Bantuan

Mengenal Cuci Darah Beserta Prosedur dan Efek Samping yang Mungkin Ditimbulkan

Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra • 04 Jan 2022

Bagikan

Mengenal Cuci Darah Beserta Prosedur dan Efek Samping yang Mungkin Ditimbulkan

Mungkin diantara Anda sudah sering mendengar istilah cuci darah. Akan tetapi, apakah Anda tahu apakah itu cuci darah? Cuci darah itu sendiri merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah yang berbahaya dari dalam tubuh. Pada dasarnya hal tersebut dikerjakan oleh ginjal. Namun, ginjal yang mengalami gangguan tidak dapat melakukan hal tersebut sehingga diperlukan tindakan cuci darah. 

Oleh karena itu, pada umumnya orang yang melakukan tindakan cuci darah merupakan para penderita penyakit ginjal seperti gagal ginjal kronis. Pada orang yang mengalami gagal ginjal kronis, maka ginjalnya tidak mampu mengontrol jumlah air, kalsium dan darah di dalam tubuh. Tidak hanya itu, ginjal juga tidak dapat menyaring kotoran atau racun yang ada di dalam tubuh. 

Itulah yang membuat para penderita penyakit ginjal memerlukan tindakan cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal di dalam tubuh. Lalu bagaimana prosedur cuci darah bagi penderita penyakit ginjal tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Prosedur cuci darah

Sebelum penderita gagal ginjal melakukan tindakan cuci darah, terlebih dahulu mereka melakukan serangkaian pemeriksaan ginjal dan berdiskusi dengan dokter. Tujuan dilakukan hal ini untuk mengetahui apakah penderita penyakit ginjal memerlukan cuci darah ataukah tidak. 

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, nantinya akan ada dua kemungkinan apabila seseorang memerlukan prosedur cuci darah. Kemungkinan pertama, yaitu hemodialisa yang memerlukan pembedahan kecil pada lengan. Kemungkinan kedua, yaitu dialis peritoneal yang memerlukan bantuan kateter yang akan dipasangkan pada perut. 

Baik hemodialisa ataupun dialis peritoneal memiliki prosedur cuci darah yang berbeda. Simak prosedur cuci darah kedua di bawah ini. 

  1. Hemodialisa

Prosedur cuci darah hemodialisa menggunakan suatu mesin khusus yang akan menyaring darah. Pertama-tama petugas medis akan memasukkan jarum pada pembuluh di bagian lengan. Tujuannya untuk menghubungkan aliran darah dari tubuh ke mesin khusus pencuci darah. Cara kerjanya, yaitu mengalirkan darah ke mesin untuk disaring kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh. Biasanya waktu yang diperlukan untuk melakukan prosedur cuci darah hemodialisa, yaitu sekitar 4 jam dan perlu dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu. 

  1. Dialisis peritoneal 

Apabila hemodialisa menggunakan mesin khusus untuk menyaring darah, maka dialisis peritoneal menggunakan peritoneum atau selaput rongga yang berada di perut sebagai penyaring. Selaput tersebut memiliki ribuan pembuluh darah yang dapat berperan seperti ginjal sehingga pada dialisis peritoneal dilakukan dengan cara membuat sayatan di dekat pusar untuk memasukkan selang atau kateter yang ditempatkan secara permanen. 

Efek samping cuci darah

Walaupun cuci darah dapat membantu menggantikan fungsi ginjal bagi para penderita penyakit ginjal, namun prosedur ini juga memiliki beberapa efek samping. Apa saja efek samping tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini. 

  1. Anemia

Anemia merupakan salah satu efek samping yang dapat ditimbulkan dari tindakan cuci darah. Anemia itu sendiri merupakan suatu kondisi pada saat tubuh mengalami kekurangan darah. 

Baca Juga: Jenis Makanan Penambah Darah yang Perlu dikonsumsi untuk Cegah Anemia

  1. Hipertensi

Efek samping dari tindakan cuci darah yang paling umum, yaitu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Efek samping yang satu ini akan semakin besar apabila penderita penyakit ginjal juga menderita diabetes. Gejalanya berupa, kram otot, sesak napas, kram perut, mual dan muntah. 

Baca Juga: Perhatian, Begini Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi bagi Penderita Hipertensi

  1. Hernia

Hernia merupakan salah satu efek samping yang terjadi setelah menjalani dialisis peritoneal. Hal ini karena melemahnya otot perut yang disebabkan oleh adanya cairan yang mengendap selama berjam-jam pada rongga perut. 

  1. Peritonitis

Efek samping dari cuci darah yang selanjutnya, yaitu peritonitis. Kondisi ini dapat terjadi karena infeksi yang disebabkan alat yang tidak steril sehingga bakteri dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebar. 

  1. Kenaikan berat badan

Efek samping cuci darah yang terakhir, yaitu kenaikkan berat badan. Hal ini dapat terjadi karena pada dialisis peritoneal menggunakan cairan yang mengandung gula sehingga akan diserap oleh tubuh sehingga asupan kalori meningkat. 

Nah, itulah beberapa informasi mengenai cuci darah mulai dari prosedur hingga efek samping yang mungkin ditimbulkan. Untuk menghindari tindakan cuci darah ini, mulailah menjaga kesehatan ginjal Anda sedini mungkin. 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Tag :
Referensi
  1. National Kidney Foundation. 2021. Dialysis. 
  2. NHS. 2018. Side Effects Dialysis.
Bagikan artikel ini