Tetap Tenang Menghadapi Kejang

08 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Memahami penyebab dan Langkah-langkah menangani kejang pada anak

Kejang merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan perubahan sementara pada gerakan, sensasi, tingkah laku, atau kesadaran seseorang yang disebabkan karena terjadi perubahan pada aktivitas listrik otak.

Kejang dapat terjadi pada segala usia, namun cukup umum terjadi pada anak-anak. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kejang seperti epilepsi, demam tinggi, cedera pada kepala, dan infeksi.

Berikut merupakan gejala-gejala yang dapat timbul ketika anak mengalami kejang:

  • Badan kaku dan/atau anggota gerak menunjukkan gerakan menghentak
  • Kulit berwarna pucat atau kebiruan
  • Mata bergerak ke arah belakang
  • Terdapat busa pada mulut
  • Pernapasan dangkal
  • Kehilangan kesadaran
  • Diikuti dengan tidur dalam selama kurang lebih satu jam setelahnya

Apabila anak mengalami gejala-gejala di atas, orang tua dapat melakukan pertolongan pertama untuk mengatasi kejang pada anak. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan menyingkirkan barang-barang berbahaya dari jangkauan anak.

Selanjutnya, perhatikan gejala-gejala yang timbul dan lamanya waktu kejang. Jika perlu, rekam atau catat gejala tersebut untuk dideskripsikan pada dokter kemudian.

Hindari memasukkan barang apapun ke dalam mulut anak, termasuk obat, untuk mencegah anak menggigit lidah. Jika kejang sudah berhenti, baringkan anak di permukaan lembut dalam posisi pemulihan (recovery position). 

Umumnya, kejang tidak berbahaya dan terjadi dalam waktu yang singkat (kurang dari lima menit). Akan tetapi, orang tua tetap perlu membawa anak ke rumah sakit apabila kejang merupakan kejang pertama pada anak, kejang belum berakhir setelah lima menit dan tidak menunjukkan tanda akan berhenti, anak mengalami kesulitan bernapas.

Kejang dicurigai disebabkan oleh penyakit serius seperti meningitis, anak sering mengalami kejang, memiliki diabetes, cedera, dan kejang dialami di dalam air. Di rumah sakit, dokter akan memberikan beberapa pertanyaan atau melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab dari kejang.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain tes darah, tes urin, elektroensefalogram (EEG), dan pungsi lumbal. Anak kemudian akan dipulangkan apabila telah pulih. Anak yang cukup sering mengalami kejang akan diberikan obat-obatan antikejang, namun hal ini cukup jarang terjadi.

Hingga saat ini, belum ditemukan langkah-langkah spesifik untuk mencegah kejang. Akan tetapi, kejang umumnya terjadi karena demam tinggi (di atas 380C) sehingga menurunkan suhu anak ketika demam dengan memberikan parasetamol dan ibuprofen serta tidak memakaikan pakaian yang terlalu tebal dapat mengurangi risiko terjadinya kejang.

Referensi:

  1. Writer unknown. Febrile convulsions [internet]. Australia: Raising Children Network; date unknown [cited 2020 May 16].. Available from: https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/febrile-convulsions
  2. Writer unknown. Febrile seizures [internet]. Place unknown: NHS; date unknown [updated 2019 Nov 26, cited 2020 May 16]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/febrile-seizures/
  3. Writer unknown. Seizures and epilepsy in children [internet]. Place unknown: Epilepsy Foundation of America; date unknown [updated 2020 Jan 29, cited 2020 May 16]. Available from: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/seizures/Pages/Seizures-and-Epilepsy-in-Children.aspx
  4. Writer unknown. Fever-febrile convulsions [internet]. Victoria, Australia: Better Health Channel. Available from: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/fever-febrile-convulsions
  5. Cui W, Kobau R, ack MM, Helmers S, Yeargin-Allsop M. Seizures in children and adolescent aged 6-17 years – United States, 2010-2014 [internet]. CDC. 2015 Nov 6: 64(43);1209-1214. Available from: https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm6443a2.htm