Bantuan
Free Tele x

Efek dari Stress Pada Tubuh Kita

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 23 Sep 2020

Bagikan

Dampak Buruk Stress Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Stress merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Betapa tidak, sebagai manusia yang hidup di zaman modern, segala hal dapat menyebabkan tekanan psikologis.

Misalnya, berkendara saat macet, terlambat hadir di suatu acara, dan masih ada banyak sekali penyebab lainnya.

Mekanisme Terjadinya Stres

Stres terjadi ketika hipotalamus, bagian dari otak kita, mengirimkan sinyal untuk melepaskan hormon stres.

Hormon stres akan memicu respons tubuh, berupa sistem fight-or-flight. Penampakan dari aktivasi sistem ini adalah peningkatan detak jantung, pernapasan, dan otot-otot tubuh pun menjadi siap untuk melakukan sesuatu. 

Hormon stres yang diproduksi otak adalah adrenalin dan kortisol. Mekanisme kerja kedua hormon in adalah meningkatkan detak jantung. Sehingga aliran darah pun menjadi makin cepat ke organ-organ tubuh yang dianggap penting dalam keadaan darurat, misalnya otot dan jantung.

Baca Juga: Apakah Stres Bisa Menular?

Dampak Buruk Stres

Bila stres berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan bersifat terus-menerus, maka kesehatan tubuh pun menjadi semakin menurun. Hal itu dapat mengakibatkan berbagai dampak buruk kepada kesehatan, seperti:

  • Pusing terus-menerus
  • Risiko depresi meningkat
  • Insomnia
  • Sistem imun melemah
  • Gula darah tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Otot tegang
  • Haid tidak lancar
  • Gangguan sistem reproduksi dan seksual
  • Serta meningkatkan risiko serangan jantung.

Stres tidak selamanya bersifat buruk. Stres dibutuhkan manusia untuk bersikap cepat dalam kondisi yang membutuhkan kewaspadaan, supaya manusia dapat melawan ancaman yang ada.

Ketika ancaman sudah tidak ada, maka hipotalamus biasanya akan mengendalikan hormon stres agar kembali normal

Namun bila hal ini tidak dilakukan, maka respons akan tetap berlanjut hingga menyebabkan beberapa gejala seperti makan terus-menerus atau tidak makan sama sekali, penyalahgunaan narkotika atau alkohol, serta gangguan sosial.

Karena itu, yang paling pertama dapat dilihat disebabkan oleh stres adalah sesak napas yang dapat diperparah bila seseorang mengalami kondisi asma atau gangguan pernapasan lainnya.

Karena jantung memompa darah lebih cepat dengan pembuluh darah menyempit, maka tekanan darah juga akan meningkat. Bila berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini akan menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Ketika stres, maka hati akan memproduksi gula darah untuk meningkatkan energi. Lama-kelamaan bila tidak ditangani, maka hal ini akan mengakibatkan diabetes melitus.

Karena adanya peningkatan hormon, pernapasan yang tersengal, dan peningkatan detak jantung, maka sistem pencernaan pun akan terganggu sehingga menyebabkan gangguan seperti refluks asam.

Refluks asam disebabkan oleh peningkatan asam lambung. Beberapa gangguan lainnya yang dapat terjadi termasuk diare dan konstipasi, disertai dengan mual, muntah, atau sakit perut.

Stres berkepanjangan menyebabkan otot selalu tegang sehingga menyebabkan nyeri di bagian tubuh tertentu. Selain itu, level testosteron pria dapat menurun dengan cepat sehingga menyebabkan impotensi.

Untuk wanita, stres dapat menyebabkan haid yang tidak teratur. Sistem imun pun terganggu, sehingga infeksi dan luka menjadi makin lama untuk sembuh.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Apa itu Manajemen Stress dan Mengapa Diperlukan?

 

Referensi:

1. National Institute of Mental Health. 5 things you should know about stress [Internet[. MD: NIH; dates unknown [cited 2020 Jul 25]. Available from: https://www.nimh.nih.gov/health/publications/stress/index.shtml

2. American Psychological Association. Stress effects on the body [Internet]. Washington, DC: APA; 2018 Nov 1 [cited 2020 Jul 25]. Available from: https://www.apa.org/topics/stress-body

3. Harvard Health Publishing. Understanding the stress response [Internet]. MA: Harvard University; 2011 March [updated 2020 Jul 6; cited 2020 Jul 25]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/understanding-the-stress-response

Bagikan artikel ini