Bantuan

Amankah Obat ADHD Dikonsumsi Anak-Anak?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 13 Jun 2022

Bagikan

Amankah Obat ADHD Dikonsumsi Anak-Anak?

Obat ADHD menjadi salah satu penanganan yang bisa dilakukan untuk penderita ADHD. Namun, apakah obat ini aman dikonsumsi oleh anak-anak? ADHD itu sendiri adalah gangguan mental yang mengakibatkan anak memiliki perilaku hiperaktif dan juga impulsif.

Selain itu, anak yang mengidap ADHD kesulitan untuk memusatkan perhatian sehingga tak jarang akan memengaruhi prestasi sang anak di sekolah.

Sampai saat ini, penyebab utama terjadinya ADHD belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa kondisi yang diduga memengaruhi gangguan mental ini, yakni lingkungan dan genetik. Bukan hanya terjadi pada anak-anak, ADHD juga dapat dialami oleh orang dewasa. 

 

Penyebab Terjadinya Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Meskipun penyebab dari ADHD ini belum diketahui dengan pasti, terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa ADHD bisa terjadi karena kombinasi dari beberapa kondisi dibawah ini:

  • Ibu yang mengalami stres di masa kehamilan

  • Terpapar racun dari lingkungan ketika masih kanak-kanak, yakni seperti terkena paparan timbal dari cat

  • Faktor genetik atau keturunan, yakni mempunyai ayah, ibu, atau juga saudara yang memiliki riwayat ADHD atau kondisi mental lainnya

  • Kerusakan otak dalam periode kandungan

  • Lahir prematur, yakni lahir sebelum kehamilan berusia 37 minggu

  • Adanya kelainan di fungsi atau struktur otak

  • Ibu yang menggunakan NAPZA, merokok, dan mengonsumsi minuman beralkohol ketika masa kehamilan

 

Penanganan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Tentu saja gangguan mental ini dapat ditangani, yakni dengan kombinasi obat ADHD dan terapi khusus. Dimana kedua hal ini disebutkan menjadi langkah terbaik untuk menangani seseorang yang ADHD.

Untuk mengatasi kondisi ini tidak ada jalan pintas, yang mana dibutuhkan sebuah komitmen dan kesiapan terbaik baik dari emosi, waktu, dan juga keuangan.

Walaupun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi ADHD bisa ditangani menggunakan beberapa jenis obat ADHD serta terapi. Guna meredakan gejala yang muncul sehingga penderita ADHD dapat menjalani kegiatan harian dengan normal. 

Baca juga: Serba-Serbi Kesehatan Mental

1. Obat ADHD

Obat yang biasa diberikan untuk penderita ADHD yakni methylphenidate, yang mana obat ini bekerja dengan menyeimbangkan senyawa kimia di otak. Sehingga, akan meredakan gejala dari gangguan mental ADHD ini. Mungkin yang sering kali menjadi pertanyaan adalah apakah obat ADHD tersebut aman dikonsumsi oleh anak? Tenang saja karena methylphenidate aman dikonsumsi oleh anak-anak. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa dokter akan tetap memantau pengobatan guna mewaspadai efek samping yang mungkin muncul. Efek samping yang mungkin muncul adalah seperti gangguan pada jantung. Jika anak mengalami efek samping gangguan pada jantung atau juga memiliki risiko tinggi untuk mengalaminya, maka dokter akan memberikan obat lain, yakni seperti Amitriptyline, Atomexetine, dan obat golongan agonis alfa, yakni misalnya Clonidine. 

2. Psikoterapi

Selain menjalani pengobatan melaui obat ADHD, seseorang yang mengalami ADHD juga dapat memperoleh penanganan dengan psikoterapi. Bukan hanya untuk menangani ADHD, tetapi psikoterapi ini juga dapat menangani gangguan mental yang lainnya, seperti depresi. Beberapa jenis psikoterapi yang dapat menjadi pilihan, yakni seperti berikut:

  • Terapi psikoedukasi

Dalam terapi psikoedukasi ini, penderita ADHD akan diajak untuk berbagi cerita. Misalnya bagaimana kesulitan yang dialami ketika mengatasi gejala dari ADHD ini. Dengan melakukan terapi psikoedukasi ini diharapkan penderita ADHD bisa menemukan cara untuk mengatasi gejala, yang mana paling cocok dan sesuai dengan dirinya. 

  • CBT atau Terapi Kognitif

Cognitive Behavioral Therapy ini akan membantu penderita ADHD dalam mengubah pola pikir dan juga perilaku. Ketika penderita ADHD tersebut menghadapi situasi atau masalah tertentu. 

  • Pelatihan interakti sosial

Jenis terapi satu ini bisa membantu penderita yang mana untuk lebih dapat memahami perilaku sosial agar penderita ADHD dapat mengetahui dan memberikan tanggapan layak dalam kondisi situasi tertentu. 

Jangan pernah anggap remeh ADHD karena jika tidak ditangani dengan tepat akan berisiko mengalami gangguan mental lain. Seperti depresi, ODD atau oppositional defiant disorder, sindrom tourette, gangguan kecemasan, dan juga gangguan bipolar.

Selain itu, pelajaran anak akan terganggu, anak menjadi merasa rendah diri, serta anak yang kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar serta teman sebayanya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menangani ADHD sejak dini.

Jangan sungkan dan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penanganan seperti apa yang cocok dilakukan. 

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

Baca juga: Merasa Alami Mental Breakdown? Pahami Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Referensi

Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) in Children. 

Sharma, A. & Couture, J. (2013). A Review of the Pathophysiology, Etiology, and Treatment of Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Annals of Pharmacotherapy, 48(2), pp. 209–225 

Parekh, R. American Psychiatry Association (2017). What Is ADHD? 

NHS UK (2018). Health A-Z. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). 

Angel, T. Healthline (2017). Everything to Know About ADHD. 

Ougurin, et al. (2010). Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD): Review For Primary Care Clinicians. London J Prim Care (Abingdon), 3(1), pp. 45–51. 

Brennan, D. WebMD (2019). When to Call a Doctor About Child ADHD

Bagikan artikel ini