Pentingnya Berpikir Sebelum Mengkritik Anak

07 Jan 2021 • Lain-lain

Sebagai seorang orangtua, mengkritik anak Anda adalah hal yang mudah dilakukan. Hal tersebut bahkan dapat terjadi tanpa Anda sadari, seperti:

“Kamu mau keluar rumah seperti itu?”

“Kok kamu nilainya kalah sama teman kamu?”

“Kamu kenapa di rumah aja? Kok gak sama teman-teman kamu?”

Ketika Anda berkomentar seperti itu, Anda umumnya tidak menyangka opini tersebut sebagai sebuah kritik. Hal tersebut dapat membantu anak Anda untuk menyadari bahwa terdapat masalah, atau ada hal yang perlu diperbaiki oleh anak Anda.

Namun, apa batasan dalam memberikan kritik?

Kritik konstruktif merupakan hal yang baik, tetapi Anda harus .

Beberapa alasannya adalah:

1. Terkadang, anak-anak memang tidak dapat mengubah apa yang dikritik oleh Anda. Tidak semua anak memiliki kecerdasan yang tinggi, atau atletis, dan anak juga dapat melakukan kesalahan meskipun telah berusaha sebaik mungkin.

Setiap anak berbeda, ada yang pembawaannya lebih introvert atau sensitif, dan ada yang lebih extrovert atau senang berbicara dengan orang lain. Terlebih, anak-anak juga tidak dapat mengubah wajah mereka.

2. Tanpa Anda sadari, apa yang Anda kritik adalah bagian dari identitas anak. Misalnya, pilihan pakaian dan aksesoris menunjukkan gayanya dalam berpenampilan.

3. Kritik yang terlalu keras membuat anak merasa bahwa mereka tidak dapat mengubahnya. Alih-alih menjadi motivasi, kritik malah dapat membuat mereka merasa tidak kompeten dalam melakukan sesuatu.

4. Anak Anda dapat kehilangan kepercayaan diri dan rasa sukanya pada diri sendiri berkurang. Ketika orang-orang yang paling Anda sayangi mengkritik terus-menerus, hal tersebut dapat menyakitkan.

Bagaimana menghentikan kritik?

Untuk mencegah mengkriitk anak Anda terlalu keras atau terus-menerus, coba untuk berhenti dulu dan berpikir sebelum berbicara.

Ada dua hal yang perlu Anda pikirkan sebelum mengkritik anak Anda, yaitu:

  1. Apakah hal tersebut dapat mereka ubah?
  2. Apakah mereka harus mengubahnya?

Jawab pertanyaan tersebut dengan jujur, sejujur yang Anda bisa, terutama pada pertanyaan kedua. Apabila jawaban dari salah satu adalah tidak, Anda tidak boleh mengkritik anak Anda.

Jangan mengambil risiko untuk membuat hubungan Anda dengan anak Anda menjadi buruk.

Apabila kedua jawabannya adalah iya, tanyakan dua pertanyaan lanjutan ini:

  1. Apakah ini tempat dan waktu yang tepat untuk mengkritik?
  2. Apakah mereka mau untuk mengubah perilaku ini?

Mengkritik anak di depan khayalak umum merupakan hal yang penting ketika mereka memang melakukan kesalahan fatal seperti membahayakan diri sendiri ataupun orang lain atau berperilaku kasar terhadap orang lain.

Namun, di luar keadaan-keadaan tersebut, mengkritik anak di depan publik hanya akan mempermalukan anak Anda.

Apalagi jika anak Anda telah memiliki suasana hati yang buruk, hal ini dapat menyebabkan trauma atau perubahan dinamika hubungan antara Anda dengan anak Anda.

Apabila anak Anda tidak mau mengubah perilakunya, Anda harus berpikir cara lain selain mengkritiknya. Pertanyaan selanjutnya akan membuat Anda menelusuri opsi-opsi lain:

Apakah ada cara lain untuk mengubah perilakunya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut kemungkinan besar adalah iya.

Sebagai orangtua, Anda pasti mengharapkan perilaku yang terbaik agar perkembangan anak Anda optimal.

Usahakan untuk selalu membangun lingkungan yang suportif dan kolaboratif agar anak Anda merasa aman, nyaman, dan mampu menentukan keputusannya sendiri. Kata-kata orangtua sangatlah penting bagi seorang anak.

Referensi

McCarthy C. Think hard before shaming children [Internet]. Harvard: Harvard Health Blog; 2020 Jan [cited 2020 Jul]. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/think-hard-before-shaming-children-2020012418692