Bantuan

Memahami Kolesterol dalam Darah

Ditinjau oleh dr. Yonathan Heru Suhalim • 27 Nov 2019

Bagikan

Memahami Fungsi Kolesterol dalam Darah

Ternyata terdapat beberapa fungsi kolesterol dalam darah. Kolesterol sering dianggap menjadi tersangka tuduhan penyebab berbagai macam penyakit. Bagi masyarakat awam banyak hal yang dikaitkan dengan kolesterol. Pusing-pusing, pegal-pegal, linu-linu, nyeri pada leher disangka karena kolesterol. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu. 

“Awas, nanti kolesterol tinggi!”

Kolesterol juga sering dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Memang benar bahwa kolesterol yang tinggi dan tidak dikontrol dapat membawa penyakit. Pola makan yang baik dapat menjaga tubuh agar tetap prima dan mengontrol agar kadar kolesterol tetap normal. 

Yuk, memahami apa itu kolesterol.

 

Kolesterol dan Fungsinya

Kolesterol merupakan molekul mengandung lemak yang penting bagi tubuh. Kolesterol memiliki berbagai macam peran dalam fungsi kerja sel tubuh seperti membentuk dinding sel tubuh, sebagai bahan untuk pembentukan vitamin D, hormon steroid dan hormon seks. Selain itu kolesterol juga berperan dalam membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K yang larut lemak.

Trigliserida merupakan lemak dan minyak yang dipakai menjadi sumber energi. Kolesterol dan trigliserida merupakan lemak yang tidak larut air sehingga dalam peredaran darah, kolesterol diangkut oleh suatu protein (lipoprotein) bersama dengan trigliserida. Beberapa protein yang mengangkut kolesterol tersebut adalah very-low-density lipoproteins (VLDL), intermediate-density lipoproteins (IDL), low-density lipoproteins (LDL), high-density lipoproteins (HDL) dan kilomikron.

 

Proses Pencernaan Makanan Hingga Menjadi Kolesterol

Makanan yang dimakan masuk ke dalam saluran pencernaan. Lemak diserap oleh usus dan diangkut lipoprotein dalam bentuk kilomikron. Kilomikron ini diproduksi di usus dan mengangkut trigliserida serta kolesterol yang akan didistribusikan menuju ke jaringan tubuh dan organ hati.

Trigliserida yang diangkut oleh kilomikron ini kemudian dicerna oleh otot dan jaringan lemak. Kilomikron ini berubah menjadi sisa kilomikron yang dibawa ke organ hati.

Organ hati kemudian membentuk lipoprotein VLDL yang membawa trigliserida dan kolesterol dalam peredaran darah menuju ke otot dan jaringan lalu berubah menjadi LDL.

LDL berisi partikel yang padat akan kolesterol. LDL akan beredar dalam darah membawa kolesterol yang diperlukan untuk perbaikan dinding sel. Bila jumlahnya berlebihan maka kolesterol dalam LDL ini akan menempel pada dinding pembuluh darah dan akhirnya membentuk sumbatan. Itulah sebabnya akan dikenal juga sebagai ‘kolesterol jahat’.

HDL merupakan lipoprotein yang sedikit mengandung kolesterol tetapi mengandung banyak lipoprotein yang dapat mengangkut kembali partikel kolesterol yang tercecer dalam peredarannya di pembuluh darah. Itulah sebabnya HDL disebut sebagai ‘kolesterol baik’ karena dapat membersihkan pembuluh darah dari ceceran kolesterol.

Oleh karena itu, tidak semua kolesterol itu jahat. Terdapat juga kolesterol yang baik yaitu HDL yang dapat ditingkatkan dengan cara melakukan banyak olahraga.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Meningkatkan Kolesterol Baik dalam Tubuh yang Harus Diketahui

 

Ayo Hidup Sehat, Kendalikan Kolesterol!

Kolesterol memang penting dan diperlukan oleh tubuh. Kolesterol dapat dibentuk sendiri oleh tubuh ataupun diolah dari makanan yang dimakan. Akan tetapi jumlah kolesterol jahat yang berlebihan dapat menyebabkan beragam penyakit.

Konsumsilah jenis-jenis makanan dengan lemak baik seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun serta hindari konsumsi makanan dengan lemak jahat seperti gorengan, daging yang berlemak.

Bila kadar kolesterol darah tinggi, aturlah diet dan perbanyak olahraga. Pola hidup sehat mampu menstabilkan kolesterol darah kembali normal. Akan tetapi bila kadar kolesterol darah tetap tinggi, hendaknya jangan disepelekan. Konsultasikanlah ke dokter untuk mendapat obat-obatan yang sesuai.

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido HealthDownload aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Amankah Kandungan Kolesterol dalam Telur?

 

Referensi:

1. Ahmed. S, Ahmed. A, StatPearls Publishing, 2018

2. Feingold. K. R, Grunfeld. C, Endotext, 2018

3. Huff. T, Jialal. I, StatPearls Publishing, 2019

Bagikan artikel ini