Bantuan

Selalu Berkembang dari Bayi Sampai Dewasa, Apa Sebenarnya Proses Osifikasi?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 15 Feb 2022

Bagikan

osifikasi

Proses osifikasi merupakan proses pembentukan tulang pada manusia. Tulang ialah alat gerak pasif yang tanpanya, maka manusia tidak bisa beraktivitas dan bergerak. Proses osifikasi atau pembentukan tulang pada manusia, dimulai saat manusia itu masih berupa embrio dengan usia sekitar 7 minggu pada rahim ibunya. Tulang adalah jaringan tubuh kaku yang terdiri dari sel-sel, dalam bahan antar sel yang keras. Ada dua komponen utama yang akan membedakan tulang dengan jaringan keras lainnya yakni kolagen dan kalsium. Jaringan keras lainnya adalah seperti enamel, cangkang, dan kitin. 

Pembentukan tulang

Pada proses pembentukan tulang terdapat istilah yang dikenal juga sebagai osteogenesis dan osifikasi. Di akhir minggu kedelapan sesudah pembuahan, maka pola kerangka akan terbentuk pada tulang rawan. Ada 3 jenis sel yang terlibat pada pengembangan yakni osteoblas, osteoklas, dan osteosit. Berikut ini adalah 2 jenis proses osifikasi beserta penjelasannya::

  1. Proses osifikasi intramembran

Jenis osifikasi ini ialah proses pembentukan tulang dari jaringan mesenkim. Osifikasi intramembran dimulai dengan sel mesenkim berkumpul, lalu menjadi sel khusus seperti kapiler, osteoblas, serta sel osteogenik. Pusat pembentukan tulang di sini adalah osteoblas yang mensekresikan serta mengeras membentuk tulang, pada beberapa hari dikarenakan garam mineral yang mengendap diatasnya menjebak osteoblas. Osteoblas yang mengendap di dalamnya akan berubah menjadi osteosit, sedangkan sel osteogenik akan berubah menjadi osteoblas yang baru, pada bagian tepi tulang yang sedang tumbuh. Beberapa tahap yang ada pada jenis osifikasi ini adalah: 

  1. Osetoblas lalu kemudian menghasilkan osteoid atau matriks.

  2. Sel puncak yang mensenkimal lalu terus berdiferensiasi. 

  3. Kemudian osteoblas akan bermigrasi ke membran, lalu menyimpan matriks tulang di sekitar mereka.

  4. Osteoblas (dikelilingi matriks) kemudian berdiferensiasi menjadi osteosit. 

  5. Terakhir, osteosit akan mengeras dalam hitungan hari.

  1. Proses osifikasi endokoral

Sebagian  besar tulang manusia dibentuk dari proses osifikasi endokoral yang menggantikan kerangka tulang rawan menjadi tulang keras, hal ini diketahui dari Embryology. Proses osifikasi endokoral dimulai dengan sel mesenkim yang berdiferensiasi menjadi sel tulang rawan atau kondroblas. Konfroblas inilah yang kemudian membentuk matriks tulang rawan hialin yang memiliki sifat fleksibel, yang kemudian dibungkus kondroblas serta membentuk kondrosit. Pada proses ini, tulang lunak hialin tidak mempunyai pembuluh darah yang memasok nutrisi, serta membuang sisa metabolisme. Difusi dilakukan oleh perikondrium atau membran yang menutupi tulang rawan pada area sekitarnya. Pada proses ini, maka tulang rawan hialin menjadi cetak biru yang akan dibentuk. Berikut tahap-tahap dari osifikasi endokoral: 

  1. Di bulan ke-3 sesudah pembuahan terjadi, maka perikondrium yang mengelilingi tulang rawan hialin akan tersaring dengan pembuluh darah. Kemudian, osteoblas akan berubah menjadi periosteum. 

  2. Osteblas kemudian berkumpul di dinding diafisis, lalu membentuk bone collar. Disaat yang bersamaan, tulang rawan pada tengan diafisis mulai hancur. 

  3. Osteoblas disini akan menembus tulang rawan, yang mana hancur dan menggantinya menjadi tulang spons. Proses inilah yang membentuk pusat osifikasi primer. 

  4. Pembentukan tulang bahu lalu kemudian berlanjut dari pusat ke ujung tulang, lalu setelah itu tulang spons terbentuk di diafisis sehingga osteoklas akan terpecah menjadi tulang baru yang terbentuk guna membuka rongga meduler. 

  5. Kemudian, tulang rawan pada epifisis terus tumbuh sehingga tulang berkembang bertambah panjang. 

Umumnya sesudah kelahiran pusat proses osifikasi sekunder akan terbentuk di epifisis, yang mana mirip dengan diafisis. Namun, tulang spons masih tetap dipertahankan saat pembentukan tulang sekunder selesai sehingga, tulang rawan hialin akan digantikan dengan tulang lainnya, yaitu tulang keras. Dua area yang tidak digantikan adalah tulang rawan hialin sebagai tulang rawan artikular, serta lempeng epifisis atau daerah pertumbuhan.

Fakta lain yang mungkin belum anda ketahui adalah bahwa osifikasi terjadi saat pembuluh kapiler membawa darah, ke sel-sel pembentuk tulang. Ini disebut sebagai asteoblas, yang kemudian mulai memproduksi tulang kompak. Di mana meliputi tulang rawan, lalu akhirnya menggantinya.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca juga: Meniskus Adalah Tulang Rawan Sendi Lutut Kenali Potensi Cederanya

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Ortopedi

Mulai dari IDR 110.000

Pesan Sekarang
Referensi

NCBI

National Cancer Institute SEER Training Modules, anatomy skeletal growth

Britannica, science bone anatomy

Britannica, science bone formation

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Ortopedi

Mulai dari IDR 110.000

Pesan Sekarang