Pentingkah Konsumsi Susu pada Anak?

11 Nov 2020 • Tips Kesehatan

Susu memang diperlukan pada masa awal kehidupan anak, bahkan dapat dikatakan sebagai sumber nutrisi utama anak.

Akan tetapi, apakah anak yang lebih dewasa tetap memerlukan susu sebagai bagian dari makanan sehari-hari? 

Jawabannya adalah, ya. Susu tetap menjadi salah satu bagian penting dari diet anak. Susu merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada anak.

Selain itu, susu juga mengandung lemak yang diperlukan untuk masa pertumbuhan dan vitamin serta mineral lainnya.

Telah umum diketahui bahwa nutrisi bayi sampai dengan usia 6 bulan bergantung hanya pada ASI atau susu formula khusus bayi.

Pada usia tersebut, bayi sebaiknya tidak diberikan susu sapi atau produk olahan susu lainnya. Pada usia 1 sampai 2 tahun, anak-anak mulai diperkenalkan terhadap makanan rumah.

Meskipun anak telah mendapat asupan nutrisi dari berbagai jenis makanan, susu tetap diperlukan. Anak-anak yang berusia 1 sampai 2 tahun sebaiknya diberikan susu dengan jenis whole milk, kecuali jika anak mengalami overweight atau obesitas.

Whole milk mengandung lemak yang diperlukan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan otak. Setelah berusia 2 tahun, anak-anak mungkin dapat secara bertahap mengonsumsi semi-skimmed milk.

Konsumsi skimmed milk atau susu dengan 1% lemak tidak dianjurkan untuk anak berusia di bawah 5 tahun karena tidak memiliki kandungan kalori dan nutrisi lainnya yang mencukupi kebutuhan mereka.

Akan tetapi, pada anak yang berusia di atas 5 tahun dan orang dewasa, konsumsi susu rendah lemak lebih diutamakan karena lemak yang terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas dan dikhawatirkan memicu masalah kesehatan lainnya.

Banyaknya susu yang dikonsumsi pada anak dalam sehari juga perlu diperhatikan agar kebutuhan kalsium terpenuhi, namun tidak berlebihan. Kebutuhan kalsium pada anak berbeda-beda, tergantung pada usianya.

National Institute of Health menyebutkan bahwa:

  • Anak-anak berusia di bawah 6 bulan membutuhkan 200 mg kalsium per hari
  • Sebanyak 260 mg dibutuhkan pada usia 6 sampai 12 bulan
  • 700 mg dibutuhkan pada anak berusia 1 sampai 3 tahun
  • 1.000 mg pada anak berusia 4-8 tahun
  • Dan 1.300 mg dibutuhkan pada anak berusia 9 sampai 18 tahun.

Segelas susu diperkirakan mengandung sebanyak 300 mg kalsium, sehingga anak-anak perlu mengonsumsi 1 sampai 3 gelas susu per hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian.

Tidak perlu khawatir jika anak tidak menyukai susu, memiliki intoleransi laktosa, atau alergi terhadap susu sapi. Kebutuhan kalsium anak dapat terpenuhi melalui alternative produk olahan susu seperti susu kedelai, yogurt, roti, dan sereal yang telah difortifikasi oleh kalsium.

Selain itu, kalsium dapat diperoleh melalui sayur-sayuran hijau dan ikan salmon. Perlu dipastikan bahwa konsumsi makanan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium per harinya.

Referensi:

  1. Ben-Joseph EP. Nutrition guide for toddlers [internet]. Kids Health; updated 2018 June [cited 2020 Jul 9]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/toddler-food.html
  2. Dairy and alternatives in your diet [internet]/ NHS; updated 2018 Jan 16 [cited 2020 Jul 9]. Available from: https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/milk-and-dairy-nutrition/
  3. What to do when your child won’t drink milk [internet]. Cleveland Clinic; updated 2020 Feb 7 [cited 2020 Jul 9]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/child-wont-drink-milk/