Peran Aktivitas Fisik terhadap Kesehatan Pembuluh Darah

20 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Darah tinggi adalah istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Darah tinggi, atau disebut juga hipertensi, merupakan penyakit yang dicirikan dengan adanya tekanan darah yang tinggi pada pengukuran tekanan darah.

Hipertensi merupakan masalah klinis yang menyebabkan beban finansial dan kesehatan tinggi di seluruh dunia. Selain itu, hipertensi juga merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit jantung koroner dan stroke.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengobati hipertensi yang ada agar tetap terkontrol atau bahkan mencegah terjadinya hipertensi.

Perubahan gaya hidup memainkan peran penting dalam pengobatan hipertensi, dan bahkan menjadi metode pengobatan untuk semua derajat keparahan hipertensi.

Aktivitas fisik merupakan salah satu aspek gaya hidup sehat yang perannya terhadap hipertensi tidak banyak dibicarakan sebanyak perubahan pola makan.

Padahal, terdapat beberapa penelitian yang menemukan bahwa efektivitas latihan fisik setara dengan obat-obatan dalam mengobati hipertensi. Selain itu, ditemukan bahwa olahraga aerobik dapat menurunkan darah sebanyak 5-7 mmHg, sedangkan olahraga anaerobik dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 2-3 mmHg.


Oleh karena itu, penelitian terutama merekomendasikan olahraga aerobik dalam mencegah dan mengobati hipertensi. Semakin tinggi intensitas olahraga aerobik, maka efek protektifnya terhadap hipertensi akan semakin baik.

Mekanisme kerja utama olahraga dalam menangkal hipertensi adalah dengan memperbaiki fungsi kerja pembuluh darah. Pada keadaan normal, pembuluh darah dapat mengubah ukurannya untuk mengatur tekanan darah.

Hipertensi menyebabkan adanya gangguan pada fungsi tersebut. Aktivitas fisik memperbaiki gangguan tersebut dengan meningkatkan pembentukan nitrogen oksida, zat yang turut berperan dalam mengatur kerja pembuluh darah.

Peningkatan nitrogen oksida yang datang dari olahraga tidak hanya secara spesifik pada pembuluh darah di suatu bagian tertentu oleh saja.

Contoh manfaat lain yang dapat timbul dari adanya peningkatan nitrogen oksida karena aktivitas fisik adalah turut memperbaiki fungsi ereksi pada pria dan membantu mengggantikan sebagian fungsi protektif hormon estrogen pada wanita terhadap kesehatan secara umum yang berkurang setelah mengalami menopause.

Mengetahui hal tersebut, olahraga dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan secara umum dan menangkal beberapa penyakit khusus, seperti hipertensi. Oleh karena itu, segeralah lakukan gaya hidup yang lebih aktif!

REFERENSI

  1. Sabbahi A, Arena R, Elokda A, Phillips SA. Exercise and Hypertension: Uncovering the Mechanisms of Vascular Control. Prog Cardiovasc Dis. 2016 Nov 1;59(3):226–34.
  2. Naci H, Ioannidis JPA. Comparative effectiveness of exercise and drug interventions on mortality outcomes: metaepidemiological study. The BMJ. 2013 Oct;347.
  3. Allen MS. Physical activity as an adjunct treatment for erectile dysfunction. Nat Rev Urol. 2019 Sep;16(9):553–62.
  4. Gliemann L, Hellsten Y. The exercise timing hypothesis: can exercise training compensate for the reduction in blood vessel function after menopause if timed right? J Physiol. 2019;597(19):4915–25.