Fisioterapi Cedera Olahraga

08 Apr 2020 • Tips Kesehatan

Penanganan cedera olahraga berbeda dengan cara menangani cedera biasa. Hal ini disebabkan karena para atlet lebih banyak melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan metode fisioterapi khusus yang dikenal dengan sebutan fisioterapi olahraga.

Dengan menggunakan metode khusus, akan memungkinkan para atlet bisa pulih lebih cepat, dan mereka pun mendapat edukasi terkait pencegahan cedera yang mungkin terjadi selama berolahraga. Misalnya, cara melakukan pemanasan dan pendinginan pasca berolahraga.

Para ahli fisioterapi olahraga umumnya dibekali dengan pengetahuan khusus tentang pola olahraga, potensi cedera yang mungkin terjadi, hingga cara menangani masalah cedera dengan melihat riwayat cedera, usia dan berbagai faktor lainnya.

Tugas Fisioterapis Olahraga

Khusus bidang olahraga, fisioterapis olahraga memainkan peran yang sangat penting bagi kebutuhan atlet. Bukan hanya dalam upaya menangani cedera, namun lebih dari itu, fisioterapis olahraga dapat membantu atlet terhindar dari resiko cedera.

Secara garis besar, berikut merupakan tugas pokok fisioterapi olahraga

  1. Membuat program latihan khusus bagi para atlet yang mengalami cedera, dengan mempertimbangkan jenis cedera, riwayat cedera dan faktor lainnya.
  2. Membuat penilaian terhadap cedera yang dialami oleh atlet, termasuk menentukan apakah cedera tersebut harus ditangani dengan operasi atau bisa ditangani dengan terapi saja.
  3. Membuat program latihan yang lebih spesifik sesuai dengan jenis olahraganya.
  4. Memberi edukasi terkait gaya hidup, terutama asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang performa mereka.

Dalam sebuah tim, fisioterapis olahraga bertugas untuk memberi informasi kepada pelatih tim terkait beberapa hal, diantaranya:

  1. Melaporkan kondisi kebugaran atlet, apakah dalam kondisi fit dan bisa bertanding, atau lebih disarankan untuk beristirahat.
  2. Memberi saran terkait batas waktu yang mampu dilewati oleh seorang atlet untuk mengikuti permainan. Hal ini terkait kondisi pemulihan pasca cedera, atau tingkat kebugaran.
  3. Memberi penilaian terkait tingkat kesiapan dan kesanggupan seorang atlet untuk kembali bermain pasca usai cedera.
  4. Mempersiapkan porsi latihan khusus dan terpisah bagi atlet yang mengalami cedera.

Dalam melaksanakan tugasnya, fisioterapis olahraga biasanya didampingi oleh masseur profesional, yang bertugas membantu menurunkan resiko cedera otot akibat latihan dalam intensitas tinggi.

Cedera Olahraga Ditangani Fisioterapis Olahraga

Seorang fisioterapis olahraga tidak sepenuhnya mampu menangani cedera yang diderita para atlet. Ada beberapa cedera yang harus melibatkan dokter bedah, ada pula jenis cedera yang bisa ditangani oleh fisioterapis tanpa melibatkan pembedahan.

Berikut merupakan beberapa cedera yang mampu ditangani oleh fisioterapis olahraga:

  1. Terkilir atau keseleo merupakan jenis cedera ringan hingga menengah yang terjadi akibat peregangan atau robek ligamen, jaringan fibrosa yang menghubungkan tulang dan sendi.
  2. Strain terjadi akibat peregangan berlebih pada otot atau tendon. Kondisi ini biasanya terjadi ketika atlet melakukan gerakan yang terlalu ekstrim.
  3. Nyeri dan cedera lutut, bisa mencakup tendonitis dan sindrom iliotibial. Cedera di area lutut merupakan jenis cedera yang cukup sering terjadi, dan rawan kambuh.
  4. Shin splints terjadi ketika ada rasa sakit di sepanjang tulang besar bagian depan tungkai bawah atau tulang tibia (tulang kering).

Cedera yang dialami atlet perlu ditangani dengan serius. Maka dari itu, kehadiran seorang fisioterapi profesional sangat dibutuhkan dalam tim, atau bisa juga seorang pemain mengambil fisioterapis pribadi untuk memaksimalkan kemampuan dan mencegah terjadinya cedera.

aido health bisa membantu Anda menemukan fisioterapis terbaik, yang tidak hanya memberikan perawatan saat cedera, namun bisa membantu Anda menghindari cedera dengan bimbingan program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.