Boleh Kok Minum Kopi bagi Penderita Diabetes

29 Jan 2020 • Diabetes

Ditulis oleh               : dr. Yonathan Heru Suhalim

Telah direview oleh  : dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES


Kopi adalah minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kopi pertama kali ditemukan oleh bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 300 tahun yang lalu, dan kemudian kopi terus berkembang hingga saat ini. Selain rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, batu empedu, berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler), dan penyakit diabetes.

Kopi pada zaman sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup bagi kaum milenial bahkan sampai orang yang sudah berusia lanjut. Banyak sekali gerai kopi yang baru saja dibuka demi memenuhi kebutuhan gaya hidup orang zaman sekarang, mulai dari kopi-kopi yang asli, sampai kopi susu yang banyak dijual saat ini.

Kafein adalah zat utama yang terkandung dalam kopi yang merupakan minuman yang digemari oleh masyarakat di seluruh dunia. Kandungan kafein pada beberapa jenis kopi adalah 95 - 165 mg pada 237 mL kopi yang disajikan dengan cara diseduh, 47 - 64 mg pada 30 mL kopi espresso, 63 mg pada 237 mL kopi instan, serta 2 - 5 mg pada 237 mL decaffeinated coffee. Kafein ini sendiri mempunyai fungsi untuk meningkatkan aktivitas syaraf di berbagai daerah otak.

Buat Anda yang sudah kecanduan kafein, ada kabar yang cukup melegakan untuk didengar. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2. Para ilmuwan juga menyebutkan bahwa dampak antiperadangan yang terkandung dalam kopi merupakan penyebab mengapa minuman ini menurunkan risiko penyakit diabetes.

Para peneliti menyatakan komponen pada kopi dapat membantu metabolisme gula di dalam tubuh dan dapat mengurangi risiko terserang penyakit diabetes. Namun belum diketahui secara pasti kandungan kopi mana yang dapat memengaruhi proses metabolisme gula secara rinci dan bagaimana cara kerjanya dalam melawan diabetes. Tetapi jika menghubungkan antara para peminum kopi dengan risiko menderita penyakit diabetes tipe 2, ditemukan jika mengonsumsi kurang lebih 1,5 cangkir kopi per hari menurunkan risiko terserang penyakit diabetes.

Hasil penelitian terkini juga menunjukan bahwa kafein meningkatkan sensitifitas insulin dan hal ini juga meningkat dan berhubungan dengan lamanya minum kopi. Kafein meningkatkan kebutuhan energi dasar dan berhubungan dengan jumlah kopi yang diminum. Kafein juga membantu metabolisme lemak dan juga gula dalam tubuh kita.

Dapat disimpulkan pada individu peminum kopi rutin mempunyai risiko untuk mendapatkan diabetes tipe 2 lebih rendah baik lelaki maupun wanita. Hal ini tidak berhubungan dengan faktor lainnya seperti IMT, kebiasaan merokok, diet dan gaya hidup. Tetapi penelitian lebih dalam masih diperlukan.

Untuk mengetahui lebih lanjut seberapa banyak anda boleh mengonsumsi kopi dalam seharinya, silakan untuk melakukan konsultasi dengan dokter anda dan juga perlu diingat bahwa sumber kafein bukan hanya dari kopi, melainkan teh, dan juga coklat.


Suka artikel ini? Bantu aido health untuk melayani Anda lebih baik di sini

Ikut survey-nya dan dapatkan bonus Voucher Rp. 500,000 untuk 2 partisipan yang beruntung*


Referensi:

Koloverou E, Panagiotakos D; European Journal of Clinical nutrition 2015

Silvi A, Meinar G; Jurnal farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia 2017

https://www.reuters.com/article/us-health-diabetes-coffee-drinkers/coffee-drinking-may-lower-inflammation-reduce-diabetes-risk-idUSKCN0PU1NJ20150720 Akses terakhir tanggal 21 Oktober 2019


*Syarat & ketentuan berlaku