Bantuan

Ibu Wajib Tahu, Manfaat dan Bahaya Tahu Bagi Bayi

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 21 Jun 2022

Bagikan

Ibu Wajib Tahu, Manfaat dan Bahaya Tahu Bagi Bayi

Menjadi salah satu sumber makanan pokok, apa saja manfaat dan bahaya tahu bagi bayi? Tahu adalah salah satu sumber makanan yang dapat Anda masukkan ke dalam MPASI atau menu pendamping ASI untuk buah hati. Tahu menjadi makanan yang sangat mudah ditemukan di Indonesia, yang mana harganya pun cukup terjangkau. Meski harganya cukup murah, namun tahu memiliki kandungan protein yang tingi dan baik untuk tubuh. 

 

Manfaat dan Bahaya Tahu Bagi Bayi

Tahu memiliki bahan dasar kacang kedelai, sehingga ada kemungkinan bayi akan mengalami alergi jika mengonsumsinya. Diketahui bahwa kacang kedelai dapat menjadi pemicu alergi yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Bayi dan anak yang memiliki alergi kacang kedelai, umumnya masih dapat mengonsumsi minyak kedelai sebab memiliki kandungan protein yang sedikit. Mengetahui manfaat dan bahaya tahu bagi bayi tentu menjadi penting bagi ibu. Di bawah ini adalah beberapa manfaat tahu untuk bayi.

Baca juga: Apakah Alergi Makanan Dapat Dicegah Sejak Dini?

 

  1. Pertumbuhan bayi

Protein menjadi salah satu nutrisi penting untuk pertumbuhan bayi, yang mana berperan dalam regenerasi sel baru dan juga pertumbuhan bayi. Tahu termasuk ke dalam makanan tinggi protein nabati, yang mana sekitar 100 gram tahu memiliki kandungan 10.9 gram protein. Tahu sangat mudah untuk Anda peroleh, bahkan tahu bisa Anda temukan dengan mudah di pasar tradisional dekat rumah. Mungkin tidak jarang, tukang tahu atau tukang sayur membawanya. Tahu memiliki tekstur yang lembut, sehingga akan sangat mudah untuk dijadikan menu makanan pendamping ASI. 

 

  1. Cegah sembelit

Diketahui bahwa dari 100 gram tahu terdapat kandungan 0.1 gram serat, yang mana sangat penting guna mencegah gangguan pencernaan bayi misalnya sembelit. Untuk bayi yang berusia 7 sampai dengan 11 bulan, maka kebutuhan seratnya adalah 10 gram per hari. Akan tetapi, perlu Anda perhatikan bahwa angka tersebut tidak mutlak, yang mana akan dipengaruhi dengan aktivitas fisik serta kebiasaan buang air besar sang bayi. Jika pemberian makanan berserat pada bayi tidak bersamaan dengan konsumsi air putih, maka bayi dapat mengalami sulit buang air besar. Oleh karena itu, guna mencegah sembelit, maka Anda harus memberi air putih yang cukup. 

Menjadikan tahu sebagai makanan pendamping ASI tidak bisa sembarangan, banyak yang perlu diperhatikan seperti manfaat dan bahaya tahu bagi bayi. Tahu merupakan hasil dari fermentasi kedelai yang mana kaya akan protein, kalsium, zat besi, karbohidrat, dan kalium. Walau tahu memiliki kandungan bermanfaat dan bernutrisi, namun memberikan tahu untuk bayi sebenarnya masih menjadi sebuah perdebatan. Dimana menimbulkan pro dan kontra, adakah manfaat dan bahaya tahu bagi bayi itu sendiri. 

Tahu memiliki kandungan utama kacang-kacangan, sehingga dianggap mempunyai potensi berbahaya untuk bayi. Terutama jika bayi memiliki alergi terhadap jenis kacang-kacangan. Bukan hanya itu, protein dalam tahu juga akan sangat sulit dicerna oleh pencernaan buah hati. Maka dari itu, walau bayi pada umumnya sudah dianjurkan mengonsumsi makanan selain ASI, sesudah berusia enam bulan. Akan tetapi, beberapa dokter juga menyarankan untuk tahu diberikan ketika bayi telah berusia lebih dari delapan bulan. Agar tahu tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi bayi, maka perhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Potong tahu menjadi kubus atau potongan kecil sebagai camilan untuk bayi

  • Campur tahu ke dalam makanan pendamping ASI

  • Masukkan tahu ke dalam kaldu atau sup makanan bayi

  • Campur tahu dengan sayuran bernutrisi lainnya

  • Tambahkan tahu ke dalam yoghurt atau smoothies untuk bayi

  • Tahu sebagai burger dengan mencampur tahu yang sudah dipotong, bawang merah cincang atau bubur sayur bayi, bumbu sesuai selera, serta remahan roti atau sereal bayi

Anda bisa menemukan tahu dengan mudah di toko kelontong, toko gourmet, supermarket, atau tukang sayur yang lewat depan rumah. Masak tahu bisa segera Anda lakukan, dengan menyesuaikannya dengan porsi makan sang bayi. Masukkan tahu ke dalam wadah berisi air dan masukkan ke dalam lemari pendingin. Jika Anda dapat menyimpan tahu dengan baik, maka tahu dapat bertahan maksimal satu minggu lamanya. Dengan catatan, Anda mengganti air dalam wadah setiap hari.

Memiliki pertanyaan? Anda bisa berkonsultasi lewat video call langsung dengan dokter terkait di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Playstore.

 

Baca juga: Rekomendasi Menu MPASI 6 Bulan untuk Bayi Anda

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Anak

Mulai dari IDR 235.000

Pesan Sekarang
Referensi

https://www.eatright.org/food/nutrition/eating-as-a-family/dos-and-donts-for-babys-first-foods

https://www.whattoexpect.com/first-year/baby-feeding/when-can-babies-have-tofu

https://panganku.org/id-ID/view

https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Common-Food-Allergies.aspx

https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Food-Allergies-in-Children.aspx

https://dx.doi.org/10.1186%2Fs13223-018-0286-1

Bagikan artikel ini    

Ingin penjelasan lebih detail oleh dokter? Pesan konsultasi sekarang!

Doctor

Spesialis Anak

Mulai dari IDR 235.000

Pesan Sekarang