Cara Untuk Menghindari Katarak pada Lansia

09 Sep 2020 • Tips Kesehatan

Kita memiliki lensa alami di dalam mata kita. Lensa berfungsi untuk membengkokkan (membiaskan) sinar cahaya yang masuk ke mata untuk membantu kita melihat. 

Seiring bertambahnya usia, lensa mata menjadi kurang fleksibel, kurang transparan dan lebih tebal. Kondisi yang berhubungan dengan usia dan kondisi medis lainnya menyebabkan jaringan di dalam lensa terurai dan mengumpul, mengaburkan area kecil di dalam lensa.

Saat katarak terus berkembang, area yang kabur menjadi lebih padat dan melibatkan bagian lensa yang lebih besar. Katarak mencerai-beraikan dan menghalangi cahaya yang masuk saat melewati lensa sehingga menghambat gambaran yang mencapai retina.

Bagi orang yang menderita katarak, lensa matanya menjadi kabur, seperti melihat melalui melalui jendela yang beku atau berkabut. 

Penglihatan kabur yang disebabkan oleh katarak membuat seseorang lebih sulit untuk membaca, mengendarai mobil (terutama di malam hari) atau bahkan melihat ekspresi wajah orang lain. 

Umumnya katarak berkembang secara perlahan dan tidak mengganggu penglihatan pada tahap awal. Namun seiring waktu, katarak akan menimbulkan gejala – gejala yang mengganggu penglihatan.

Berikut ini beberapa perubahan penglihatan yang mungkin terjadi pada katarak:

  • Penglihatan menjadi buram atau seperti berkabut
  • Warna tampak pudar
  • Lampu atau sinar matahari tampak terlalu terang
  • Tidak dapat melihat dengan baik di malam hari
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Penglihatan berbayang/double vision (dapat hilang begitu katarak membesar)

Pada tahap awal, pencahayaan yang lebih kuat dan kacamata dapat membantu mengatasi katarak. Tetapi jika gangguan penglihatan telah menghambat aktivitas seperti biasa, mungkin diperlukan operasi katarak.

Sebagian besar katarak berkaitan dengan usia, katarak terjadi karena perubahan normal di mata seiring bertambahnya usia.

Tetapi katarak juga bisa disebabkan karena alasan lain misalnya, setelah cedera mata atau setelah operasi untuk masalah mata lain (seperti glaukoma).

Apa pun jenis kataraknya, perawatannya selalu berupa operasi. Kabar baiknya adalah operasi katarak biasanya merupakan prosedur yang aman dan efektif.

Risiko katarak akan meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko akan lebih tinggi jika:

  • Memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Memiliki riwayat keluarga katarak
  • Pernah mengalami cedera mata, operasi mata, atau perawatan radiasi pada tubuh bagian atas 
  • Banyak terpapar sinar matahari
  • Mengonsumsi steroid (obat-obatan yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan, seperti radang sendi dan ruam)

Beberapa langkah-langkah untuk melindungi mata dari katarak, antara lain:

  1. Mengurangi paparan sinar matahari melalui lensa yang menghalangi UV
  2. Berhenti merokok
  3. Meningkatkan konsumsi vitamin antioksidan dengan mengonsumsi banyak sayuran hijau dan suplemen gizi
  4. Lakukan pemeriksaan mata setiap dua tahun sekali

Referensi:

  1. American Optometric Association. Cataract [Internet]. Date unknown [cited 2020 Jul 18]. Available from: https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/cataract
  2. National Eye Institute. Cataracts [Internet]. 2019 Aug 3 [cited 2020 Jul 18]. Available from: https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/cataracts
  3. Mayo Clinic. Cataract: symptoms & causes [Internet]. 2018 Jun 23 [cited 2020 Jul 18]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
  4. American Academy of Ophthalmology. What are cataracts [Internet]. 2019 Oct 1 [cited 2020 Jul 18]. Available from: https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-are-cataracts