Perawatan Luka di Kaki Bagi Penderita Diabetes

01 Apr 2020 • Diabetes

Menurut International Diabetes Federation, 1 dari 5 penduduk di Asia Tenggara mengalami diabetes. Ironisnya, karena jarang melakukan pemeriksaan kadar gula darah, masalah ini baru diketahui setelah diabetes mengalami komplikasi, terutama luka di bagian kaki yang sulit sembuh.

Kenapa rentan menyerang kaki?

Sebenarnya luka diabetes bisa terjadi di mana saja, hanya saja penanganan luka di kaki jauh lebih sulit dan masa penyembuhannya cenderung lama. Hal ini disebabkan karena aliran darah di bagian kaki, jauh lebih lambat ketimbang bagian tubuh lainnya, seperti tangan dan lainnya.

Kondisi ini secara alami disebabkan karena gaya gravitasi bumi, dan posisi pembuluh darah yang menggantung. Kondisi ini akan semakin parah ketika gula darah sedang tinggi, hal ini disebabkan karena gula darah akan menghambat proses pertumbuhan jaringan, dan membuat luka lebih rentan terkena infeksi.

Hati-hati Merawat Luka di Kaki Bagi Penderita Diabetes

Untuk mencegah terjadinya infeksi, dan mempercepat proses penyembuhan luka, perawatan luka pada penderita diabetes harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Berikut merupakan cara merawat luka di kaki bagi penderita diabetes.

  1. Bersihkan bagian luka dengan air bersih mengalir, terutama pagi dan malam hari. Setelah itu, keringkan dengan kain kasa steril hingga benar-benar kering maksimal.
  2. Oleskan salep antibiotik, atau salep khusus penderita diabetes. Untuk produk terbaik, Anda bisa meminta rujukan dari dokter.
  3. Fokuskan pada pencegahan terjadinya infeksi pada luka diabetes dengan perilaku hidup bersih, ciptakan lingkungan yang bersih dan cek setiap detail perubahan pada luka tersebut.
  4. Amati tanda-tanda terjadinya infeksi, seperti luka mengeluarkan aroma tidak sedap, keluar nanah, timbul ruam merah di sekitar luka, area luka terasa lebih hangat dan terkadang terasa sakit.
  5. Pastikan rutin membersihkan dan memotong kuku. Ini penting, kuku merupakan sarang kuman yang bisa menular infeksi ketika tangan Anda melakukan kontak langsung dengan area luka.

Pastikan Anda terus berupaya menurunkan kadar gula darah dengan cara membatasi asupan karbohidrat sederhana dan makanan tinggi gula, jangan merokok, hindari konsumsi minuman beralkohol, kelola stres, dan hal lainnya yang bisa membuat gula darah Anda melonjak.

Jika dibutuhkan, Anda bisa mengkonsumsi obat penurun gula darah. Tapi ingat, obat yang Anda konsumsi harus sesuai dengan resep dokter.

Jangan Anggap Enteng Luka Diabetes

Luka diabetes di kaki tidak boleh dianggap enteng. Rusaknya saraf-saraf di kulit bisa membuat penderitanya tidak merasakan sakit, sehingga mereka tidak menyadari jika ada luka yang cukup besar di kakinya. Kondisi ini umumnya baru disadari saat luka tersebut sudah terinfeksi.

Gangrene, dan pembusukan merupakan dua hal yang harus benar-benar diwaspadai karena berhubungan erat dengan resiko amputasi. Menariknya, semuanya berawal dari pengelolaan luka yang kurang baik, atau malah terkesan asal-asalan. Asal dicuci, asal diobati.

Padahal tidak sesederhana itu, penderita diabetes wajib mengendalikan kadar gula darah untuk memaksimalkan upaya penyembuhan, mengkonsumsi makanan yang baik untuk mendorong pertumbuhan jaringan baru, membersihkan luka dan merawatnya dengan baik.

Agar semua upaya tersebut berjalan lebih maksimal, aido health bisa diandalkan. Aplikasi layanan kesehatan ini bisa membantu Anda menemukan dokter dan perawat yang tepat untuk merawat luka diabetes, sekaligus memberi edukasi terkait pengelolaan gula darah.

Dokter dan perawat di aido health pun akan memberikan Anda edukasi terkait program diet yang dibutuhkan, sesuai dengan kondisi Anda.

Semua itu bisa didapat tanpa harus repot-repot keluar. Anda hanya perlu menginstal aplikasi aido health di Google Play Store, temukan perawat yang cocok untuk, dan mereka pun akan mendatangi Anda sesuai dengan jadwal kunjungan yang telah disepakati. Mudah bukan?