Mengenal GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease

16 Apr 2020 • Tips Kesehatan

GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan penyakit asam lambung yang disebabkan melemahnya sfingter atau katup yang terletak di kerongkongan bagian bawah. Dalam kondisi normal, katup tersebut akan terbuka hanya untuk menuangkan makanan dan minuman menuju lambung.

Setelah makanan dan minuman masuk ke dalam lambung, secara otomatis katup tersebut akan tertutup kencang guna untuk mencegah isi dari lambung kembali naik ke kerongkongan.

Namun dalam kasus GERD, katup tersebut melemah atau tidak menutup dengan sempurna hingga isi dari lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini ditandai dengan sensasi panas seperti terbakar di area dada, ulu hati hingga kerongkongan, mual dan muntah.

Gejala GERD yang Biasa Terjadi

Salah satu gejala umum GERD adalah rasa asam atau pahit di mulut, mual, sensasi perih atau panas seperti terbakar area dada, ulu hati hingga naik ke kerongkongan. Gejala tersebut biasanya akan terasa semakin parah saat pasien berbaring setelah makan, atau membungkuk.

Untuk gejala lanjutan, GERD umumnya ditandai dengan beberapa kondisi berikut ini:

  1. Gangguan pernapasan, seperti sesak nafas dan batuk-batuk.
  2. Kesulitan menelan atau perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan.
  3. Mual, muntah, sakit tenggorokan dan suara serak.
  4. Isi lambung sering keluar tanpa disadari, dan masalah bau mulut yang akut.
  5. Alami gangguan tidur, seperti tidur mendengkur dan lainnya.
  6. Kerusakan gigi karena sering terkena asam lambung.

GERD bukan kondisi yang harus ditanggapi secara berlebih, namun bukan pula gejala yang harus dibiarkan. Jika gejala GERD terus berlanjut meski Anda sudah melakukan semua yang dianjurkan, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Menangani GERD

Untuk meringankan gejala GERD, Anda bisa langsung mengkonsumsi obat-obatan yang masuk dalam golongan Antasida, H2 receptor blockers (cimetidine, dan ranitidine), serta Proton pump inhibitors (lansoprazole dan omeprazole).

Selain itu, Anda pun disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan, meninggikan posisi kepala saat tidur, dan menghindari posisi berbaring atau tidur setidaknya dalam waktu 2-3 jam setelah makan.

Anda pun disarankan untuk menghindari makanan atau minuman yang memicu kenaikan asam lambung, seperti minuman beralkohol, makanan yang pedas dan berlemak, dan makanan tinggi kafein, serta perbanyak konsumsi air putih, terutama sebelum dan sesudah makan.

Dalam kondisi tertentu (biasanya sudah sangat akut), GERD bisa ditangani lewat jalur operasi, dengan tujuan membungkus atau mengikat bagian atas lambung atau fundus ke bagian bawah kerongkongan. Hal ini dilakukan untuk menguatkan cincin otot yang melemah di area tersebut.

Agar dapat tertangani dengan baik, Anda bisa menggunakan layanan aido Health untuk membantu mengenali dan mengobati gejala GERD