Waspada Jika Suhu Tubuhmu Tidak Normal!

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 Apr 2021

Bagikan

Setiap manusia dapat hidup dengan kondisi sistem di dalam tubuh yang seimbang, atau

disebut dengan istilah homeostasis. Kondisi tubuh yang tidak seimbang dapat menimbulkan

berbagai macam masalah di dalam tubuh. Salah satu hal yang penting untuk tetap berada dalam

kondisi seimbang adalah suhu tubuh. Dalam kondisi normal, suhu tubuh manusia berkisar 37 o C

dengan variasi suhu setiap orang dapat berbeda sekitar 0,5 o C.

Suhu tubuh dapat berubah dalam kondisi-kondisi tertentu, misalnya keberadaan suatu

penyakit atau perbedaan waktu. Misalnya, titik nadir suhu tubuh umumnya terjadi pukul 4 pagi,

sedangkan puncak suhu tubuh sekitar pukul 6 sore. Perubahan suhu tubuh yang tidak normal

menandai bahwa tubuhmu memerlukan perhatian lebih untuk dapat kembali sehat.

Kapan suhu tubuh dalam kondisi tidak normal?

Kamu tentu tidak asing dengan gejala penyakit berupa demam. Demam merupakan respon

tubuh yang terjadi secara cepat terhadap rangsangan peradangan, baik yang sifatnya menular

maupun tidak menular. Meskipun demam merupakan gejala umum dan menonjol pada saat tubuh

terkena infeksi, kamu tetap perlu waspada.


Demam dapat menjadi berbahaya karena respon gejala ini dapat meningkatkan laju

metabolisme tubuh, frekuensi bernapas per menitnya, serta konsumsi oksigen oleh tubuh. Hal ini

dapat berdampak buruk kepada sistem saraf. Di sisi lain, efek baik dari demam adalah menurunkan

pertumbuhan bakteri dengan mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh untuk meningkatkan

kelangsungan hidup.

Selain demam, suhu tubuh yang tidak normal juga terjadi pada kondisi hipotermia.

Hipotermia atau suhu tubuh lebih rendah dibandingkan suhu tubuh normal umumnya disebabkan

berbagai macam faktor, di antaranya adalah infeksi berat, paparan suhu dingin, gangguan hormon

dan kelenjar, serta akibat overdosis obat. Pada kondisi hipotermia, suhu tubuh menjadi turun hingga

dibawah 35 o C.

Hipotermia dapat menimbulkan berbagai macam gejala, seperti:

a. Merasa lapar

b. Mual

c. Kelelahan

d. Menggigil

e. Kulit menjadi pucat

f. Peningkatan denyut jantung

Dalam kondisi sedang hingga berat, hipotermia dapat menimbulkan penurunan kesadaran dan

penurunan tekanan darah. Hal ini juga menimbulkan bahaya yang cukup fatal bagi jantung dan

pernapasan.

Apa yang harus dilakukan jika suhu tubuh tidak normal?

Terdapat metode pengobatan yang berbeda pada kondisi suhu tubuh tidak normal. Apabila

suhu tubuh tinggi, pengobatan yang tepat adalah dengan memberikan kompres air hangat dan

membentuk suasana yang nyaman dan hangat bagi penderita demam. Dokter mungkin akan

memberikanmu obat penurun panas. Lakukan pengecekan suhu tubuh secara berkala untuk

mewaspadai terjadinya kejang, kerusakan otak, hingga kematian. Hal ini dapat terjadi apabila suhu

tubuh mencapai 40 o C atau lebih.

Kamu tidak perlu khawatir berlebihan ketika mengalami demam, sebab kondisi ini umumnya

dapat sembuh dengan sendirinya, selama penyebabnya diketahui dan dilakukan pemberian cairan

pengganti. Mesikpun begitu, tetap waspadai jika suhu tubuh meningkat terlalu tinggi disertai

kemunculan gejala lain, seperti gangguan kesadaran dan kejang.

Untuk kondisi hipotermia, yang pertama harus diperhatikan adalah jalur pernapasan,

frekuensi bernapas, serta tanda-tanda vital penderita. Setelah menangani kelainan pada tanda-tanda

vital, lepaskan pakaian penderita apabila basah lalu berikan selimut hangat. Jika memungkinkan,

lakukan penilaian kadar elektrolit tubuh setiap 4 jam untuk penanganan hipotermia berat.

Pemantauan secara berkala juga penting untuk menilai derajat hipotermia penderita.

Perawatan ekstra akan dilakukan apabila penderita menunjukkan tanda-tanda penurunan

kesadaran. Memberikan kehangatan pada penderita perlu dilakukan secara aktif maupun pasif.

Pemberian air panas atau suasana lingkungan yang panas akan membantu menghantarkan udara

agar suhu tubuh kembali normal.

Cukup sekian informasi dari tim Aido, semoga bermanfaat. Simak juga artikel kesehatan lainnya hanya di Aido.


Referensi


1. Duong H, Patel G. Hypothermia. [Updated 2020 Nov 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure

Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545239/

2. https://jtd.amegroups.com/article/view/6205/html

3. https://medlineplus.gov/ency/article/001982.htm#:~:text=The%20average%20normal%20b

ody%20temperature,by%20an%20infection%20or%20illness.

4. https://home.liebertpub.com/publications/therapeutic-hypothermia-and-temperature-

management/380/overview

5. El-Radhi AS. Fever management: Evidence vs current practice. World J Clin Pediatr.

2012;1(4):29-33.

6. https://jintensivecare.biomedcentral.com/articles/10.1186/2052-0492-2-14

Bagikan artikel ini