Mengoptimalkan Kembali Fungsi Tubuh Pasca Stroke

24 Jun 2020 • Stroke

Stroke merupakan kondisi dimana terjadinya gangguan fungsi kerja saraf lokal selama lebih dari 24 jam karena adanya infark atau perdarahan pada pembuluh darah yang mendarahi bagian otak. Kejadian ini dapat menyerang bagian otak, retina, atau batang otak.

Umumnya kejadian ini terjadi pada bagian dan fungsi tertentu dari otak. Pasien yang mengalami stroke harus diberikan penanganan yang sesuai untuk mengembalikan fungsi tubuh dan terhindar dari berbagai komplikasi yang dapat mempengaruhi tingkat mortalitas.

Maka dari itu, berikut cara untuk mengoptimalkan kembali fungsi tubuh pada pasien stroke:

1. Melatih fungsi otot dan rangka

Melakukan latihan dengan batasan tertentu seperti, gerakan berulang, latihan mental, dan terapi mirror dikatakan dapat meningkatkan fungsi dari lengan dan tangan. Pasien dapat menerima intervensi tertentu apabila didapatkan adanya gangguan dari sistem peraba sensosorik pada lengan.

Namun, mobilisasi untuk pasien pasca stroke dini (hingga 3 bulan pasca stroke) harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan terbatas. Karena tubuh masih dalam fase recovery awal.

2. Mengoptimalkan fungsi pendengaran

Terapi musik dapat digunakan untuk pasien pasca stroke dengan gangguan pendengaran. Stimulasi ini berupa auditori ritmik yang dapat melahit meningkatkan kemampuan pendengaran dari pasien pasca stroke.

3. Meningkatkan kerja jantung dan pernapasan

Perlu dilakukan training fisik seperti berjalan, berjalan cepat, dan menjaga keseimbangan. Latihan pada treadmill baik dengan atau tanpa beba dapat meningkatkan endurance pasien pasca stroke.

4. Terapi berbicara dan bahasa

Tidak jarang pasien pasca stroke yang mengalami kondisi aphasia atau gangguan dalam berbicara. Maka dari itu, diperlukan terapi untuk kembali meningkatkan fungsi berbicara. Hal ini juga berkaitan erat dengan fungsi kognitif pasien.

5. Bantuan alat dan modalitas lainnya

Terdapat berbagai bentuk bantuan alat untuk menunjang hidup pasien pasca stroke, seperti alat bantu dengar, menjaga postur tubuh, berbicara, berjalan, dan lain sebagainya. Terapi sel merupakan salah satu bentuk lanjut dari pengobatan untuk pasien pasca stroke.

Implantasi sel pada bagian otak yang mengalami kerusakan dapat membantu meregenerasi fungsi sel dan jaringan otak pada regio tersebut.

Referensi:

  1. Hankey GJ. Stroke. The Lancet. 2016 Sep 13; 389(10069): 641-54.
  2. Weistein CJ, Stein J, Arena R, Bates B, Cherney LR, Cramer SC, et al. Guidelines for adult stroke rehabilitation and recovery. ASA/ASA Guideline. 2016 May 08; 47(6): e-98-169.
  3. Wechsler LR, Bates D, Stroemer P, Andrews-Zwilling YS, Aizman I. Cell therapy for chronic stroke. Stroke. 49(5): 1066-74.