Menderita Diabetes? Ikuti pola olahraga CRIPE!

24 Sep 2019 • Diabetes

Ditulis oleh: dr. Yonathan Heru Suhalim

Telah di review oleh: dr. Roy Panusunan Sibarani Sp.PD-KEMD, FES


Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan memerlukan energi. Sebagian besar dari penderita diabetes tipe 2 di seluruh dunia, terhubung dengan kurangnya aktivitas fisik dan juga faktor kelebihan berat badan.

Aktivitas fisik secara langsung berhubungan dengan kecepatan pemulihan gula darah otot. Saat aktivitas fisik, otot menggunakan gula yang disimpannya, sehingga gula yang tersimpan akan berkurang. Untuk mengisi kekurangan tersebut, otot mengambil gula di dalam darah, sehingga gula di dalam darah akan turun, hal tersebut dapat meningkatkan kontrol gula darah dalam tubuh.

Salah satu masalah yang terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 2 adalah insulin yang bekerja kurang optimal (resistensi insulin), sehingga gula tidak dapat masuk ke dalam sel. Maka dari itu aktivitas fisik berupa olahraga perlu dilakukan untuk membantu kontrol gula darah dan juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

Olahraga dapat memberi dampak positif dan negatif tergantung pada ketepatan melakukannya. Rekomendasi atau pola olahraga untuk penderita diabetes melitus dapat ditinjau berdasarkan CRIPE. Tujuan dari metode ini sebenarnya adalah ingin membuat tubuh seperti kehilangan energi yang akan membantu insulin untuk bekerja lebih baik. CRIPE adalah singkatan dari continuous, rhythmic, interval, progressive, endurance. Berikut penjelasan lebih lanjut:

1.     Continuous berarti latihan dilakukan secara berkesinambungan dan dilakukan terus menerus, sebagai contoh, jika latihan berdurasi 30 menit maka selama 30 menit tersebut orang tersebut tidak diperkenankan untuk berhenti misalnya menggunakan treadmill, jalan cepat.

2.     Rhthymic berarti latihan yang dilakukan berirama sehingga otot-otot akan kontraksi dan relaksasi secara teratur, latihan dilakukan dengan tempo yang teratur, benar, dan tidak tergesa-gesa.

3.     Interval berarti latihan dilakukan selang-seling antara gerakan cepat dan lambat. Contohnya adalah jika melakukan latihan jogging maka pada saat melakukan jogging diselingi dengan melakukan sprint lalu kembali jogging.


4.     Progressive berarti latihan dilakukan secara bertahap dimulai dari intentitas rendah sampai dengan yang intensitas tinggi, namun perlu disesuaikan kembali dengan kemampuan masing-masing. Contohnya adalah jika biasanya hanya melakukan berenang selama 30 menit, dapat ditingkatkan bertahap menjadi 40 menit dan kembali lagi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

5.     Endurance berarti latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan jantung dan paru, latihan yang dilakukan melibatkan otot-otot besar sehingga memacu kebugaran jantung dan paru untuk menyediakan oksigen dan energi yang cukup selama latihan.

Untuk menghindari kejenuhan dalam melakukan metode CRIPE ini, penderita diabetes dapat menyelipkan olahraga yang bersifat seperti games. Contoh olahraga yang bersifat games adalah basket, sepak bola, tenis meja. Jadi, dalam 1 minggu dapat dilakukan 3x metode CRIPE dan diselipkan 2 olahraga games.

Terdapat juga beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk individu dengan diabetes tipe 2 sebelum melakukan latihan fisik ini yaitu, harus disesuaikan dengan pengobatan yang sedang dijalani, ada tidaknya komplikasi dari penyakit yang diderita, dan tujuan dari latihan tersebut. Selain itu, pemilihan latihan bagi penderita diabetes harus bersifat aman dan efektif. Frekuensi, intensitas, dan durasi latihan tidak bisa disamakan untuk semua penderita, manfaat terapi yang dihasilkan melalui metode ini juga akan berbeda pada tiap individu. Disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum aktivitas ini mulai dilakukan.





Referensi:

WHO 2018

Barnes DE; Program olahraga diabetes 2011

Anderson JW, Kendall CW; Journal of American college of nutrition 20

Regensteiner; Diabetes and Exercise 2009