Bantuan
Free Tele x

Makanan yang Tepat untuk Perkembangan Otak Anak

Ditinjau oleh dr. Nanda L Prasetya, MMSc • 30 Sep 2020

Bagikan

Makanan yang Tepat untuk Perkembangan Otak Anak

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa pola makan berpotensi mempengaruhi perkembangan otak dan fungsi mental seseorang.

Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa pola makan adalah strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, melindungi otak dari kerusakan, meningkatkan regenerasi dan menangkal efek penuaan.

Penelitian menunjukkan bahwa efek makanan pada otak berkaitan pula dengan gaya hidup lainnya, seperti olahraga dan tidur.

Mengonsumsi jenis makanan berikut disertai dengan pola tidur yang teratur, mengatasi stress, dan berolahraga rutin dapat meningkatkan perkembangan otak:

1. Omega-3

Docosahexaenoic acid (DHA) adalah asam lemak omega-3 yang paling banyak ditemukan pada membran sel di otak.

Namun, tubuh manusia tidak memproduksi DHA secara efisien sehingga sebagian besar sumber DHA manusia bergantung dari makanan.

Omega-3 dapat diperoleh dari makanan seperti ikan salmon, kiwi, chia, dan kenari. Namun, perlu diingat bahwa menggoreng ikan dapat menghancurkan kandungan lemak omega-3 secara signifikan.

Baca Juga: Daging Ikan dan Omega-3 Serta Perannya dalam Menjaga Kesehatan

2. Kolin

Kolin, komponen penting pada membran sel, merupakan salah satu penyusun massa otak yang tinggi. Penelitian pada tikus mengungkapkan bahwa kolin dapat mengurangi gangguan memori yang disebabkan oleh kejang.

Kolin juga membentuk asetilkolin, suatu neurotransmitter yang membawa pesan ke dan dari saraf. Kolin dapat diperoleh dari kuning telur, ayam, dan selada. 

Kolin bersifat sensitif terhadap air dan dapat dihancurkan dengan dimasak atau diolah. Meskipun telur mentah memiliki kandungan kolin yang lebih tinggi, anak-anak kecil disarankan untuk mengonsumsi telur yang dimasak matang agar mencegah risiko keracunan makanan.

3. Seng dan Zat Besi

Seng merupakan bagian dari struktur yang mengatur komunikasi antara saluran saraf. Kadar seng yang rendah telah terbukti menyebabkan kerusakan memori.

Di sisi lain, zat besi membantu dalam memasok oksigen ke otak. Kekurangan zat besi dikaitkan dengan defisit kognitif dan atensi (perhatian).

Makanan-makanan yang kaya akan seng antara lain daging, tiram, kacang-kacangan, almond, dan biji matahari. Sedangkan, besi dapat diperoleh dari makanan seperti daging, sayuran hijau, dan kentang. 

4. Kalsium

Selain perannya dalam kesehatan tulang, kalsium membentuk bagian penting dari sistem pensinyalan listrik di dalam otak. Susu, keju, dan yogurt adalah sumber yang kaya akan kalsium.

5. Vitamin B

Vitamin B terbukti memiliki peranan dalam membentuk neurotransmitter. Suplementasi dengan vitamin B6, vitamin B12 atau folat memiliki efek positif pada kinerja memori otak.

Vitamin B terdapat pada hati, ikan, kentang, telur, buah-buahan dan sayur-sayuran.

6. Vitamin C, E, dan Karoten

Kombinasi vitamin C, E, dan karoten merupakan antioksidan yang melindungi tubuh dan otak dari stres oksidatif dan kerusakan akibat radikal bebas.

Vitamin C banyak ditemukan pada buah-buahan citrus seperti jeruk, sedangkan vitamin E diperoleh dari alpukat, asparagus, bayam, dan kacang-kacangan. 

 

Cukup sekian informasi yang dapat tim aido berikan, semoga bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Aido Health. Download aplikasi Aido Health di App Store dan Google Play.

Baca Juga: Manfaat Olahraga Bagi Otak

 

Referensi:

1. Gómez-Pinilla, F. “Brain foods: the effects of nutrients on brain function.” Nature reviews. Neuroscience vol. 9(7); 2008.

2. Koo J. Top 10 foods for your child’s brain development [Internet]. Date unknown [cited 2020 Jul 12]. Available from: https://www.healthxchange.sg/children/food-nutrition/top-ten-foods-childs-brain-development McCarthy, C. The crucial brain foods all children need. 2

3. 018 Jan 23 [cited 2020 Jul 12]. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/brain-food-children-nutrition-2018012313168

Bagikan artikel ini    

Subscribe newsletter kami!

Dapatkan informasi kesehatan terkini dan promo dari kami