Bantuan

Tipe-Tipe ADHD pada Anak

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 15 Jun 2022

Bagikan

Tipe-Tipe ADHD pada Anak - Aido Health

Gejala ADHD pada anak perlu segera diketahui oleh orang tua untuk menekan sejumlah dampak yang ditimbulkan. Ini karena anak ADHD memiliki gangguan perkembangan saraf otak sehingga cenderung memiliki sikap yang hiperaktif, memiliki emosional yang tidak teratur, sulit bersosialisasi, tidak dapat fokus, dan melakukan segala aktivitas tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Meskipun ADHD bukan suatu penyakit yang dapat disembuhkan, tetapi sejumlah dampak negatif bisa Anda minimalisir dengan segera mengetahui beberapa gejalanya.

 

Gejala ADHD Pada Anak

Gejala Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak masih bisa dikenali dibandingkan dengan gejala ADHD pada orang dewasa. Berikut beberapa gejala ADHD yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  1. Tidak Dapat Memperhatikan dengan Baik

Tidak dapat memperhatikan dengan baik merupakan salah satu gejala anak ADHD karena adanya distraksi sehingga mudah lupa, tidak mengikuti perintah, menghiraukan orang yang sedang berbicara, tidak dapat menyelesaikan tugas, dan lainnya. Untuk mengatasinya Anda bisa menjauhkan segala sesuatu yang membuat anak kehilangan fokus atau terdritaksi.

  1.  Hiperaktif

Anda bisa membedakan bagaimana anak ADHD dengan anak pada umumnya seperti dari semangat yang terlihat berlebihan, berbicara berlebihan, suka berlarian tanpa melihat situsi, sering mengganggu dan lainnya. Walaupun tidak semua anak aktif dapat dikatakan ADHD, tetapi jika memiliki sejumlah gejala ini bisa diprediksi anak Anda mengalami ADHD.

  1.  Asik dengan Dirinya Sendiri

Gejala ADHD pada anak yang bisa Anda ketahui selanjutnya, yaitu asik dengan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mengenali keinginan dan kebutuhan orang lain. Misalnya ketika disuruh menunggu giliran, anak ADHD tidak akan peduli terhadap orang lain dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Kebiasaan ini perlahan harus Anda ingatkan agar tidak seperti itu.

  1.  Sering Melakukan Kesalahan

Anak ADHD cenderung sering melakukan kesalahan atau mengerjakan segala sesuatu di luar rencana. Kondisi ini kemudian membuat anak lebih ceroboh saat melakukan segala hal, tetapi seringnya melakukan kesalahan bukan karena anak malas atau tidak cerdas, hanya saja memiliki perbedaan perkembangan saraf otak atau ADHD.

  1.  Selalu Gelisah

Sebagian besar anak yang mengalami Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering mengalami rasa gelisah dan tidak bisa duduk diam. Anak ADHD cenderung terlihat berbeda, misalnya ketika duduk kemudian menggeliat, bangun hingga berlari. Kondisi ini akan menyulitkan anak ketika bermain dengan teman sebayanya sehingga sulit memiliki teman.

Baca juga: Bunda Perlu Waspada, Ini Dia Beberapa Faktor Penyebab ADHD pada Anak

 

3 Tipe Anak ADHD

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada umumnya sering dialami oleh anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Berikut 3 tipe anak ADHD yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  1.  Dominan Hiperaktif Impulsif

Anak Attention-Deficit Hyperactivity Disorder  (ADHD) tipe Dominan Hiperaktif Impulsif memiliki masalah hiperaktivitas yang bersamaan dengan perilaku impulsif atau melakukan segala sesuatu tanpa memikirkan akibatnya. ADHD tipe Dominan Hiperaktif Impulsif termasuk gangguan perkembangan saraf otak yang jarang dialami oleh anak Indonesia.

  1.  Dominan Inatentif

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) tipe Dominan Inatentif adalah salah satu gangguan perkembangan saraf otak di mana anak sulit menaruh perhatian penuh pada suatu hal atau sering mengalami ditraksi sehingga tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik, akibatnya tidak memiliki prestasi belajar. Tipe Dominan Inatentif seringkali tidak diketahui sebagai ADHD karena tidak menunjukan gejala hiperaktif.

  1.  Kombinasi Hiperaktif Impulsif dan Inatentif

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) tipe Hiperaktif Impulsif dan Inatentif memiliki kombinasi dari seluruh gejala Hiperaktif Impulsif dan Inatentif seperti lebih aktif, tidak bisa diam, tidak dapat memperhatikan, sering menghirauakan lawan bicara, dan beberapa gejala lainnya. Tipe kombinasi ini lebih jarang terjadi daripada tipe ADHD Hiperaktif Impulsif.

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder  (ADHD) merupakan suatu kondisi di mana perkembangan otak seseorang cenderung berbeda daripada orang pada umumnya. Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit yang dapat disembuhkan melainkan gangguan mental yang dapat Anda minimalisir. ADHD pada anak dapat terjadi karena faktor genetik dan beberapa kebiasaan tidak baik yang terus dibiarkan. Dengan mengetahui gejala ADHD pada anak, Anda bisa meminimalkan sejumlah dampak yang ditimbulkan nantinya.

 

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Baca juga: Amankah Obat ADHD Dikonsumsi Anak-Anak?

Referensi

Mayo Clinic: Adult attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD). 2019 Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adult-adhd/symptoms-causes/syc-20350878 (Accessed 12 Januari 2022).

WebMD: Symptoms of ADHD. 2021. Available at: https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/adhd-symptoms (Accessed 12 Januari 2022).

Bagikan artikel ini