Bantuan

Pahami dan Atasi Perilaku Self-Harm

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 28 Dec 2020

Bagikan

Pahami Perilaku Self-Harm Beserta Cara Mengatasinya

Saat ini, terjadi peningkatan perilaku self-harm pada anak usia remaja dan dewasa muda. Namun, perilaku ini sering kali distigmatisasi dan disalahpahami. Di mata sosial, perilaku self-harm sering kali dianggap sebagai perilaku yang buruk dan diberikan cap yang justru memberikan dampak semakin buruk bagi penderita.

Lantas, apa alasan dari penderita melakukan perilaku tersebut?

Pahami Alasan Dibalik Perilaku Self-Harm

Self-harm merupakan sebuah perilaku dimana anak muda cenderung untuk menyakiti diri sendiri, seperti menyayat diri (cutting), membakar diri, atau bahkan menelan senyawa atau benda beracun.

Pada kasus berat, tidak jarang perilaku ini berakhir dengan usaha untuk mengakhiri hidupnya. Hubungan antara adanya kejadian stres dan adanya permasalahan kesehatan mental perlu dipelajari untuk memahami alasan dari dilakukannya perilaku self-harm.

Hal yang men-trigger perilaku tersebut dapat didasari oleh alasan yang beragam, dimuali kejadian bullying, adanay peer-pressure, hukuman dari media sosial, tekanan akademis, hingga kehilangan dari seseorang atau sesuatu tersayang. Apabila ia berhasil melewati permasalahan yang ia hadapi secara dewasa, ia dapat terbebas dari perilaku self-harm tersebut.

Kendala lain yang sering kali ditemukan pada perilaku ini bahwa jarang diantara mereka yang memiliki keinginan untuk mencari bantuan dari ornag lain. Sehingga, diperlukan intervensi dan pencegahan dini untuk mencegah kemungkinan yang buruk.

Secara definisi, perilaku self-harm merupakan sebuah respon untuk coping terhadap stres psikologis yang berhubungan dengan milestone psikososial, gejala klinis yang sedang dialami (anxietas dan depresi paling umum ditemukan), dan sebagai sinyal atau tanda baginya untuk berniat mengakhiri kehidupannya secara umum.

Baca Juga: Merasa Alami Mental Breakdown? Pahami Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Apa yang Mereka Inginkan dari Orang Tua atau Caregiver?

Sesungguhnya, individu yang melakukan perilaku ini sedang tersesat. Tentu ia perlu dibantu dan salah satunya melalui orang tuanya. Berikut hal-hal yang mereka ingin dapatkan dari orang tuanya untuk membantunya meringankan permasalahan yang sedang ia hadapi:

  1. Berbicara dan mendengarkan. Orang tua harus berbicara dan mendengarkan keluhan sang anak secara aktif untuk memehami alasan dari perilaku self-harm tersebut. Orang tua harus teredukasi terlebih dahulu mengenai self-harm agar lebih memahami kondisi dan bagaimana ia harus bertindak.
  2. Membantunya untuk berhubungan dengan orang lain. Hubungkan anaknya dengan orang-orang terkait yang ia inginkan demi menyelesaikan masalah yang menjadi penyebabnya.
  3. Keikutsertaan organisasi formal. Bawa sang anak untuk berkonsultasi kepada profesional, seperti konselor, psikolog, atau psikiatri.
  4. Mengurangi stigma dan berikan privasi. Pastikan anak terbebas dari berbagai stigma sosial mengenai self-harm yang dapat membuatnya cemas. Sang orang tua harus bersifat open-minded dan membatasi penilaian akan perilaku yang dilakukan oleh anaknya.
  5. Hubungan keluarga yang lebih erat. Seringkali anak berharap akan perhatian, kasih sayang, dan dukungan yang lebih dari keluarga, teman-teman, dan orang-orang terdekat lainnya.

Setidaknya, orang tua harus memberikan lebih banyak waktu kepada anaknya, hadir dalam kehidupannya. Kurangi semua konflik yang terjadi di keluarga juga dapat membantu anak dalam mengatasi perilakunya.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Termasuk Salah Satu Gangguan Mental, Kecemasan Adalah?

 

Referensi:

1. Bailey D, Wright N, KempL. Self-harm in young people: a challenge for general practice. British Journal of General Practice. 2017;67(665):542–543. doi:10.3399/bjgp17x693545.

2. Curtis S, Thom P, McRoberts A, Hetrick S, Rice S, Robinson J. Cring for young people who self-harm: a review of perspectives from families and young people. Int J Environ Res Public Health. 2018 May;15(5):950. doi: 10.3390/ijerph15050950.

Bagikan artikel ini