Meredakan nyeri akibat cedera gelang bahu

12 Nov 2020 • Tips Kesehatan

Sendi pada bahu yang sehat memungkinkan lengan untuk bergerak ke seluruh arah: atas, bawah, depan, belakang, dan berputar tanpa menyebabkan rasa tidak nyaman.

Nyeri pada bahu merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang banyak terjadi, dengan cedera gelang bahu sebagai penyebab paling sering.

Gelang bahu adalah kumpulan otot dan tendon yang membantu menstabilkan sendi bahu pada tempatnya. Cedera gelang bahu terjadi pada jutaan orang di seluruh dunia.

Kejadiannya akan semakin sering seiring dengan pertambahan usia. Cedera gelang bahu merupakan akibat dari penyalahgunaan atau penggunaan berlebihan sendi bahu yang merupakan sendi dengan gerakan paling banyak pada tubuh.

Beberapa orang yang lebih rentan terhadap cedera gelang bahu adalah atlet dan pekerja yang menggerakkan lengannya secara berulang dalam waktu yang lama.

Cedera gelang bahu juga dapat terjadi karena satu peristiwa tertentu seperti kecelakaan. Penyebab lain cedera gelang bahu adalah proses degeneratif.

Kerusakan pada gelang bahu dapat menyebabkan nyeri, keterbatasan pergerakan, dan ketidakstabilan sendi bahu. Berkurangnya kekuatan otot dan atrofi otot juga dapat terjadi pada orang dengan cedera gelang bahu.

Pengobatan pilihan pertama untuk cedera gelang bahu yang paling banyak diterima adalah fisioterapi dan pemberian obat-obatan.

Sebelum pengobatan dilakukan, dokter dapat meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan pencitraan untuk menentukan derajat cedera dan metode fisioterapi yang paling tepat untuk dilakukan.

Beberapa gerakan untuk melatih pergerakan bahu dapat membantu proses penyembuhan. Namun, perlu diingat bahwa melakukan latihan sebelum mempersiapkan bahu untuk menerima tekanan dapat memperparah cedera.

Selain itu, melakukan gerakan-gerakan tertentu yang menyebabkan nyeri dapat meningkatkan peradangan yang terjadi sehingga cedera semakin memburuk.

Maka dari itu, pasien yang merasakan nyeri pada bahu disarankan untuk tidak melakukan latihan tanpa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Sebelum mulai melatih bahu, pasien biasanya akan diminta untuk beristirahat terlebih dahulu dengan mengurangi aktivitas untuk menenangkan peradangan yang terjadi pada bahu.

Selanjutnya, pasien dapat mengikuti latihan isometrik untuk menguatkan otot sebelum memulai gerakan-gerakan yang berfungsi meningkatkan derajat gerak sendi bahu yang terluka.

Referensi:

  1. Bury J, Littlewood C. Rotator cuff disorders: a survey of current (2016) UK physiotherapy practice. Shoulder Elbow [Internet]. 2018 [cited 2020 Jul 26];10(1):52-61.
  2. Demczyszak I, Kuciel N, Sutkowska E, Fortuna M. Comparison of effectiveness of selected physical modalities in patients with rotator cuff injury. J Educ Health Sport [Internet]. 2019 [cited 2020 Jul 26];9(6):470-7.
  3. Lewis J. Rotator cuff related shoulder pain: Assessment, management and uncertainties. Manual Therapy [Internet]. 2016 Jun [cited 2020 Jul 26];23:57-68.