Pengobatan Serangan Jantung

22 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Serangan jantung terjadi ketika penyumbatan arteri koroner (pembuluh darah yang menyediakan darah ke otot jantung) mengurangi atau menghentikan aliran darah ke jantung sehingga otot jantung mengalami kekurangan oksigen.

Penyumbatan arteri koroner dapat terjadi secara total ataupun sebagian:

  • Penyumbatan total arteri koroner disebut sebagai serangan jantung "STEMI" atau infark miokard ST-elevasi.
  • Penyumbatan parsial arteri koroner adalah serangan jantung "NSTEMI" atau infark miokard non-ST-elevasi

Pengobatan serangan jantung biasanya berupa prosedur pengembalian aliran darah ke bagian otot jantung yang rusak selama serangan jantung, seperti obat trombolitik, balloon angioplasty (PCI), pembedahan atau kombinasi pengobatan.

Diagnostik angiogram digunakan untuk memeriksa aliran darah ke jantung dan menilai fungsi pompa jantung. Hasil pemeriksaan diagnostik akan diarahkan ke salah satu dari tiga penanganan: terapi medis saja, PCI atau bedah bypass arteri koroner (CABG).

Obat-obatan yang diberikan untuk mengobati serangan jantung misalnya:

Aspirin

Aspirin harus diberikan segera untuk mengurangi pembekuan darah sehingga membantu menjaga aliran darah melalui arteri yang menyempit.

Trombolitik

Obat trombolitik membantu melarutkan bekuan darah yang menghalangi aliran darah ke jantung. Semakin cepat pemberian obat trombolitik setelah serangan jantung, semakin besar peluang untuk bertahan hidup dan meminimalisasi kerusakan jantung.

Agen antiplatelet

Obat ini bekerja dengan menghambat pembekuan darah agar gumpalan baru tidak terjadi dan gumpalan yang ada tidak bertambah besar.

Obat pengencer darah lainnya.

Obat pengencer darah lain seperti heparin, yang membuat darah menjadi kurang "lengket" dan tidak membentuk gumpalan. Heparin diberikan secara intravena atau melalui suntikan di bawah kulit.

Penghilang rasa sakit, seperti morfin.

Nitrogliserin

Obat ini digunakan untuk mengobati nyeri dada (angina). Nitrogliserin bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke jantung dengan melebarkan pembuluh darah.

Penghambat beta (beta blocker)

Obat-obatan ini membantu mengurangi kerja otot jantung, memperlambat detak jantung, dan menurunkan tekanan darah. Beta blocker dapat membatasi jumlah kerusakan otot jantung dan mencegah serangan jantung kedepannya. 

Penghambat ACE (ACE inhibitor)

Obat ini menurunkan tekanan darah dan mengurangi tekanan pada jantung.

Statin

Obat-obatan ini membantu mengendalikan kolesterol dalam darah.

Selain obat-obatan, prosedur operasi mungkin diperlukan untuk menangani serangan jantung:

Angioplasti koroner dan pemasangan stent (ring). Prosedur ini juga dikenal sebagai intervensi koroner perkutan (PCI). Pada prosedur PCI, tabung tipis panjang (kateter) akan dimasukkan melewati pembuluh darah di pangkal paha atau pergelangan tangan ke pembuluh darah yang tersumbat di jantung.

Prosedur yang digunakan untuk menemukan penyumbatan ini sering dilakukan segera setelah kateterisasi jantung. Kateter ini memiliki balon khusus yang akan dipompa untuk membuka arteri koroner yang tersumbat.

Stent (ring) logam kemudian dimasukkan ke dalam pembuluh darah agar tetap terbuka dan mengembalikan aliran darah ke jantung.

Bedah bypass arteri koroner (CABG). Dalam beberapa kondisi darurat, akan dilakukan operasi bypass pada saat serangan jantung.

Operasi bypass adalah penjahitan vena atau arteri yang tersumbat atau menyempit supaya aliran darah ke jantung tidak melewati bagian tersebut. Setelah aliran darah ke jantung kembali normal, pasien akan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

Referensi:

  1. Mayoclinic. Heart attack: diagnosis & treatment [Internet]. 2018 May 30 [cited 2020 May 23]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/diagnosis-treatment/drc-20373112
  2. American Heart Association. Treatmenf of heart attack [Internet]. 2017 Mar 31 [cited 2020 May 23]. Available from: https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/treatment-of-a-heart-attack