh anak-anak di seluruh dunia. Karies atau gigi berlubang diketahui sebagai penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh anak.

Permasalahan gigi dapat mempengaruhi kehidupan anak dalam karena menyebabkan rasa sakit terus menerus, pengunyahan makanan yang tidak sempurna, rasa malu, dan distraksi saat anak bermain dan belajar.

Panduan Cara Merawat Gigi Anak

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak untuk memiliki gigi dan mulut yang sehat.

1. Mengunjungi Dokter Gigi Secara Rutin

Kunjungan pertama ke dokter gigi dapat dimulai sejak usia satu tahun. Anak sebaiknya menemui dokter gigi anak saat gigi pertamanya tumbuh, biasanya pada usia enam sampai dua belas bulan.

Selanjutnya, anak disarankan mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk checkup. Kunjungan ke dokter gigi sebaiknya dilakukan dengan segera sebagai tindakan pencegahan karena masalah pada gigi dapat segera muncul, terutama setelah anak mulai mengonsumsi makanan selain ASI.

Kunjungan rutin ke dokter gigi adalah cara terbaik untuk mengetahui masalah pada gigi dan mulut dengan segera dan mencegahnya sebelum bertambah parah.

Baca Juga: Begini Cara Memutihkan Gigi dan Menghilangkan Karang Gigi

2. Menyikat Gigi Dengan Benar

Sikat gigi dilakukan secara teratur sebanyak dua kali sehari, bahkan akan lebih baik lagi jika dilakukan setiap selesai makan. Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anaknya agar dapat menyikat gigi karena sebagian besar anak di bawah enam tahun belum mengetahui cara melakukannya dengan benar. Pengawasan orang tua dilakukan setidaknya sampai anak berusia tujuh atau delapan tahun.

3. Menggunakan Pasta Gigi Mengandung Fluor

Salah satu pencegahan karies adalah dengan penggunaan fluor. Jumlah fluor yang digunakan harus diperhatikan sesuai kebutuhan karena fluor yang terlalu banyak dapat menyebabkan fluorosis (kelainan struktur email gigi).

Satu olesan tipis pasta gigi sudah cukup untuk anak di bawah tiga tahun. Setelah usia tiga tahun, mulai tingkatkan jumlah pasta gigi hingga seukuran kacang.

4. Mengurangi Konsumsi Jus dan Susu di Luar Waktu Makan

Pemberian jus atau susu untuk anak hanya boleh dilakukan pada waktu makan. Jus atau susu, baik dengan pemanis atau tidak, mengandung gula alami yang tidak baik bagi kesehatan gigi.

Sering meminum jus dan susu berarti membuat gigi anak terendam dalam gula dalam waktu yang lama, meningkatkan kerusakan pada gigi. Berikan botol berisi air putih untuk diminum oleh anak apabila haus di luar waktu makan.

Demikian langkah-langkah mudah untuk menjaga gigi anak tetap sehat. Perlu diingat bahwa hal terakhir yang boleh mengenai gigi anak sebelum tidur hanya sikat gigi beserta pasta gigi di atasnya.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido HealthDownload aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Cara Mencegah Karies Gigi Dan Perbedaannya Dengan Gigi Berlubang

 

Referensi:

1. Holt K, Barzel R. Oral health and learning: when children’s oral health suffers, so does their ability to learn (3rd ed). Washington DC: National Maternal and Child Oral Health Resource Center; 2013.

2. American Academy of Pediatrics. Healthy mouth [Internet]. Pennsylvania: Healthy Teeth Healthy Childen; 2012 [cited 2020 May 24].

3. American Academy of Pediatric Dentistry. Ask your dentist about dental care for your baby [Internet]. Chicago: American Academy of Pediatric Dentistry; 2011.

4. Ramos-Gomez F, Ng MW. Into the future: keeping healthy teeth caries free: pediatric CAMBRA protocols. J Calif Dent Assoc [Internet]. 2011 Oct[cited 2020 May 24];39(10):723-33.

Bagikan artikel ini