Diet Nordik dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

13 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Sering kali ketika kita membaca literatur di media elektronik maupun pada media cetak, kita sering kali mendengar sebuah diet yang diberi julukan diet Nordik.

Diet ini mulai dikenal pada tahun 2004, ketika ahli nutrisi, ahli ilmiah, dan juru masak di negara-negara Nordik mulai mengawasi adanya laju obesitas tinggi dan praktik peternakan yang tidak ramah lingkungan.

Diet Nordik merujuk pada pola makan orang-orang yang tinggal di wilayah Nordik (yaitu Norwegia, Denmark, Finlandia, dan Islandia). Mereka memiliki angka harapan hidup lebih tinggi, kesehatan yang lebih baik, dan secara keseluruhan kebahagiaan yang lebih. Lantas, apakah itu diet Nordik?

Diet Nordik kebanyakan tersusun atas makanan-makanan seperti makanan-makanan dengan banyak sayur dan buah, ikan, lebih sedikit daging, dan minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Diet Nordik memiliki banyak kemiripan dengan Diet Mediterania, namun dengan titik berat pada penggunaan minyak kanola dibanding minyak zaitun.

Makanan-makanan ini memang banyak ditemukan di negara-negara di kawasan Nordik, jadi bukan sebuah kejutan bila orang-orang di daerah ini sering mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Menurut berbagai studi, diet Nordik dapat menurunkan berat badan serta mencegah penyakit-penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, diabetes melitus tipe 2, dan inflamasi dalam tubuh.

Hal ini disebabkan oleh kandungan kolestrol baik (asam lemak tak jenuh) pada berbagai menu makanan yang dapat memelihara kesehatan tubuh.

Sebagai prinsip dasar, ada beberapa jenis makanan yang harus lebih banyak dikonsumsi maupun dihindari. Beberapa jenis makanan yang harus banyak dikonsumsi adalah buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, umbi-umbian, kentang, gandum utuh, roti, rempah-rempah, ikan, makanan laut, dan minyak kanola.

Beberapa makanan yang dapat dimakan dalam jumlah kecil adalah unggas-unggasan, telur, keju, dan yogurt. Daging merah dapat dikurangi. Beberapa makanan yang harus dihindari adalah minuman manis, gula tambahan, serta makanan-makanan yang telah diproses di pabrik seperti daging, gandum, atau minyak.

Beberapa makanan dalam kelompok ini termasuk soda, permen, es krim, gula dapur, roti putih, margarin, sosis, dan makanan olahan pabrik lainnya.

Bila Anda ingin mengadopsi diet ini, tentu saja bisa. Namun, beberapa jenis makanan mungkin akan lebih sulit didapatkan di Indonesia.

Beberapa jenis makanan yang dapat ditemukan di Indonesia termasuk tomat, brokoli, bayam, bawang, bunga kol, wortel, timun, apel, pisang, jeruk, pir, stroberi, anggur, kurma, melon, persik, kacang mede, biji bunga matahari, biji labu, kacang, kentang, umbi manis, nasi merah, jagung, roti gandum, tuna, makerel, udang, kerang, ayam, bebek, lada, dan alpukat.

Makanan-makanan ini akan lebih mudah ditemukan di Indonesia. Yang penting, tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran dan kurangi konsumsi makanan yang diproses sedemikian rupa. Alhasil, Anda pun dapat menjadi sehat seperti orang-orang Nordik.

Referensi:

  1. Poulsen SK, Due A, Jordy AB, et al. Health effect of the New Nordic Diet in adults with increased waist circumference: a 6-mo randomized controlled trial. Am J Clin Nutr. 2014;99(1):35‐45. doi:10.3945/ajcn.113.069393
  2. Uusitupa M, et al. Effects of an isocaloric healthy N ordic diet on insulin sensitivity, lipid profile and inflammation markers in metabolic syndrome – a randomized study (SYSDIET). J Intern Med. 2013 Feb 07;274(1). https://doi.org/10.1111/joim.12044
  3. Adamsson V, Reumark A, Cederholm T, Vessby B, Riserus U, Johansson G. What is a healthy Nordic diet? Foods and nutrients in the NORDIET study. Food Nutr Res. 2012; 56: 10.3402/fnr.v56i0.18189. doi: 10.3402/fnr.v56i0.18189