Olahraga yang Tepat Bagi Penderita Asma

20 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Asma merupakan penyakit kronis yang sering dijumpai pada anak-anak dan orang dewasa. Banyak penderita asma melaporkan olahraga sebagai pencetus asma, yang menyebabkan mereka menghindari aktivitas olahraga.

Penelitian yang berkembang menemukan bahwa olahraga rutin sebenarnya dapat membantu meningkatkan beberapa aspek penanganan asma. Lantas, apa sajakah olahraga yang baik bagi penderita asma?

Penderita asma sangat sensitif terhadap suhu rendah dan udara kering. Normalnya udara yang masuk akan dihangatkan dan dilembabkan oleh hidung, tetapi selama aktivitas yang berat, kita cenderung bernafas melalui mulut.

Hal ini memungkinkan udara yang dingin dan kering mengalir ke saluran pernapasan bagian bawah dan paru-paru tanpa melewati hidung sehingga menimbulkan gejala asma. Selain itu, polusi, polen, dan infeksi virus juga dapat menjadi pemicu asma. 

Secara umum, olahraga terbaik untuk asma adalah olahraga yang menggunakan tenaga dalam waktu singkat. Olahraga dengan intensitas rendah juga termasuk olahraga ideal. Olahraga ini tidak terlalu membebani paru-paru sehingga mengurangi gejala asma. 

Berenang

Berenang termasuk salah satu olahraga yang paling direkomendasikan untuk penderita asma. Dibandingkan dengan olahraga lain, berenang dapat mengurangi gejala asma karena:

  • udara yang hangat dan lembab
  • paparan polen sedikit
  • tekanan cairan di dada

Di samping kelebihan ini, kolam renang yang mengandung klorin dapat menyebabkan gejala asma pada beberapa orang. Maka dari itu, perlu diperhatikan bagi penderita asma yang baru pertama kali berenang.

Berjalan

Berjalan adalah aktivitas yang berintensitas rendah. Bentuk latihan ini rileks bagi tubuh, sehingga tidak menyulitkan napas. Supaya lebih nyaman, lakukan aktivitas berjalan di luar saat cuaca hangat. Udara kering dan dingin dapat memicu atau memperburuk gejala asma. Berjalan di treadmill atau trek dalam ruangan juga dapat dilakukan. 

Bersepeda

Jika Anda memiliki asma, cobalah bersepeda dengan kecepatan santai. Bersepeda santai adalah olahraga intensitas rendah yang tidak memerlukan pengerahan tenaga yang konstan.

Lari jarak pendek

Aktivitas berlari yang baik bagi penderita asma adalah lari jarak pendek (sprint). Berlari jarak jauh tidak direkomendasikan bagi penderita asma.

Olahraga dengan pengerahan tenaga singkat

Olahraga berikut ini cocok bagi penderita asma. Kegiatan ini melibatkan istirahat sehingga lebih ringan untuk paru-paru.

  • Baseball
  • Senam
  • Bola voli
  • Golf
  • Sepak bola

Olahraga dapat membuat paru-paru menjadi lebih kuat tanpa memperburuk peradangan. Secara spesifik, olahraga meminimalkan gejala asma karena:

Meningkatkan daya tahan

Seiring waktu, berolahraga dapat membantu saluran pernapasan untuk lebih toleran terhadap olahraga. Hal ini membuat paru-paru lebih mudah melakukan aktivitas yang biasanya mengakibatkan sesak, seperti berjalan menaiki tangga.

Mengurangi peradangan

Meskipun asma menyebabkan peradangan saluran napas, olahraga yang teratur sebenarnya dapat mengurangi peradangan. Olahraga dapat mengurangi protein inflamasi yang meningkatkan kemampuan saluran napas dalam merespons olahraga.

Meningkatkan kapasitas paru-paru

Semakin banyak berolahraga, semakin banyak paru-paru terbiasa mengonsumsi oksigen. Dengan demikian, usaha untuk bernapas menjadi lebih mudah.

Memperkuat otot

Dengan otot yang kuat, fungsi tubuh lebih efisien selama beraktivitas sehari-hari.

Meningkatkan kebugaran jantung

Olahraga dapat meningkatkan kondisi jantung secara keseluruhan, meningkatkan aliran darah, dan pengangkutan oksigen.

Referensi:

  1. Lang JE. The impact of exersice on asthma. Alphen aan den Rijn: Wolters Kluwer; 2019. 118-25. 
  2. Geiger KR, Henschke N. Swimming for children and adolescents with asthma. Br J Sports Med. 2015.
  3. American Academy of Allergy Asthma and Immunology. Asthma and exercise [Internet]. Date unknown [cited 2020 May 16]. Available from: https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/asthma-library/asthma-and-exercise