Membangun Tulang yang Kokoh dengan Aktivitas Fisik

09 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Osteoporosis merupakan penyakit kronik pada tulang yang paling banyak terjadi. Penyakit ini dicirikan dengan adanya kerapuhan pada struktur tulang yang menyebabkan meningkatnya kerapuhan tulang.

Adanya peningkatan usia harapan hidup diseluruh dunia membuat osteoporosis menjadi sebuah masalah kesehatan yang menarik perhatian. Ditemukan bahwa sekitar 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria usia diatas 50 tahun akan pernah mengalami patah tulang yang disebabkan karena osteoporosis selama hidupnya.

Hal lain yang membuat osteoporosis sebagai penyakit yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada umumnya tidak ada gejala yang muncul sampai terjadinya patah tulang, sehingga pengobatan untuk penyakit ini umumnya baru dimulai ketika sudah mengelami keluhan.

Mengetahui hal-hal tersebut, maka mencegah terjadinya osteoporosis merupakan hal terbaik bisa dilakukan. Aktivitas fisik merupakan salah satu upaya utama yang ditemukan memiliki khasiat bermakna dalam mencegah terjadinya osteoporosis.

Mekanisme kerja utama aktivitas fisik dalam mencegah terjadinya osteoporosis adalah dengan meningkatkan kepadatan tulang.

Temuan yang menarik terkait hal ini adalah baik aktivitas fisik intensitas tinggi seperti sepak bola, latihan beban, atau lari ataupun aktivitas fisik intensitas rendah seperti yoga dan renang dapat membantu mencegah osteoporosis dan bahkan meningkatkan tingkat kepadatan tulang yang dibuktikan melalui sebuah penelitian.

Namun, akan lebih baik jika aktivitas fisik rutin yang dilakukan setidaknya berintensitas sedang yang dilakukan setidaknya 150 menit setiap minggunya, sesuai rekomendasi WHO.

Namun, diyakini bahwa tiap jenis olahraga yang berbeda memiliki khasiat yang berbeda terhadap pencegahan osteoporosis. Jalan pagi merupakan sebuah aktivitas fisik yang kebanyakan dipilih oleh lansia karena mudah untuk dilakukan dan memiliki risiko kecil.

Namun, ditemukan bahwa berjalan kaki saja tidak dapat membantu menghambat pengurangan kepadatan tulang seiring penuaan. Berjalan kaki harus dikombinasikan dengan latihan aerobik berintensitas lebih tinggi, seperti berjalan kaki dan naik tangga.

Latihan beban ditemukan dapat meningkatkan kepadatan tulang sesuai dengan lokasi bagian tubuh yang dilatih. Frekuensi latihan beban harus dilakukan setidaknya 3 kali seminggu selama satu tahun agar perubahan bermakna pada kepadatan tulang dapat muncul dan dapat dipertahankan dalam jangka waktu pendek hingga menengah.

Namun, program latihan beban yang akan dilakukan hendaknya diatur sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing, mengingat penggunaan beban yang berlebih dari kemampuan tubuh justru dapat meningkatkan risiko cedera tulang.

Osteoporosis dapat menyebabkan terjadinya kecacatan dan bahkan kematian yang dikaitkan dengan terjadinya peningkatan risiko patah tulang. Oleh karena itu, jangan menganggap remeh osteoporosis dan segera lakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menangkal osteoporosis.

REFERENSI

  1. Beaudart C, Dawson A, Shaw SC, Harvey NC, Kanis JA, Binkley N, et al. Nutrition and physical activity in the prevention and treatment of sarcopenia: systematic review. Osteoporos Int. 2017 Jun 1;28(6):1817–33.
  2. Benedetti MG, Furlini G, Zati A, Letizia Mauro G. The Effectiveness of Physical Exercise on Bone Density in Osteoporotic Patients. BioMed Res Int. 2018 Dec 23;2018:1–10.
  3. Silver T, Ellerbroek A, Knafo S, Peacock C, Tartar J, Antonio J. High and Low Impact Physical Activity Positively Influences Female Bone Density. 2018 Jan 1;1.