Bantuan
Free Tele x

Dari Mana Asal Mula Virus Corona Berdasarkan Penelitian WHO?

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 25 Nov 2021

Bagikan

Dari Mana Asal Mula Virus Corona Berdasarkan Penelitian WHO?

Asal mula virus corona berdasarkan penelitian WHO dikatakan memiliki beberapa kemungkinan. Setelah kasus Covid-19 menyebar ke banyak negara, WHO melakukan penelitan terhadap asal mula virus ini bersama dengan tim berisikan peneliti-peneliti hebat dari beberapa negara.

Ketika virus baru ditemukan, penting untuk kita mengetahui asal-mulanya karena hal ini dapat mengisolasi dan mengidentifikasi sumber serta mencegah virus semakin menyebar. Dengan mengetahui asal mula virus juga membantu peneliti untuk memahami dinamika awal wabah, selain itu juga dapat membantu pengembangan terapi dan vaksin kedepannya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh WHO, terdapat beberapa kemungkinan yang mungkin dapat menjawab asal mula virus corona yang tengah meresahkan seluruh negara dari kurang lebih setahun yang lalu. Simak terus kelanjutan penjelasan asal mula virus corona berdasarkan penelitian WHO berikut ini.

Asal Mula Virus Corona Berdasarkan Penelitian WHO

  1. Berasal dari Kelelawar atau Hewan Perantara Lainnya

Sampai saat ini, asal mula virus Corona belum dapat dikatakan dengan pasti. Kelelawar disebutkan sebagai penyimpan alami virus Corona. Dalam penelitian yang telah dilakukan, terdapat kesamaan sebesar 96% terhadap virus penyebab Covid-19 ini dengan virus SARS kelelawar. Kemungkinan virus ini dapat menyebar dari kelelawar ke manusia sangat kecil mengingat interaksi antara keduanya terbilang langka.

Hasil penelitian sejak Covid-19 merebak juga mendapati bahwa berbagai hewan baik liar maupun peliharaan rentan terinfeksi virus ini, sehingga juga ada kemungkinan manusia terinfeksi dari hewan lain. Entah hewan itu terinfeksi dari kelelawar baru menginfeksi manusia, atau kelelawar langsung ke manusia, kabarnya masih belum pasti.

  1. Pasar Seafood di Wuhan

Kasus pertama Covid-19 dilaporkan pada akhir Desember 2019 di Wuhan. Penelitian pun dilakukan di daerah tersebut dan didapatkan bahwa sebagian besar pasien Covid-19 yang dilaporkan pada Desember 2019 sampai awal Januari 2020 memiliki kontak langsung dengan pasar seafood atau makanan laut di Wuhan yang mana pasar ini adalah tempat jual-beli makanan laut, liar, dan hewan hasil peternakan.

Namun hal ini masih merupakan kemungkinan, WHO mengatakan bisa saja virus masuk ke manusia dari hewan yang dijual di pasar atau mungkin bisa dari manusia yang terinfeksi datang ke pasar tersebut dan virus pun tersebar. Pernyataan ini dikuatkan dengan penelitian selanjutnya yang mengatakan virus ini tidak ada hubungannya dengan pasar seafood di Wuhan.

Baca Juga: Bermutasi Menjadi Varian Baru, Kenali Perbedaan Covid Varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta

  1. Produk Makanan Beku (Frozen Food)

Ada kemungkinan penularan virus corona melalui produk makanan beku. Dalam penelitian yang dilakukan di Qingdao, virus tetap hidup di dalam kemasan luar produk makanan beku.

Virus corona penyebab Covid-19 ini ditemukan dapat bertahan pada produk makanan beku yang telah terkontaminasi. Wabah bawaan sering terjadi dan saat makanan terkontaminasi dapat menyebabkan wabah tersebar secara geografis serta sulit terdeteksi.

Namun hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jauh lebih sedikit virus yang terselubung atau tersembunyi di dalam makanan, melainkan terdapat bukti virus tersebar melalui limbah. Hasil ini pun memberikan informasi baru yang mana mungkin virus corona telah tersebar di limbah negara lain.

  1. Kebocoran Laboratorium

Sebelumnya, informasi ini telah menghebohkan dunia karena dikabarkan bahwa virus Covid-19 tersebar karena kebocoran sebuah laboratorium di Wuhan karena pemindahan suatu laboratorium. Faktanya, tidak ada catatan virus yang terkait dengan virus corona di laboratorium manapun sebelum Desember 2019 di mana kasus pertama Covid-19 muncul.

Sebelum Desember 2019, tidak ada bukti penyebaran di antara orang-orang secara global dan program pengawasan di tempat terbatas mengenai jumlah sampel yang diproses. Oleh karena itu, risiko pembiakan Corona Virus di laboratorium sangat rendah.

Itulah beberapa kemungkinan asal mula Covid-19 berdasarkan hasil penelitian WHO. Dari semua kemungkinan, ada satu kemungkinan yang dibantah oleh WHO, yaitu kebocoran laboratorium. Pasalnya, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin menjadi penyebab menyebarnya pandemi virus corona.

Dengan adanya beberapa kemungkinan ini menunjukkan bahwa semakin dekat kita dengan asal mula virus corona yang sesungguhnya. Mari kita sama-sama mengharapkan hasil yang terbaik dari setiap penelitian mengenai virus corona yang dilakukan seluruh peneliti di dunia agar semakin cepat pula pandemi ini akan berakhir dan kita bisa menjalani hidup dengan normal lagi.

Anda juga bisa membantu pandemi ini berakhir dengan tetap di rumah dan mematuhi protokol kesehatan loh. Salam sehat dan jangan lupa cuci tangan ya.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Cegah Infeksi Virus Dengan 5M Covid Berikut Ini!

 

Sumber:

1. WHO. 2021. WHO-Convened Global Study of Origins of Sars-Cov-2: China Part.

2. Gale, J. Et al. 2021. Covid Origin Studi Points to Bats, Animal Host as Pathway.

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami