Apakah Anak Bisa Mengalami Katarak?

18 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Katarak merupakan salah satu masalah kesehatan mata yang paling banyak dikenal. Katarak diakui sebagai salah satu penyebab signifikan dari penurunan kemampuan penglihatan dan kebutaan di seluruh dunia.

Walaupun adanya perkembangan teknologi telah membantu menurunkan beban kesehatan katarak diseluruh dunia, katarak tetap menjadi penyebab utama dari kebutaanSeringkali, penyakit katarak dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang dewasa dan lansia.

Ternyata, katarak pada anak juga merupakan sebuah masalah penglihatan yang prevalen. Walaupun begitu, katarak pada anak di seluruh dunia dapat dikategorikan sebagai penyakit langka menurut standar WHO (World Health Organization), karena diperkirakan rata-rata diseluruh dunia hanya menyerang 4 dari 10.000 anak.

Katarak pada anak dapat terjadi karena kelainan bawaan selama kehamilan (dikenal dengan istilah katarak kongenital) atau didapat setelah berusia lebih besar. Di Indonesia, angka kejadian katarak pada anak lebih tinggi, yang diperkirakan menyerang 1 dari 250 anak dan berkontribusi sebanyak sekitar 10% kebutaan pada anak.

Katarak adalah kelainan yang ditandai dengan adanya kekeruhan pada lensa mata, sebuah komponen pada mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke dalam mata.

Katarak yang terjadi secara kongenital umumnya terjadi karena adanya infeksi pada masa kehamilan atau kelainan genetik. Umumnya, katarak yang terjadi secara kongenital menyerang kedua bola mata.

Selain karena bawaan masa kehamilan, katarak bisa terjadi saat anak berusia lebih besar. Pada masa ini, katarak umumnya terjadi karena adanya pukulan, benturan, atau bentuk trauma fisik lainnya pada mata.

Mirip dengan katarak pada usia dewasa, gambaran utama yang muncul pada katarak anak adalah adanya keputihan pada bagian tengah mata anak (istilah medisnya disebut leukokoria). Katarak anak merupakan salah satu bidang keahlian dokter subspesialis mata anak.

Keputihan pada mata ini umumnya perlu dipastikan oleh dokter mata dengan melakukan pemeriksaan dalam bola mata, namun pada sebagian kecil kasus yang sangat berat keputihan tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang.

Pada beberapa kasus, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti USG, pemeriksaan lab darah, pemeriksaan jantung, dan pemeriksaan pendengaran untuk membedakan katarak anak dengan penyakit lainnya.

Pengobatan utama untuk katarak anak adalah melalui operasi katarak, dan belum ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan katarak.

REFERENSI

  1. Ramke J, Evans JR, Gilbert CE. Reducing inequity of cataract blindness and vision impairment is a global priority, but where is the evidence? Br J Ophthalmol. 2018 Sep 1;102(9):1179–81.
  2. Wu X, Long E, Lin H, Liu Y. Prevalence and epidemiological characteristics of congenital cataract: a systematic review and meta-analysis. Sci Rep. 2016 Jun 23;6(1):1–10.
  3. Sitorus R. Katarak Peditrik. In: Buku Ajar Oftalmologi. 1st ed. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2017. p. 399–401.