Terapi Stroke Di Rumah

04 Jun 2020 • Stroke

Terapi stroke di rumah adalah salah satu cara penanganan pasien stroke yang bisa dilakukan, baik secara mandiri maupun menggunakan layanan fisioterapi stroke profesional.

Penanganan pasca stroke diperlukan untuk melatih kembali fungsi-fungsi sel saraf motorik seperti kemampuan untuk berbicara, kemampuan kognitif dan fungsi-fungsi lainnya yang mungkin terganggu saat terkena stroke.

Selain itu fisioterapi stroke juga ditujukan sebagai sarana pengembangan mental serta readaptasi sosial yang berguna untuk memulihkan kemampuan hubungan interpersonal serta berbagai aktivitas yang akan dilakukan.

Stroke adalah suatu kondisi dimana aliran darah menuju otak terhalang oleh adanya pembekuan yang berupa sumbatan pembuluh darah.

Stroke juga bisa dikarenakan pembuluh darah yang teradapat pada otak pecah akibat kombinasi tekanan darah tinggi akibat adanya sumbatan dalam pembuluh darah.

Mereka yang terserang stroke memiliki masalah berupa penurunan fungsi otak yang menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, seperti kesulitan bicara, sulit bergerak dan lainnya.

Untuk dapat mengembalikan fungsi serta kemampuan tubuh pasca terjadinya stroke tentu diperlukan proses yang tak sebentar, kesabaran ekstra, dukungan keluarga, kerja keras serta komitmen yang kuat baik dari sisi si penderita maupun dari orang yang merawatnya.

Namun dengan perawatan yang tepat, dan komprehensif, upaya penyembuhan penyakit stroke dapat dilakukan dengan rentang waktu yang relatif lebih singkat.

Fisioterapi Stroke Bisa Sembuhkan Pasien Stroke

Fisioterapi merupakan jenis terapi yang banyak dilakukan untuk memaksimalkan upaya penyembuhan stroke. Dengan fisioterapi, pasien akan dibantu agar bisa mandiri dalam menjalani rutinitas harian, sekaligus membantu menjaga fungsi otak yang masih dapat dipertahankan.

Pada dasarnya, pasien sudah bisa memulai terapi pada 24-48 jam pasca serangan, dengan catatan kondisi pasien sudah stabil. Dalam periode tersebut, terapi bisa dimulai dari tempat tidur, dengan fokus utama memperkuat anggota gerak tubuh.

Adapun target utama yang diharapkan setelah pasien mendapatkan bantuan fisioterapi stroke adalah:

  1. Membiasakan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
  2. Melatih kemampuan fisik pasien.
  3. Mendapatkan dukungan sosial, terutama dari pihak keluarga.
  4. Lebih percaya diri, dan semakin termotivasi untuk kembali menjalani hidup secara normal.

Namun perlu dicatat, terapi pasca stroke sebaiknya dimulai sesuai anjuran dokter, dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologi pasien.

Pentingnya Fisioterapi Stroke di Rumah

Meski belum mampu melakukan aktivitas secara mandiri, dokter biasanya sudah mengizinkan pasien stroke untuk pulang dan melanjutkan terapi dari rumah. Inilah alasan kenapa perawatan stroke di rumah sangat menentukan tingkat kesembuhan pasien.

Ada beberapa faktor yang sangat menentukan pada cepat atau lambatnya upaya penyembuhan pasien selama menjalani terapi stroke di rumah, diantaranya:

  1. Dukungan dari keluarga merupakan hal yang utama.
  2. Kemauan pasien untuk sembuh, dan disiplin dalam menjalani program penyembuhan.
  3. Jenis terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Menurut penelitian yang dilakukan National Institutes of Health, pasien stroke berpeluang sembuh dengan perawatan terbaik. Mereka wajib melakukan perubahan gaya hidup, yang mencakup rutin berolahraga, berhenti merokok, dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Jangan ragu untuk melibatkan fisioterapis profesional untuk memaksimalkan upaya penyembuhan pasien. Biasanya mereka akan melakukan observasi terkait kondisi pasien dan keluarga, sebelum akhirnya memutuskan jenis terapi terbaik yang dibutuhkan pasien.

Selain itu, terapis profesional pun akan memberi edukasi terkait apa yang harus dilakukan keluarga (di luar jam terapi), serta memberi rekomendasi terkait gaya hidup yang harus dijalankan pasien.

Agar lebih praktis, aido health akan membantu Anda untuk menemukan terapis terbaik, yang dapat membimbing pasien menuju jalan kesembuhan. Tidak perlu repot, mereka akan datang sendiri ke rumah Anda dan memulai program terapi sesuai dengan kebutuhan pasien.

REFERENSI

  1. Peisker T, Koznar B, Stetkarova I, Widimsky P. Acute stroke therapy: A review. Trends Cardiovasc Med. 2017 Jan 1;27(1):59–66.
  2. Yu F, Yuliang L, Jia G, Bin L, Huipo L, Weibo Z, et al. Bloodletting at Jing-well points decreases interstitial fluid flow in the thalamus of rats. J Tradit Chin Med. 2016 Feb 15;36(1):107–12.