Cara Merawat Kuku Agar Tetap Sehat

21 Oct 2020 • Tips Kesehatan

Apakah kuku Anda sehat dan terawat? Atau justru terlihat menggembung, penyok, atau berwarna dan berbentuk yang tidak biasa?

Kuku dapat mencerminkan kesehatan kita secara keseluruhan, itulah sebabnya perawatan kuku yang tepat sangat penting.

Kuku tersusun dari lapisan berlapis protein yang disebut keratin, tumbuh dari area dasar kuku di bawah kutikula. Kuku yang sehat tampak halus, tanpa lubang atau lekukan.

Kuku memiliki warna dan konsistensi yang seragam serta bebas dari bintik-bintik atau perubahan warna.

Terkadang kuku membentuk garis-garis vertikal yang membentang dari kutikula ke ujung kuku. Garis-garis vertikal ini tidak berbahaya tetapi cenderung lebih menonjol seiring bertambahnya usia.

Namun, tidak semua kondisi kuku normal. Konsultasikan dengan dokter atau dokter kulit jika terdapat tanda:

  • Perubahan bentuk kuku, seperti kuku yang melengkung
  • Perubahan warna kuku, seperti perubahan warna seluruh kuku atau garis-garis gelap di bawah kuku
  • Penipisan atau penebalan kuku
  • Berdarah di sekitar kuku
  • Pemisahan kuku dari kulit di sekitarnya
  • Gagal tumbuh kuku
  • Pembengkakan atau rasa sakit di sekitar kuku

Banyak kondisi kuku yang kurang diinginkan dapat dihindari melalui perawatan kuku yang tepat.

Berikut adalah tips dokter kulit untuk menjaga kuku agar tetap sehat:

Jaga kuku agar tetap kering dan bersih. Ini berguna untuk mencegah bakteri tumbuh di bawah kuku. Terkena air terlalu lama berperan dalam pembelahan kuku.

Gunakan sarung tangan karet saat mencuci piring, membersihkan atau menggunakan bahan kimia yang keras.

Potong kuku kaki secara teratur. Menjaga kuku kaki tetap pendek akan meminimalkan risiko trauma dan cedera.

Potong kuku dengan lurus. Gunakan gunting atau gunting kuku yang tajam. Potong kuku sedikit bulat di ujung untuk agar kuku lebih kuat.

  • Jaga agar kuku tetap berbentuk dan tidak mengikir kuku.
  • Jangan menggigit kuku. Kebiasaan ini bisa merusak alas kuku. Bahkan luka kecil di samping kuku dapat memungkinkan bakteri atau jamur masuk dan menyebabkan infeksi.
  • Jangan menggunakan kuku sebagai alat, seperti membuka kaleng.
  • Saat kuku jari kaki tebal dan sulit dipotong, rendam kaki dengan air garam hangat. Campurkan satu sendok teh garam per liter air dan rendam selama 5 hingga 10 menit.
  • Kenakan sepatu dengan ukuran yang sesuai
  • Jangan menggunakan produk perawatan kuku yang keras. Batasi penggunaan penghapus cat kuku. Saat menggunakan penghapus cat kuku, pilihlah formula yang bebas aseton.
  • Konsultasikan kepada dokter tentang biotin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen nutrisi biotin dapat membantu memperkuat kuku yang lemah atau rapuh.

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Fingernails: do’s and don’ts for healthy nails [Internet]. 2019 Oct 16 [cited 2020 Jul 4]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954
  2. American Academy of Dermatology. Tips for healthy nails [Internet]. Date unknown [cited 2020 Jul 4]. Available from: https://www.aad.org/public/everyday-care/nail-care-secrets/basics/healthy-nail-tips