Latihan Kebugaran Jasmani untuk penderita Diabetes

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 17 Apr 2021

Bagikan

Penderita diabetes mellitus merupakan penyakit menahun. Pengobatan diabetes tidak hanya dengan obat antidiabetes dan insulin melainkan modifikasi gaya hidup. Salah satu modifikasi gaya hidup yang penting dilakukan adalah latihan kebugaran jasmani. 


Definisi kebugaran jasmani dan latihan kebugaran jasmani

Kebugaran jasmani atau physical fitness berbeda dengan kesehatan. Kebugaran jasmani adalah sifat yang berkaitan dengan kesehatan dan kemampuan sehingga dapat dinilai dengan tes yang spesifik. Definisi yang umum adalah kemampuan untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan sadar dan semangat tanpa adanya kelelahan, memiliki energi yang cukup untuk menikmati waktu luang, serta energi untuk menghadapi keadaan darurat. 


Disisi lain kesehatan mempunyai definisi yang lebih luas, kesehatan yang buruk dapat terjadi pada seseorang dengan kebugaran jasmani yang yang baik. Hal ini dikarenakan kesehatan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar kontrol manusia, seperti keturunan atau infeksi akibat bakteri dan virus.


Kebugaran jasmani ditingkatkan dengan melakukan latihan kebugaran jasmani. Latihan kebugaran jasmani bermanfaat dalam mencegah berbagai penyakit, seperti stroke, penyakit jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, dan tingginya kolesterol dalam darah. 


Definisi Diabetes Mellitus 

Diabetes melitus berasal dari kata Yunani, yakni “Diabetes” yang berarti melintas dan “mellitus” yang berarti manis. Di Indonesia, diabetes mellitus dikenal sebagai kencing manis. Namun penyakit diabetes mellitus lebih kompleks dari kencing yang mengandung gula.


Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang kompleks dan melibatkan banyak organ. Diabetes melitus yang berhubungan dengan gaya hidup adalah diabetes mellitus tipe 2 yang sering dijumpai pada populasi berusia tua. 


Elemen Latihan Kebugaran Jasmani

Latihan Kebugaran jasmani memiliki lima elemen, yakni ketahanan jantung dan paru, ketahanan otot, komposisi tubuh, dan fleksibilitas. Seseorang dapat memiliki kelima elemen tersebut dengan level yang berbeda, seperti memiliki ketahanan otot yang baik tetapi tidak memiliki fleksibilitas yang baik. 


Rekomendasi latihan kebugaran jasmani untuk penyandang diabetes


Latihan kebugaran jasmani untuk penyandang diabetes baik tipe I dan tipe II adalah olahraga aerobik berintensitas sedang selama 30-60 menit. Dimulai dari 10 menit peregangan dan pemanasan, 15-20 menit selanjutnya olahraga aerobik. 


Aktivitas olahraga aerobik setidaknya dilakukan 3 - 5 kali dalam seminggu. Idealnya olahraga aerobik dengan intensitas sedang dilakukan 150 menit per minggu sedangkan intensitas berat dilakukan 75 menit per minggu


Latihan aerobik yang dapat dijalani berupa jalan, berenang, bersepeda, berlari, dan lain-lain. Jika penderita diabetes bugar, pasien dapat melakukan intensitas berat namun dengan durasi yang lebih singkat. 


Latihan ketahanan otot untuk penyandang diabetes


Selain aerobik, latihan yang direkomendasikan adalah latihan ketahanan otot setidaknya dilakukan 2 kali per minggu. Latihan ketahanan otot dilakukan pada otot-otot besar, seperti otot inti, otot tangan, dan otot kaki.


Namun, untuk pasien diabetes dengan komplikasi di mata, latihan ketahanan otot tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan perdarahan dalam mata. Oleh karena itu,  sebelum melakukan latihan ketahanan otot, penderita diabetes harus memastikan tidak ada komplikasi mata pada dokter. 


Kontraindikasi latihan kebugaran jasmani

Beberapa kontraindikasi berupa

  1. Komplikasi mata yang melibatkan retina. Latihan ketahanan otot dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah pada bola mata. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada mata

  2. Komplikasi saraf. Latihan olahraga dengan beban meningkatkan beban yang harus ditumpu oleh kaki sehingga meningkatkan risiko terjadinya luka diabetikum.


Tips untuk mengontrol gula darah selama latihan kebugaran jasmani

Dikarenakan kondisi diabetes mellitus dapat berbeda-beda setiap orang, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memulai latihan kebugaran jasmani. Beberapa tips yang perlu diketahui sebelum melakukan latihan kebugaran jasmani agar gula darah dapat terkontrol dengan baik adalah:

  • Catat level gula darah sebelum, selagi, dan setelah latihan

    • Jika sebelum latihan gula darah < 100 mg/dL, sebaiknya makan makanan sebanyak 15-30 gram karbohidrat yang cepat dicerna, seperti jus dan gula pasir. Hal ini dilakukan 15-30 menit sebelum latihan karena olahraga dapat menyebabkan risiko gula darah rendah (hipoglikemia)

    • Jika sebelum latihan gula darah > 250 mg/dL, hindari olahraga intensitas berat

  • Cukup minum sebelum, selagi, dan setelah latihan



Referensi

  • Borhade MB, Singh S. Diabetes Mellitus And Exercise. [Updated 2020 Sep 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. [cited 5 February 2020].

  • Paoli A, Bianco A. What Is Fitness Training? Definitions and Implications: A Systematic Review Article. Iran J Public Health. 2015;44(5):602-614.

  • Sapra A, Bhandari P. Diabetes Mellitus. [Updated 2020 Nov 19]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-.[cited 5 February 2020].

  • Caspersen CJ, Powell KE, Christenson GM. Physical activity, exercise, and physical fitness: definitions and distinctions for health-related research. Public Health Rep. 1985;100(2):126-131.

Bagikan artikel ini