Bantuan

Vasodilatasi: Pelebaran Pembuluh Darah Yang Bisa Berefek Positif Namun Juga Membawa Masalah

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 25 Nov 2021

Bagikan

Kenali Dampak Positif & Negatif dari Vasodilatasi

Tahukah Anda apa itu vasodilatasi? Istilah vasodilatasi sendiri mengacu pada suatu kondisi pelebaran pembuluh darah di dalam tubuh. Vasodilatasi itu sendiri sebenarnya memiliki fungsi tertentu yang memberikan dampak positif pada tubuh manusia.

Meskipun begitu, tahukah Anda bahwa vasodilatasi ini juga sejatinya dapat memberikan dampak negatif pada kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah rendah dan juga beberapa kondisi inflamasi yang cukup kronis. Untuk lebih jelasnya lagi, simak terus penjelasan mengenai efek vasodilatasi terhadap tubuh berikut ini.

Penyebab Vasodilatasi

Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab vasodilatasi. Adapun beberapa faktor tersebut di antaranya:

  • Alkohol

  • Aktivitas olahraga

  • Inflamasi

  • Suhu tubuh

  • Zat yang diproduksi oleh tubuh, seperti karbon dioksida atau hormon histamin

  • Obat-obatan

Selain beberapa hal di atas, vasodilatasi juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti suhu udara dan ketinggian. Tidak hanya itu saja, vasodilatasi juga dapat disebabkan oleh umur seseorang serta berat badannya.

Dampak Positif Vasodilatasi 

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya vasodilatasi dapat menggambarkan suatu kondisi pelebaran pembuluh darah. Vasodilatasi ini terjadi secara alami sebagai respon tubuh terhadap kadar oksigen yang rendah atau peningkatan suhu tubuh.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan aliran darah dan melancarkan penerimaan oksigen ke bagian-bagian tubuh yang paling membutuhkan. 

Dari sekilas penjelasan di atas, vasodilatasi ini terdengar membawa banyak dampak positif bagi tubuh. Oleh karena itu, vasodilatasi juga bisa digunakan oleh dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi,  dan berbagai macam kondisi lainnya, seperti:

  • Hipertensi pulmonal atau yang biasa disebut juga sebagai hipertensi paru, yakni sebuah kondisi di mana terjadi tekanan darah tinggi dan berakibat pada paru-paru.

  • Preeklampsia dan juga eklampsia yang mana keduanya merupakan komplikasi yang berisiko pada masa kehamilan. 

  • Hingga kondisi gagal jantung.

Selain itu, vasodilatasi juga kadang digunakan untuk meningkatkan efek dari obat tertentu atau meningkatkan efek dari terapi radiasi. Dalam hal ini, vasodilatasi sangatlah berguna karena dapat meningkatkan penerimaan obat-obatan dan juga oksigen ke jaringan yang menjadi target dari pengobatan itu sendiri.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Gagal Jantung Sistolik dan Diastolik

Dampak Negatif Vasodilatasi

Selain dapat memberikan dampak positif, vasodilatasi nyatanya juga mampu menyebabkan beberapa kondisi seperti di bawah ini.

  1. Tekanan Darah Rendah

Pelebaran pembuluh darah pada saat terjadinya vasodilatasi dapat mendorong aliran darah. Hal ini kemudian dapat berpengaruh terhadap tekanan dalam dinding pembuluh darah. Oleh karena itu, vasodilatasi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara alami.

Meskipun bagi sebagian orang kondisi tekanan darah rendah ini tidak menimbulkan masalah tertentu, namun bagi sebagian lainnya kondisi ini kemudian dapat menyebabkan timbulnya gejala-gejala tertentu. Adapun gejala-gejala tersebut di antaranya adalah:

  • Mual

  • Penglihatan menjadi kabur

  • Kepala terasa pusing

  • Kebingungan 

  • Tubuh terasa lebih lemah

  • Tidak sadarkan diri (pingsan)

Pada beberapa kasus yang cukup parah, terjadinya tekanan darah rendah ini bahkan bisa mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, segera hubungi tenaga medis jika hal ini terjadi pada diri Anda ataupun orang-orang di sekitar.

  1. Kondisi Inflamasi Kronis

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, vasodilatasi juga memegang peranan yang cukup penting dalam kaitannya dengan inflamasi. Inflamasi atau peradangan pada dasarnya adalah suatu proses yang dapat membantu menjaga tubuh dari patogen yang berbahaya, serta memperbaiki kerusakan dalam tubuh yang disebabkan oleh penyakit atau cedera.

Terjadinya peradangan dibantu oleh proses vasodilatasi yang mana dalam hal ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke sel-sel dan jaringan di seluruh bagian tubuh yang mengalami kerusakan. 

Meskipun begitu, kondisi inflamasi kronis dapat merusak kesehatan sel-sel dalam tubuh dan jaringan. Hasilnya adalah kerusakan DNA, kematian jaringan, dan luka-luka. Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya inflamasi akibat vasodilatasi adalah sebagai berikut:

  • Infeksi

  • Reaksi alergi yang cukup parah

  • Penyakit radang usus, lupus, sindrom Sjogren, dan lainnya.

Itulah dia penjelasan mengenai vasodilatasi, sebuah kondisi yang dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan, namun juga memiliki sejumlah risiko yang mengkhawatirkan. Lantas jika ditanyakan, apakah vasodilatasi itu baik bagi kesehatan tubuh? Jawaban singkatnya adalah iya.

Vasodilatasi merupakan sebuah proses normal, namun juga bisa menjadi bagian dari permasalahan tertentu. Oleh karena itu, selalu konsultasikan mengenai permasalahan seputar vasodilatasi untuk mendapatkan penjelasan dan juga solusi yang paling tepat.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Peran Aktivitas Fisik terhadap Kesehatan Pembuluh Darah

 

Sumber:

1. Fletcher, Jenna. 2020. What to know about vasodilation.

2. Schulman, Jill Seladi. 2018. Is Vasodilation Good?

Bagikan artikel ini