Sayangi Anak dengan Batasi Screen Time

19 Nov 2020 • Tips Kesehatan

Dewasa ini, teknologi bukanlah merupakan suatu yang dapat dihindari. Justru sebaliknya, dunia bergerak kearah semua serba teknologi–bahkan untuk sekedar membeli makan sehari-hari melalui ponsel pintar.

Berkat kemajuan yang melesai dibiang tersebut, memahami cara kerja teknologi menjadi sebuah keharusan.

Lantas, bagaimana dengan anak kecil di bawah umur?

Banyaknya aplikasi dan permainan yang berada di dalam ponsel pintar dapat menyebabkan anak menjadi kecanduan.

Ditengah masa pertumbuhan yang sedang dilaluinya, apakah penggunaan ponsel pintar atau gawai lainnya dapat mengganggu kesehatan matanya?

Apa itu Screen Time?

Screen Time merupakan waktu yang dihabiskan untuk seseorang melayar sebuah layar gawai, baik itu dalam bentuk TV, komputer, tablet, maupun ponsel pintar.

Dewasa ini, lamanya rata-rata durasi screen time yang dialami oleh anak-anak kian meningkat setiap tahunnya, yakni mencapai 5–8 jam per hari pada anak berumur 8 sampai 18 tahun.

Angka ini berada jauh dibawah dari rekomendasi yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatric’s (AAP), yakni maksimal penggunaan screen time untuk anak dibawah 2 jam per hari.

Sedangkan menurut WHO, tidak disarankan adanya penggunaan screen time untuk anak dibawah 1 tahun dan maksimal 1 jam untuk anak berumur 2-4 tahun.

Dampak yang Dapat Disebabkan dari Screen Time yang Tidak Terkontrol

Tingginya durasi screen time yang dilakukan oleh anak tentu dapat mempengaruhi kesehatan mata. Salah satu dampak yang dapat terjadi pada kesehatan mata pada anak dengan screen time tinggi adalah kemungkinan untuk terkena myopia atau rabun jauh.

Berbagai teori menyatakan bahwa kurangnya waktu bagi sang anak untuk melihat jauh juga menjadi faktor penyebab terjadinya kelainan mata ini.

Namun, kepastian mengenai hal ini masih perlu diketahui lebih lanjut karena banyaknya faktor yang dapat menyebabkan terjadiinya rabun jauh, seperti genetik.

Menurut studi yang dilakukan oleh Parent J et al, anak dengan screen time berlebih dapat menyebabkan terjadinya gangguan tidur.

Kejadian ini ditandai dengan berubahnya jam tidur dan sulit untuk tidur. Selain itu, ia juga menjadi rentan untuk mengalami gangguan perilaku, seperti kecanduan bermain ponsel pintar dan gangguan dalam perkembangan kemampuan sosial anak.

Giat Batasi Waktu Screen Time pada Anak

Demi menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal, ada baiknya apa bila orang tua membatasi penggunaan gawai pada anak.

Alasan yang sering kali terjadi dibalik tingginya screen time anak adalah sebagai media untuk menenangkan anak yang rewel. Sebaiknya kebiasaan ini dihilangi atau diganti dengan metode lainnya. Pemberian screen time pada anak harus berlandaskan bermain atau belajar.

Untuk membatasi waktu screen time pada anak, orang tua dapat menggunakan timer agar memastikan sang anak tidak terlalu lama menggunakan gawai.

Solusi lain yang dapat diterapkan adalah mengunduh aplikasi untuk membatasi screen time pada gawai Anda.

Referensi:

  1. Parent J, Sanders W, Forehand R. Youth screen time and behavioral health problems: the role of sleep duration and disturbances. J Dev Behav Pediatr. 2016 May; 37(4):277-84. doi: 10.1097/DBP.0000000000000272 
  2. Lanca C, Saw SM. The association between digital screen time and myopia: A systematic review. Ophhthalmic and Physiological Optics. 2020 Jan; 40(2). doi:10.1111/opo.12657 
  3. New WHO guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age [internet]. Geneva: World Health Organization; [published: 2019 Apr 24; cited: 2020 Jul 26]. Available from: https://www.who.int/news-room/detail/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more