Mengenal Lebih Dalam Pengaruh Rokok terhadap Stroke

17 Jun 2020 • Stroke

Kita semua tahu bahwa rokok merupakan faktor risiko berbahaya bagi penyakit otak dan pembuluh darah, seperti stroke. Namun, apakah Anda sudah tahu seberapa besar bahaya yang mengintai dan bagaimana merokok menyebabkan stroke? Simak ulasan berikut ini.

Stroke

Stroke merupakan kejadian serebrovaskular (otak dan pembuluh darah) yang terjadi ketika terdapat sumbatan di pembuluh darah otak dikenal dengan stroke iskemik ataupun ketika terdapat pembuluh darah yang ruptur di otak dikenal dengan stroke hemorhagik. Stroke seringkali disebut sebagai ‘serangan jantung’ yang terjadi di otak.

Mekanisme Rokok Menyebabkan Stroke

Rokok mengandung 7.000 zat beracun, seperti karbon monoksida, formaldehid, arsenat, sianida, dan nikotin. Zat-zat ini masuk dari paru-paru Anda ke aliran darah mengubah dan merusak sel-sel di tubuh Anda. Perubahan yang disebabkan oleh zat beracun tersebut meningkatkan risiko terkena stroke.

Merokok juga mempengaruhi level kolesterol Anda. Kolesterol merupakan zat penting dalam tubuh, tetapi dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke apabila berlebihan. Merokok menurunkan HDL (kolesterol baik) dan meningkatkan LDL (kolesterol jahat). Memiliki level HDL yang rendah meningkatkan risiko stroke.

Saat Anda menghirup asap rokok, karbon monoksida dan nikotin masuk ke aliran darah Anda. Karbon monoksida menurunkan jumlah oksigen di darah, sedangkan nikotin menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah Anda.

Hal ini meningkatkan risiko stroke. Selain itu, merokok dapat memicu episode fibrilasi atrium sebuah kondisi jantung yang berisiko menyebabkan stroke.

Zat-zat yang ada di rokok juga meningkatkan risiko penempelan trombosit (thrombosis) yang dapat membentuk sumbatan (thrombus) di pembuluh darah. Sumbatan ini dapat bertambah besar dan menjadi stroke.

Faktor-faktor ini menignkatkan risiko seorang perokok membentuk aterosklerosis kondisi di mana pembuluh arteri menjadi sempit dan mengeras.

Hal ini mengurangi aliran darah dan menyebabkan sumbatan darah lebih mungkin terbentuk. Apabila sumbatan terjadi pada arteri yang mengalir ke otak, stroke iskemik dapat terjadi.

Hubungan Rokok dengan Stroke

Terdapat hubungan sebab akibat yang kuat antara rokok dan stroke. Merokok meningkatkan risiko terkena stroke dua sampai empat kali lipat baik pada pria maupun wanita.

Riset juga menunjukkan semakin banyak jumlah rokok yang telah diisap, semakin tinggi risiko stroke. Selain itu, meskipun sudah memperbaiki faktor risiko lainnya, perokok tetap memiliki risiko terkena stroke dan angka kematian yang lebih tinggi akibat stroke.

Efek Berhenti Merokok

Dari 30 juta penyintas stroke, sekitar 10 juta harus terbaring dengan disabilitas sedang sampai parah. Hal ini membawa dampak ekonomi yang cukup berat ditinjau dari biaya merawat dan kesempatan mencari uang yang hilang.

Oleh karena itu, pencegahan stroke sangat diperlukan. Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok dapat menurunkan risiko terkena stroke secara signifikan.

Bahkan, setelah 4-5 tahun, risiko Anda terkena stroke hampir serupa dengan risiko seseorang yang tidak pernah merokok seumur hidup.

Jadi, tunggu apalagi?

Referensi:

  1. Smoking and the risk of stroke. England: The Stroke Association; 2017 Oct.
  2. Cook K, Bhatti L, Tursan d’Espaignet E. WHO Tobacco Knowledge Summaries: Tobacco and stroke. Geneva: WHO; 2016.