Aktivitas Fisik dan Jantung: Dimana Benang Merahnya?

12 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan beban kesehatan dan finansial tertinggi di seluruh dunia, begitu pula dengan tingkat kematian yang disebabkannya. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa aktivitas fisik yang cukup berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

Aktivitas fisik dengan jumlah dan intensitas yang cukup digadangkan sebagai salah satu metode yang paling ampuh untuk mencegah terjadinya penyakit jantung. 

Gaya hidup sedenter telah ditemukan sebagai salah satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kematian karena gangguan kesehatan jantung.

Aktivitas sedenter didefinisikan sebagai semua aktivitas yang membutuhkan energi maksimal 1,5 METs pada posisi duduk, bersandar, ataupun berbaring.

METs merupakan singkatan dari metabolic equivalent of task, dimana istilah METs digunakan sebagai satuan yang mengukur perbandingan jumlah energi yang diperlukan terhadap massa tubuhnya pada saat melakukan suatu aktivitas fisik.

Semakin tinggi nilai METs suatu aktivitas, maka artinya kebutuhan energi yang digunakan juga akan semakin besar. Kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik berat, seperti berbagai jenis olahraga, berenang, bersepeda, dan bermain lompat tali merupakan contoh aktivitas fisik dengan nilai METs diatas 6.

Aktivitas rumah tangga seperti menyapu dan mengepel bernilai hampir 3 METs. Contoh aktivitas sedenter dengan nilai METs maksimal 1,5 meliputi menonton TV, menulis, menggunakan komputer sambil duduk, dan berjalan lambat.

Aktivitas fisik reguler dapat meningkatkan luaran energi, sehinga menyebabkan adanya penurunan berat badan karena berkurangnya jumlah jaringan lemak di dalam tubuh. Penurunan jumlah jaringan lemak ini dapat disertai dengan peningkatan massa otot dan kepadatan tulang.

Ditemukan bahwa jumlah jaringan lemak yang ada di dalam tubuh terkait dengan risiko seseorang menderita penyakit jantung. Oleh karena itu, aktivitas fisik merupakan salah satu komponen penting untuk membantu mencegah penyakit jantung.

Aktivitas fisik sebaiknya dikombinasikan dengan perubahan pola makan untuk mendapatkan penurunan berat badan yang lebih optimal.

WHO (World Health Organization) merekomendasikan semua orang dewasa berusia 18-64 tahun untuk berolahraga selama setidaknya 150 menit dengan aktivitas fisik intensitas sedang atau setidaknya 75 menit aktivitas fisik intensitas berat.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2018, aktivitas fisik intensitas sedang adalah aktivitas fisik dengan nilai METs 4,9 - 6,7. Nilai METs yang direkomendasikan ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan pedoman yang dirilis pada 2007, yang mendefinisikan aktivitas fisik sedang sebagai aktivitas fisik dengan METs 3,0 – 5,9.

Beberapa contoh aktivitas fisik intensitas sedang sesuai dengan temuan pada penelitian tersebut meliputi berjalan cepat, menaiki anak tangga setinggi 20 cm sebanyak setidaknya 15 kali, tenis dengan formasi pemain ganda, menari aerobik,dan bersepeda dengan kecepatan 16-20 km/jam.

Pada akhirnya, penyakit jantung dapat dikurangi risikonya dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan aktif. Ubah pola hidupmu mulai detik ini, dan segera lakukan aktivitas fisik!

REFERENSI

  1. Channon KM. Exercise and cardiovascular health: new routes to reap more rewards. Cardiovasc Res. 2020 Apr 1;116(5):e56–8. 
  2. Araújo CGS de, Mesquita CT, Araújo CGS de, Mesquita CT. Physical Activity, Exercise and Sport: A Five-Star Path for a Better Cardiovascular Health. Int J Cardiovasc Sci. 2019 Aug;32(4):313–6. 
  3. Mendes M de A, da Silva I, Ramires V, Reichert F, Martins R, Ferreira R, et al. Metabolic equivalent of task (METs) thresholds as an indicator of physical activity intensity. Zagatto AM, editor. PLOS ONE. 2018 Jul 19;13(7):e0200701. 
  4. Lavie CJ, Ozemek C, Carbone S, Katzmarzyk PT, Blair SN. Sedentary Behavior, Exercise, and Cardiovascular Health. Circ Res. 2019 Mar;124(5):799–815.