Penyembuhan Luka Diabetes

27 Apr 2020 • Diabetes

Penyembuhan luka diabetes cenderung memiliki jangka waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan luka pada orang normal yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes.

Perawatan luka diabetes juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Perlu perlakuan khusus agar kondisi luka tak semakin buruk sehingga menyebar ke anggota bagian tubuh lainnya.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perawatan luka diabetes memiliki masa penyembuhan yang lama, diantaranya sebagai berikut:

1. Tingginya kadar gula dalam darah

Tingkat gula darah adalah faktor utama seberapa cepat perawatan luka diabetes dapat disembuhkan. Tingginya kadar gula dalam darah dapat berpengaruh terhadap nutrisi dan oksigen yang semestinya dapat memberikan energi terhadap sel dan sistem kekebalan tubuh (imunitas), tidak dapat berfungsi secara normal.

Sehingga mudah terjadi peradangan terhadap sel-sel tubuh yang berakibat pada perlambatan penyembuhan luka pada penderita diabetes.

2. Sakit saraf

Neuropati perifer adalah kerusakan saraf perifer. Kerusakan pada jaringan saraf ini dapat berindikasi pada pelemahan, rasa nyeri serta rasa kebas atau mati rasa pada bagian tangan dan kaki.

Neuropati perifer dapat terjadi dikarenakan tingginya kadar gula darah secara konsisten. Seiring waktu, kerusakan yang terjadi pada bagian saraf dan pembuluh darah ini dapat mengakibatkan hilangnya rasa atau sensasi pada bagian terkena.

Neuropati secara umum berada pada bagian tangan dan kaki, maka sangat memungkinkan terjadinya goresan luka yang tanpa disadari/dirasakan karena hilangnya sensitivitas.

3. Sirkulasi yang buruk

Penderita diabetes memiliki dua kali resiko lebih besar terjadinya masalah pada pembuluh darah perifer dikarenakan kondisi sirkulasi pembuluh darah yang buruk.

Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga dapat mengurangi aliran darah ke anggota tubuh. Kondisi ini dapat dipersulit dengan kemampuan sel darah merah untuk melewati pembuluh darah dengan lebih mudah.

Kadar glukosa dalam darah yang lebih tinggi dari kondisi normal juga dapat berindikasi terhadap ketebalan darah yang dapat berpengaruh terhadap fungsi aliran darah secara normal ke anggota tubuh.

4. Mempengaruhi sistem kekebalan tubuh (imunitas)

Banyak penderita diabetes yang memiliki kecenderungan dengan masalah lambatnya sistem aktivasi sel kekebalan tubuh. Lambatnya aktivasi ini dipengaruhi oleh Jumlah sel-sel kekebalan yang diproduksi untuk menyembuhkan luka serta berkurangnya kemampuan untuk bertindak.

Sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting untuk penyembuhan luka diabetes. Jika sistem ini lebih lambat dari kondisi normal, maka potensi resiko infeksi menjadi lebih tinggi.

5. Infeksi

Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal dapat memperbesar terjadinya infeksi yang dikarenakan bakteri berkembang lebih baik berkat kadar gula yang banyak dalam darah.

Di sisi lain, kadar gula darah tinggi justru mencegah sel-sel kekebalan tubuh untuk melawan bakteri yang berbahaya bagi tubuh.

Infeksi yang tidak ditangani dan dirawat dengan cara yang benar akan lebih cepat menyebar sehingga dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang bisa terjadi pada luka diabetes, seperti sepsis atau gangren.

Apa yang mungkin dapat terjadi bila perawatan luka diabetes tidak segera dilakukan?

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, luka menjadi penyebab utama munculnya berbagai masalah kesehatan pada penderita diabetes.

Luka yang tidak terdeteksi atau tidak dirawat dengan hati-hati, dapat berkembang dengan cepat menjadi infeksi atau komplikasi yang lebih serius sehingga perlunya dilakukan proses amputasi.

Penderita diabetes beresiko 15 kali lebih banyak mengalami amputasi akibat luka kaki atau bisul. Inilah mengapa penting bagi penderita diabetes untuk melakukan perawatan luka dengan benar agar proses penyembuhan dapat dilakukan secara optimal.

Bagaimana cara membantu proses penyembuhan luka diabetes yang terjadi?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan. Berikut tipsnya:

a). Lakukan pemeriksaan terhadap anggota tubuh yang memiliki kemungkinan lebih rentan luka seperti tangan dan kaki secara berkala.

Hal ini penting, sebab mengetahui luka sejak awal menjadi kunci terhindar dari berbagai kemungkinan infeksi dan komplikasi penyakit lainnya.

Pastikan untuk melakukan pemeriksaan diri setiap hari dan secara aktif mencari luka baru, terutama pada bagian yang tidak mudah untuk terdeteksi seperti pada bagian bawah serta sela-sela jari kaki. 

b). Nekrosis atau sel mati serta jaringan berlebih kerap ditemui pada luka diabetes. Jika tak sering dibersihkan, kondisi ini dapat menjadi sarana berkembangnya bakteri dan racun yang berportensi memperburuk luka infeksi.

Jika memang dibutuhkan, bantuan pelayanan medis  seperti dokter dan  fisioterapi atau orang yang kompeten dalam melakukan perawatan luka diabetes secara profesional dapat membantu proses pengangkatan jaringan sel mati secara optimal, higienis dan dilakukan dengan prosedur yang benar.

c). Ganti pembalut luka secara berkala agar luka selalu dalam keadaan bersih. Penggantian pembalut secara teratur dapat mempertahankan tingkat kelembaban yang sesuai sehingga dapat menekan perkembangan bakteri yang dapat memperburuk kondisi luka.

Konsultasi dengan dokter terkait untuk rekomendasi pembalut yang baik untuk mendapatkan penanganan luka diabetes dan cara penyembuhannya.

d). Minimalisir tekanan pada bagian yang luka. Tekanan dapat mengakibatkan kulit bergesek sehingga bisa menjadi penyebab terjadi kerusakan pada sel kulit dan dikhawatirkan dapat memunculkan luka yang lebih serius.

Kapan waktunya menemui dokter?

Bagi penderita diabetes, sangat dianjurkan menggunakan kaos kaki berwarna putih terang supaya luka yang menyebabkan keluarnya darah dapat langsung terlihat, ataupun bekas-bekas cairan luka yang telah mengering dapat langsung terdeteksi.

Segera temui dokter jika terdeteksi mengalami salah satu dari yang berikut:

  • Munculnya perasaan geli
  • Terjadi luka mirip luka bakar
  • Hilangnya sensasi atau kebas
  • Rasa nyeri yang konsisten
  • Terjadi pembengkakan

Cara untuk rawat luka diabetes memang tidak mudah, oleh karenanya disarankan bagi penderita diabetes untuk mengunjungi dokter jika gejalanya semakin memburuk atau bertahan lebih dari seminggu.

Saran untuk penyembuhan jangka panjang luka diabetes?

Untuk penyembuhan luka diabetes jangka panjang, disarankan untuk kontrol kadar glukosa dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dengan kandungan nutrisi yang terjaga dengan baik.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat berlebih termasuk olahan, kadar gula yang tinggi dan hindari makanan yang cepat saji.

Untuk melengkapinya dapat dengan asupan serat yang bisa didapatkan dari berbagai buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Kandungan nutrisi yang mengandung vitamin C, seng dan protein dibutuhkan dalam masa penyembuhan luka diabetes.

Lakukan olahraga secara teratur untuk menjaga sensitivitas insulin. Hal ini dapat mempercepat masa penyembuhan luka diabetes karena dapat membantu gula dalam aliran darah memasuki sel-sel tubuh dengan lebih efisien.

Berdasarkan berbagai penelitian, konsumsi madu juga baik sebagai alternatif penyembuhan luka ulkus diabetik dan memulai pola hidup sehat dengan segera berhenti merokok.

Referensi

  • IJ Coll Physicians Surg Pak. (2015 Oct, 25) A Randomized, Controlled Clinical Trial of Honey-Impregnated Dressing for Treating Diabetic Foot Ulcer
  • Healthline (2017) What’s the Connection Between Diabetes and Wound Healing? 
  • Cleveland Clinic (2015). How to Care for Cuts and Scratches If You Have Diabetes.
  • Mayo Clinic (2017). Amputation and diabetes: How to protect your feet.