Bantuan

Diabetes Bikin Buta, Kok Bisa?

Ditinjau oleh dr. Yonathan Heru Suhalim • 16 Sep 2019

Bagikan

Diabetes Salah Satu Penyebab Mata Buta, Kok Bisa?

Salah satu yang bisa menjadi penyebab mata buta adalah karena adanya komplikasi dari penyakit diabetes. Kebutaan pada diabetes disebabkan oleh gangguan pembuluh darah kecil pada mata dan menyebabkan beragam komplikasi yaitu, retinopati diabetik, glaukoma, katarak serta penyakit mata lainnya. Penyebab kebutaan yang paling sering terjadi pada penderita diabetes adalah retinopati diabetik yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Jumlah penderita komplikasi retinopati diabetik di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, diperkirakan prevalensi retinopati diabetik sebesar 42,6%. Setidaknya akan ditemukan 24.600 orang dengan retinopati diabetik dan sekitar 10% dari jumlah tersebut mengalami kebutaan. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penderita diabetes.

Mengapa Dapat Menyebabkan Kebutaan?

Tingginya kadar gula dalam darah pada penderita diabetes menyebabkan rusaknya pembuluh darah pada retina mata. Dalam fase awal, pembuluh darah kecil pada retina akan melebar. Pada fase ini gangguan penglihatan belum dirasakan oleh penderita.

Seiring dengan proses kerusakannya, pembuluh darah pada retina akan membengkak dan terganggu fungsinya untuk mengangkut darah ke retina. Pada fase ini gangguan penglihatan seperti pandangan kabur mulai dirasakan oleh penderita.

Pembengkakan yang terjadi lama kelamaan akan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah sehingga retina menjadi rusak akibat tidak mendapat asupan darah. Hal ini memaksa retina sebagai pusat syaraf mata untuk membentuk sel-sel baru yang rapuh untuk dapat membentuk jaringan parut atau scar.

Akibat rusaknya retina dan terbentuknya jaringan parut pada retina menyebabkan retina tidak bisa menerima impuls syaraf dan menyebabkan kebutaan permanen.

Penyebab lain kebutaan pada diabetes adalah glaukoma dan katarak. Glaukoma terjadi akibat peningkatan tekanan di bola mata akibat tingginya gula darah pada penderita diabetes, sedangkan yang terjadi pada katarak adalah kekeruhan pada lensa mata.

Baca Juga: Diabetes dan Berbagai Komplikasinya

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Perkembangan penyakit penderita diabetes menjadi retinopati diabetik dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  1. Durasi lamanya diabetes yang diderita
  2. Kadar gula dalam darah
  3. Tekanan darah
  4. Kolestrol

Semakin lama penyakit diabetes diderita maka semakin tinggi risiko terjadinya retinopati diabetik. Kadar gula darah, tekanan darah dan kolestrol yang terkontrol dapat mengurangi risiko retinopati diabetik ini terjadi.

American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan pemeriksaan mata dilakukan agar gangguan mata akibat diabetes dapat dideteksi sejak dini. Pada penderita diabetes tipe 2 disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan mata lengkap setelah terdiagnosa menderita diabetes, sedangkan pada penderita diabetes tipe 1 disarankan untuk memeriksa mata 5 tahun setelah menderita diabetes. Bila tidak ditemukan tanda-tanda retinopati maka pemeriksaan ulang dapat dilakukan secara rutin setiap 1-2 tahun.

Retinopati diabetik sering kali terlewatkan dan baru disadari saat gejala sudah muncul dan sulit diobati sehingga pencegahan merupakan hal yang sangat penting. Hal yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksakan mata ke optik terdekat. Bila muncul gangguan penglihatan dan terus bertambahnya berat badan pada penderita diabetes, maka perlu dilakukan pemeriksaan mata secara lengkap oleh dokter mata untuk mendeteksi gangguan awal yang ada.

Teman Sehat, mari cegah kebutaan akibat diabetes!

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido HealthDownload aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Menjalani Hidup Sehat Bagi Penderita Diabetes

 

Referensi:

Kartasasmita, A.S., Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, 2018.

Solomon, S., Chew, E., dkk, Diabetes Care, 2017.

American Diabetes Association, 2019

Bagikan artikel ini