Gaya Hidup Sehat untuk Mengurangi Risiko Stroke

11 Jun 2020 • Stroke

Stroke merupakan suatu kondisi yang disebabkan karena gangguan aliran darah menuju otak. Penyebab stroke bisa bermacam-macam, seperti hipertensi, obesitas, merokok, diabetes, dan lain-lain.

Stroke juga dapat menimbulkan komplikasi di antaranya:

  • Edema otak, yakni pembengkakan otak setelah stroke.
  • Pneumonia, yang dapat menyebabkan masalah pernapasan. Pneumonia dapat disebabkan karena kesusahan menelan sehingga makanan masuk ke dalam saluran pernapasan.
  • Infeksi saluran kemih, yang terjadi akibat pemasangan kateter ke dalam saluran kemih untuk membantu fungsi berkemih pasien stroke.
  • Kejang, yang diakibatkan aktivitas listrik abnormal di otak.
  • Depresi, seringkali ditemui di antara pasien stroke dan semakin parah pada pasien stroke yang memiliki depresi sebelumnya.

Oleh karena itu, gaya hidup yang sehat berperan penting dalam mengurangi risiko stroke. Langkah - langkah yang dapat dilakukan untuk memiliki gaya hidup sehat dan mengurangi risiko stroke yaitu:

  • Hindari merokok. Ingat bahwa perokok pasif juga terpapar oleh zat-zat berbahaya yang terdapat pada asap rokok.
  • Ubah pola makan Anda. Kurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula. 
  • Berolahraga secara teratur.
  • Memeriksakan tekanan darah secara rutin.
  • Mencapai berat badan yang optimal.
  • Hindari stress yang berlebihan.

Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi sebagian besar perokok. Namun, bukan berarti berhenti merokok adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Beberapa langkah berikut dapat Anda coba untuk menghentikan kebiasaan merokok:

  • Pertama dan yang paling utama, Anda harus memutuskan untuk berhenti merokok dan memegang komitmen tersebut.
  • Tanyakan informasi kepada dokter mengenai program atau pengobatan yang dapat membantu Anda berhenti merokok.
  • Lawan keinginan merokok Anda dengan menghindari perokok dan area khusus rokok.
  • Jaga kesibukan Anda dengan aktivitas seperti bekerja di halaman.
  • Ingatkan diri Anda bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, membahayakan orang di sekitar Anda, dan bersifat mematikan.
  • Minta dukungan dari keluarga dan teman-teman Anda.

Bagaimanakah pola makan yang sehat untuk mengurangi risiko stroke?

  • Sadari kondisi khusus yang Anda miliki, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes.
  • Hindari makanan seperti lemak daging, mentega, dan krim yang kaya akan lemak jenuh.
  • Makan makanan secukupnya dan kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula.
  • Hindari olahan makanan yang digoreng, sebaliknya konsumsi makanan yang direbus, dikukus, dipanggang atau dibakar.
  • Kurangi konsumsi alkohol hingga segelas per hari pada wanita dan dua gelas per hari pada pria.
  • Makan buah, sayur, gandum, kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak.
  • Tanyakan kepada dokter, perawat, atau ahli gizi untuk nutrisi yang benar.

Referensi:

  1. Khaku AS, Tadi P. Cerebrovascular disease (Stroke) [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020.
  2. American Heart Association. Complications after stroke [Internet]. Date unknown [cited 2020 Apr 11]. Available from: https://www.stroke.org/en/about-stroke/effects-of-stroke
  3. American Heart Association. Lifestyle changes to prevent stroke [Internet]. Date unknown [cited 2020 Apr 11]. Available from: https://www.stroke.org/-/media/stroke-files/lets-talk-about-lifestyle-changes-to-prevent-stroke-ucm_309712.pdf