Pentingnya Kenali Prediabetes

08 Jun 2020 • Diabetes

Tingginya angka diabetes di Indonesia merupakan sebuah alasan penting kenapa kita harus memperhatikan kadar gula darah kita. Apabila gula darah kita sudah lebih dari 140 mg/dl, maka kita sudah tergolong dalam golongan prediabetes.

Prediabetes pertama didefinisikan oleh American Diabetes Association (ADA) pada tahun 1997 sebagai kondisi dimana seseorang memiliki tanda-tanda mengalami diabetes namun dengan kadar gula yang belum melebihi angka 200 mg/dl.

Pasien prediabetes memiliki risiko lebih tinggi 70% untuk terkena diabetes dibandingkan dengan orang normal. Maka dari itu, sangat perlu bagi kita untuk mengetahui tanda-tanda dini dari prediabetes.

Pengidap prediabetes juga memiliki risiko untuk terkena komplikasi dari diabetes karena tingginya gula darah pada orang tersebut.

Berikut beberapa risiko yang dapat dialami oleh penderita prediabetes:

Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Pasien dengan prediabetes memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena PJK daripada orang dengan gula darah normal. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan tingginya kemungkinan untuk mengalami sumbatan pada pembuluh darah pada jantung.

Gagal Jantung

Menurut hasil penelitian di Amerika Serikat, kadar gula darah yang relatif tinggi dapat mengganggu bentuk dari ruang jantung. Apabila tidak segera dideteksi dan diberi penanganan, maka akan menyebabkan terjadinya gagal jantung di kemudian hari.

Gangguan Sistem Saraf

Gangguan sistem saraf ini berkaitan dengan berbagai fungsi saraf otonom, yakni terjadinya gangguan pada sistem saraf yang mengatur kerja dari jantung, pembuluh darah, pencernaan, saluran kemih, mata, pengaturan suhu, dan lainnya.

Kerusakan Retina

Diabetes erat kaitannya dengan kerusakan pembuluh darah pada mata juga, sehingga sering kali ditemukan adanya kelainan pada retina penderita diabetes.

Kita dapat mengurangi kemungkinan untuk terkena diabetes dengan melakukan berbagai kegiatan sehat, yakni dengan memiliki pola hidup yang lebih sehat. Baik mengatur jumlah konsumsi gula dan kolesterol maupun dengan melakukan olahraga seimbang.

Untuk lebih yakin, ada baiknya untuk memeriksaan diri ke dokter. Khususnya untuk penduduk dengan riwayat keluarga dengan diabetes mellitus, gaya hidup sedenter, lansia, obesitas, hipertensi, maupun gangguan kolesterol.

Referensi

  1. Zand A, Ibrahim K, Patham B. Prediabetes: why should we care?. Methodist Debakey Cardiovasc J. 2018 Okt; 14(4):289-97.
  2. Wilson ML. Prediabetes. Nursing Clinics of North America. 2017; 52(4): 665-77.
  3. Edwards CM, Cusi K. Prediabetes. Endocrinology and Metabolism Clinics of North America. 2016; 45(4):751-64.
  4. Freeman R. Diabeteic autonomic neuropathy. Handb Clin Neurol. 2014; 126:63-79.