Cara Merawat Luka Diabetes Yang Bernanah

03 Mar 2020 • Diabetes

Ditulis oleh               : dr. Yonathan Heru Suhalim

Telah direview oleh  : dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES


Rawat luka diabetes tidaklah mudah dan dianggap enteng. Tingginya kadar gula darah penderita diabetes bisa membuat sirkulasi darah memburuk dan proses perbaikan jaringan tubuh jadi lebih lambat. Inilah alasan utama kenapa luka pada penderita diabetes cenderung sulit disembuhkan.

Tidak hanya itu, luka menganga dan cenderung basah, akan membuat luka pada penderita diabetes mudah terinfeksi jamur, bakteri, dan mengalami gangrene. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini akan membuat proses pembusukan berjalan lebih cepat, dan meningkatkan risiko amputasi.

Bagaimana Cara Rawat Luka Diabetes Yang Bernanah?

Luka yang bernanah menunjukkan adanya infeksi bakteri yang cukup parah, dan telah terjadi pembusukan. Cara rawat luka bernanah jelas lebih rumit ketimbang luka biasa, mengingat luka ini lebih sulit disembuhkan, berpotensi lebih cepat menyebar dan merusak jaringan tubuh yang berada di dekatnya.

Jika terus dibiarkan, pembusukan akan menyebar dan risiko amputasi jadi lebih meningkat. Maka dari itu, sebelum hal buruk terjadi, ada baiknya simak cara merawat luka diabetes yang bernanah berikut ini.

1. Bersihkan Luka Secara Berkala

Pastikan untuk membersihkan luka secara berkala. Idealnya, Bersihkan luka di pagi hari dan sore atau malam menjelang tidur. Gunakan kain kasa halus untuk membersihkan luka, jangan gunakan kapas karena bisa meninggalkan partikel pada luka yang masih basah.

Gunakan campuran air hangat dan cairan antiseptik untuk membersihkan luka, kemudian keringkan dengan menggunakan kain kasa kering. Jangan ditutup, biarkan terbuka agar sirkulasi udara tetap terjaga.

2. Kurangi Tekanan Pada Luka

Hindari tekanan langsung pada luka, atau area sekitar luka, misalnya dengan tidak menggunakan pakain ketat yang dapat menutupi dan memberikan tekanan pada luka. Jika harus diperban karena akan keluar rumah, sebaiknya jangan terlalu kencang saat mengikatnya.

Jika masih bisa ditutupi dengan pakaian, maka tutupi dengan pakaian agar sirkulasi udara tetap terjaga dan tidak terlalu menekan pada luka. Jika luka terdapat di telapak kaki, sebaiknya gunakan bantalan empuk atau alas kaki khusus. Hindari menjadikan area luka sebagai tumpuan saat berjalan.

3. Kontrol Kadar Gula Darah

Perhatikan kadar gula darah dalam tubuh, jangan sampai terlalu tinggi. Anda bisa menggunakan alat tes gula darah mandiri. Gunakan untuk mengecek kadar gula darah secara berkala, termasuk beberapa jam sebelum dan sesudah makan. Jika dibutuhkan, konsumsi obat-obatan penurun kadar gula darah.

Jangan lupa untuk menjaga pola makan. Ganti sumber karbohidrat dengan karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh, beras merah dan beras hitam. Penuhi juga asupan protein, zinc, selenium, asam lemak omega 3 dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan untuk mempercepat proses pembentukan jaringan tubuh.

Libatkan Pakar Dalam Perawatan Luka

Luka diabetes yang sudah bernanah harus ditangani dengan sangat hati-hati. Jika dibutuhkan, libatkan perawat profesional untuk menangani luka Anda. Jangan khawatir, Anda bisa memanfaatkan aplikasi layanan kesehatan aido health, yang bisa diunduh gratis di Google Play Store.

Dengan aido health, Anda bisa dengan mudah menemukan perawat yang terbiasa rawat luka diabetes secara profesional, selain itu anda juga dapat melakukan pemanggilan dokter ke rumah untuk memberi petunjuk terkait gaya hidup dan pola makan yang harus ditaati untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Tidak perlu datang ke klinik atau rumah sakit, karena perawat dan dokter dari aido health yang akan datang ke rumah Anda, sesuai dengan jadwal yang sudah dijanjikan. Mereka merupakan tenaga medis profesional, yang sudah dilatih khusus untuk menangani luka diabetes.