Merawat Gigi Anak Agar Tetap Sehat

15 Oct 2020 • Tips Kesehatan

Meskipun gigi primer pada anak akan digantikan oleh gigi tetap, namun kesehatan gigi pada anak merupakan bagian penting dari kesehatan anak secara keseluruhan.

Gigi primer akan memberi bentuk pada wajah anak, membantu mengarahkan gigi permanen ke posisi yang tepat dan sangat penting untuk makan dan berbicara.

Gigi pertama anak biasanya tumbuh saat usia 6 bulan, tidak biasa jika gigi muncul sedini usia 3 bulan atau paling lambat 12 bulan.

Setiap anak berbeda, tetapi biasanya semua 20 gigi sulung akan muncul dalam 3 tahun. Pada sekitar 5 atau 6 tahun, anak akan mulai kehilangan gigi sulungnya sebagai ganti bagi gigi permanen mereka.

Gigi primer memiliki enamel, suatu zat tipis, keras, putih yang menutupi gigi terluar, yang lebih tipis daripada gigi permanen.

Hal ini meningkatkan risiko pembusukan gigi anak usia dini, yang dapat dimulai bahkan sebelum gigi pertama muncul.

Pembusukan gigi disebabkan oleh bakteri dan lebih mudah terjadi jika gigi terus bersentuhan dengan cairan manis dan tidak dibersihkan secara teratur, seperti susu, jus, dan bahkan ASI (yang mengandung gula).

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat gigi anak:

1. Sikat gigi 2 kali sehari (pagi dan malam) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mencegah gigi berlubang. Fluoride juga membantu menguatkan gigi dengan mengeraskan enamel gigi.

Umumnya fluoride ditemukan dalam air minum. Untuk bayi baru lahir, usap gusi dengan kain atau alas basah untuk menjaga mulut tetap bersih. Untuk anak-anak di bawah usia 3 tahun, gunakan pasta gigi dengan jumlah seukuran beras.

Untuk anak-anak 3 tahun ke atas, gunakan pasta gigi seukuran kacang polong. Bantu anak menyikat gigi selama 2 menit sampai semua sisi giginya dengan baik.

2. Bersihkan celah di antara gigi setiap hari untuk membantu menyingkirkan makanan di antara gigi dan di bawah gusi. Menggunakan benang dapat membantu menghentikan pembentukan rongga di antara gigi.

Seperti halnya menyikat gigi, bantulah anak untuk membersihkan sela-sela giginya sampai mereka dapat melakukannya dengan baik.

3. Perhatikan makanan anak. Beberapa minuman termasuk jus buah dan soda yang mengandung banyak gula atau asam dapat merusak gigi anak.Gula dan asam dapat membuat enamel gigi melemah dan membuat gigi berisiko lebih tinggi untuk berlubang.

4. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi anak. Segera setelah gigi pertama anak tumbuh, kunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan.

Dokter gigi akan memberitahu apakah anak memiliki plak atau gigi berlubang, kapan gigi anak berikutnya akan tumbuh, dan bagaimana cara merawat gigi anak dengan baik.

5. Konsultasikan ke dokter gigi anak tentang sealant. Sealant adalah lapisan khusus yang masuk ke dalam lubang-lubang geraham anak (gigi belakang).

Sealant melindungi terhadap rongga pada permukaan gigi. Jika anak memiliki risiko tinggi untuk mengalami gigi berlubang, dokter gigi mungkin akan menyarankan sealant untuk anak.

Referensi: 

  1. Enany, E. Small smiles: what you need to know about baby teeth [Internet]. Date unknown [cited 2020 Jul 18]. Available from: https://www.mouthhealthy.org/en/babies-and-kids/childrens-dental-health
  2. Family Doctor. Dental hygiene: how to care for your child’s teeth [Internet]. 2020 Mar 19 [cited 2020 Jul 18]. Available from: https://familydoctor.org/dental-hygiene-how-to-care-for-your-childs-teeth/
  3. Canadian Paediatric Society. Healthy teeth for children [Internet]. 2018 Jul [cited 2020 Jul 18]. Available from: https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/healthy_teeth_for_children