Bantuan
Free Tele x

Ini Penjelasan Medis Mengapa Ketindihan Bisa Terjadi

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 10 Jan 2022

Bagikan

Ini Penjelasan Medis Mengapa Ketindihan Bisa Terjadi

Banyak yang menganggap bahwa ketindihan merupakan suatu gangguan gaib yang terjadi pada saat tidur. Hal ini didukung banyak opini yang menyebutkan bahwa orang-orang yang mengalami ketindihan akan  sulit bergerak, kaku, dan melihat berbagai bentuk makhluk halus. Namun, bagaimanakah penjelasan secara medis mengenai ketindihan ini? 

Ketindihan dalam Medis

Ketindihan yang banyak dikenal oleh masyarakat luas sebenarnya adalah sleep paralysis. Sleep paralysis itu sendiri merupakan salah satu dari parasomnia atau sekumpulan gangguan tidur yang menyebabkan munculnya pengalaman yang tidak diinginkan. Kondisi ini bisa terjadi kapan pun, baik Anda baru saja tidur, sudah terlelap ataupun saat terbangun. 

Pada dasarnya, kejadian ini merupakan kondisi di mana mekanisme otak dan tubuh saling tumpang tindih sehingga tidak berjalan dengan selaras. Kondisi ini menyebabkan Anda akan tersentak bangun ditengah fase tidur. Akibat tersentak bangun ini, maka otak belum siap mengirimkan sinyal untuk bangun. 

Hal tersebut menyebabkan tubuh masih dalam  setengah sadar dan setengah tidur. Akibat kondisi setengah sadar ini, maka tubuh menjadi kaku, tidak bisa berbicara dan pikiran masin mengawang. Kondisi inilah yang disebut dengan ketindihan atau sleep paralysis. 

Lalu mengenai sosok halus yang sering kali terlihat  saat mengalami ketindihan merupakan halusinasi. Hal ini terjadi karena terlalu banyak mitos mengenai ketindihan yang disangkut pautkan dengan hal mistis.

Pada dasarnya, ketindihan ini bukanlah hal yang berbahaya dan normal terjadi. Akan tetapi, apabila ketindihan ini terjadi berulang kali dan sering, mungkin saja Anda mengalami masalah tidur lainnya. Jika demikian, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.  

Faktor Pemicu Ketindihan

Ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya ketindihan. Beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut.

  • Posisi tidur yang salah

Posisi tidur ternyata dapat menjadi pemicu ketindihan terjadi. Pada umumnya, orang yang mengalami ketindihan menyebutkan mengalami ketindihan saat dalam posisi telentang atau berbaring. Sedangkan untuk posisi tidur miring, jarang mengalami ketindihan.

Baca Juga: Sulit Tidur? Lakukan Cara Tidur Cepat Berikut Ini

  • Gangguan mental

Tidak ada bukti pasti bahwa gangguan mental menyebabkan ketindihan. Akan tetapi, orang dengan kecemasan dan depresi banyak dilaporkan mengalami kondisi ini. Terlebih lagi orang yang mengalami depresi cenderung mengonsumsi minuman beralkohol yang memicu ketindihan. 

Baca Juga: Merasa Alami Mental Breakdown? Pahami Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

  • Narkolepsi

Narkolepsi merupakan suatu gangguan tidur kronis yang membuat penderitanya merasa kantuk di siang hari. Orang dengan gangguan tidur ini sering berhalusinasi. Tidak hanya itu, penderita narkolepsi juga mengalami kesulitan bergerak dan berbicara seperti ketindihan. 

Cara Mengatasi Ketindihan

Mengalami kondisi ini merupakan sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, jika Anda tidak ingin mengalami hal tersebut sebaiknya ikuti terus penjelasan mengenai cara mengatasi ketindihan di bawah ini. 

  1. Beristirahat yang cukup

Salah satu penyebab terjadinya ketindihan yaitu karena waktu tidur yang kurang. Waktu tidur yang diperlukan oleh orang dewasa agar tetap prima yaitu 7-8 jam per harinya. Jadi, jika waktu tidur Anda kurang dari itu maka segeralah perbaiki dan cukupi waktu istirahat tersebut. Jika Anda mengalami kesulitan tidur, sebaiknya hindari mengonsumsi kafein beberapa  jam sebelum tidur dan ciptakan kamar yang nyaman. 

  1. Tidur tepat waktu

Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi ketindihan. Ketika Anda terbiasa bangun dan tidur pada jam  yang sama, akan mendukung jam biologis tubuh dan fungsi tubuh secara keseluruhan Oleh karena itu, tidur dan bangunlah di waktu yang sama setiap harinya, meskipun hari libur sekalipun. 

  1. Perawatan dokter

Pada beberapa kasus, orang yang sering mengalami ketindihan memerlukan perawatan lainnya seperti mengonsumsi obat-obatan. Dengan obat-obatan ini akan membantu seseorang dapat mendapatkan kualitas tidur yang baik. Selain itu, dokter juga akan  merekomendasikan untuk melakukan terapi yang bertujuan mengurangi stres dan meringankan gejala. 

Demikianlah penjelasan mengenai tindihan yang sering dikaitkan dengan mistis dalam dunia medis.  Ternyata, ketindihan tidak ada sangkut pautnya dengan hal-hal mistis dan menyeramkan. Jadi, jika Anda mengalami kondisi ini namun sering dan berulang, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Referensi
  1. Sleep Foundation. 2020. What You Should Know About Sleep Paralysis. https://www.sleepfoundation.org/parasomnias/sleep-paralysis
  2. Roybal, Beth. 2020. Sleep Paralysis. https://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-paralysis#
Bagikan artikel ini