Manfaat olahraga bagi otak

25 Jun 2020 • Tips Kesehatan

Terdapat banyak manfaat yang bisa diperoleh dari olahraga. Berbagai penyakit menurun risikonya pada individu yang rutin berolahraga atau aktif secara fisik.

Selain itu, olahraga juga memiliki pengaruh spesial pada organ yang memungkinkan manusia memiliki persepsi, menyimpan memori, mempelajari hal baru, mengambil keputusan, dan berkomunikasi satu sama lain melalui bahasa: otak.

Fungsi kognitif otak dapat ditingkatkan melalui olahraga. Olahraga meningkatkan kapasitas memori dan pemikiran melalui dua cara, yaitu cara langsung dan tidak langsung.

Manfaat berupa penurunan resistensi insulin, penurunan inflamasi, dan peningkatan pelepasan faktor pertumbuhan yang berperan dalam kesehatan sel saraf di otak merupakan beberapa manfaat langsung yang diperoleh dari olahraga.

Sementara secara tidak langsung, olahraga dapat memperbaiki mood, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi stres dan kecemasan.

Olahraga mempengaruhi otak secara struktural melalui neurogenesis di hippocampus dan plastisitas sinaps. Hippocampus merupakan area otak yang terlibat terutama dalam kapasitas memori dan pembelajaran. Neurogenesis pada hippocampus berperan penting dalam meningkatkan fungsi kognitif.

Sementaara plastisitas sinaps adalah kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi dengan informasi baru. Plastisitas sinaps dapat tercapai melalui peningkatan komunikasi antar sel saraf yang telah ada pada sinaps atau pertemuan dua sel saraf.

Sedangkan neurogenesis adalah pembentukan sel saraf baru di otak sepanjang kehidupan. Hubungan yang efisien antara neuron dapat tercapai karena kedua proses tersebut.

Manfaat yang diberikan olahraga dapat dirasakan pada berbagai kondisi otak, termasuk otak yang menua atau otak dengan penyakit tertentu. Namun, perlu diperhatikan intensitas olahraga yang dilakukan.

Intensitas olahraga yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membahayakan. Olahraga intensitas tinggi berpotensi merusak otak karena menyebabkan kelelahan dan penumpukan spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species; ROS).

ROS adalah senyawa yang dihasilkan saat berolahraga. ROS berbahaya karena dapat merusak berbagai struktur pada sel. Dalam keadaan normal, tubuh memiliki sistem antioksidan alami yang dapat menetralisir ROS.

Namun, apabila terjadi penumpukan, sistem antioksidan alami tubuh mungkin tidak mampu menetralisir ROS sehingga kerusakan terjadi. Di sisi lain, olahraga yang terlalu sedikit tidak cukup untuk meningkatkan kapasitas sistem antioksidan tubuh untuk melawan ROS yang dihasilkan dari olahraga.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa akan lebih baik untuk memulai kebiasaan olahraga rutin dengan intensitas sedang.

Referensi:

  1. Lee MC, Byun K, Kim JS, Lee H, Kim K. Trends in exercise neuroscience: raising demand for brain fitness. J Exerc Rehabil [Internet]. 2019 [cited 2020 May 17];15(2):176‐179. Published 2019 Apr 26. doi:10.12965/jer.1938046.023
  2. Baek SS. Role of exercise on the brain. J Exerc Rehabil [Internet]. 2016 [cited 2020 May 17];12(5):380‐385. Published 2016 Oct 31. doi:10.12965/jer.1632808.404
  3. Alkadhi KA. Exercise as a positive modulator of brain function. Mol Neurobiol [Internet]. 2018 [cited 2020 May 17];55:3112–30. Available from: https://doi.org/10.1007/s12035-017-0516-4