Amankah Kandungan Kolesterol dalam Telur?

30 Jul 2020 • Tips Kesehatan

Mengulas fakta seputar kolesterol dalam sebuah telur

Banyak orang memilih telur sebagai bagian dari diet sehari-hari. Kandungan gizi yang lengkap, harga terjangkau, dan kemudahan dalam pengolahannya membuat telur menjadi primadona dalam menu makanan.

Akan tetapi, tak sedikit orang yang menghindari telur karena kadar kolesterolnya yang tinggi. Bagaimana fakta di balik tingginya kadar kolesterol dalam telur? Yuk, simak ulasan berikut.

Kolesterol merupakan salah satu jenis lipid. Terdapat dua tipe kolesterol, yaitu kolesterol yang dibentuk atau didaur ulang tubuh (kolesterol darah) dan kolesterol yang ditemukan dalam makanan yang dikonsumsi (kolesterol diet).

Kolesterol dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya, antara lain membentuk membran sel, pembentukan sel otak, sel saraf, asam empedu, vitamin D, dan hormon.

Meski demikian, kadar kolesterol yang tinggi dan beberapa jenis kolesterol diasosiasikan dengan penyakit kardiovaskuler sehingga konsumsinya perlu dibatasi. Ahli kesehatan menganjurkan pembatasan konsumsi kolesterol diet seminimal mungkin, yaitu di bawah 200 atau 300 mg dalam sehari.

Sebuah telur berukuran besar diperkirakan memiliki kadar kolesterol sebesar 186 mg yang semuanya terkandung dalam kuning telur. Kadar tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan batas konsumsi kolesterol dalam sehari.

Akan tetapi, penelitian terbaru menunjukan bahwa sebagian besar kolesterol dalam tubuh bukan berasal dari kolesterol yang dikonsumsi, melainkan produksi kolesterol pada liver distimulasi oleh lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan sehari-hari.

Kabar baiknya, telur mengandung sedikit lemak jenuh. Telur berukuran besar hanya mengandung 1,5 gram lemak jenuh. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi telur memiliki hubungan dengan penyakit jantung.

Namun hal tersebut dapat terjadi karena faktor lain seperti cara mengolah telur, terutama apabila digoreng menggunakan minyak dan mentega, dan makanan yang umum dikonsumsi bersamaan dengan telur seperti sosis.

Kesimpulannya adalah telur memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi, namun kolesterol tersebut tidak terlalu memengaruhi kadar kolesterol tubuh sehingga tetap aman apabila tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Beberapa studi mengatakan konsumsi telur 3-6 buah dalam seminggu aman untuk penderita penyakit kardiovaskuler dan diabetes tipe 2.

Selain itu, cara mengolah telur, makanan yang dikonsumsi bersamaan dengan telur, dan konsumsi makanan lainnya yang kaya akan lemak jenuh perlu diperhatikan untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh.

Referensi:

  1. Lopez-Jimenez F. Eggs: are they good or bad for my cholesterol? [internet]. Mayo Clinic; 2020 Jan 9. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/expert-answers/cholesterol/faq-20058468
  2. Eggs and cholesterol [internet]. New Zealand: Heart Foundation. Available from: https://www.heartfoundation.org.nz/wellbeing/healthy-eating/nutrition-facts/eggs-and-cholesterol
  3. Komaroff A. Are eggs risky for heart health? [internet]. Harvard Health Publishing. Available from: https://www.health.harvard.edu/heart-health/are-eggs-risky-for-heart-health
  4. Can I eat eggs? [internet]. Heart UK. Available from: https://www.heartuk.org.uk/low-cholesterol-foods/can-i-eat-eggs