Daging Ikan dan Omega-3 Serta Perannya dalam Menjaga Kesehatan

18 Nov 2020 • Tips Kesehatan

Daging merah seringkali dikaitkan dengan berbagai penyakit kronik. Berbagai penelitian yang dilakukan mendukung fakta tersebut dengan menemukan beragam bukti yang menunjukkan bahwa:

Konsumsi daging merah secara spesifik memiliki keterkaitan dengan berbagai penyakit meliputi darah tinggi, berbagai jenis kanker, dan gangguan neurologis degeneratif.

Namun, penelitian-penelitian menemukan bahwa konsumsi daging justru memberikan efek yang berbeda dengan konsumsi daging merah pada umumnya.

Berbagai penelitian yang telah dilakukan dalam bidan nutrisi menemukan bahwa konsumsi daging ikan memiliki efek benefisial terhadap kesehatan dan fungsi dari berbagai sistem organ.

Kandungan lemak jenuh yang tinggi pada daging merah menjadi salah satu alasan utama mengapa konsumsi daging merah memberikan begitu banyak efek buruk bagi kesehatan.

Konsumsi lemak jenuh secara konstan dapat menurunkan kinerja sistem-sistem organ di dalam tubuh. Selain itu, daging merah juga memiliki kandungan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan jenis makanan lainnya.

Berbagai penelitian menemukan bahwa konsumsi kolesterol dalam jumlah tinggi dapat memberikan efek buruk seperti memicu penyempitan pembuluh darah jantung dan penurunan fungsi kognitif otak.

Salah satu faktor yang diduga memainkan peran terhadap efek positif konsumsi daging ikan adalah kandungan omega-3 yang terdapat di dalam daging ikan.

Asam omega-3 merupakan sekelompok asam lemak tak jenuh yang banyak ditemukan pada daging ikan laut. Ditemukan bahwa tingkat asupan omega-3 yang terdapat pada daging ikan memainkan peran penting dalam menjaga tekanan darah.

Konsumsi daging ikan secara rutin ditemukan dapat meningkatkan beberapa parameter kualitas sperma pada pria meliputi hitung jumlah sperma dan motilitas sperma, dan parameter tersebut ditemukan menurun pada pria yang lebih rutin mengonsumsi daging merah ketimbang daging ikan.

Efek menguntungkan lain yang didapat dari konsumsi daging ikan adalah menurunnya risiko demensia, sebuah penyakit sistem saraf kronik yang dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan memori.

Tingginya konsumsi daging ikan dapat menurunkan risiko demensia pada lansia, dan hal tersebut dikaitkan dengan kandungan omega-3 yang didapatkan dalam daging ikan. Konsumsi ikan turut dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar.

Konsumsi daging ikan telah dikaitkan dengan efek positif bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila konsumsi daging merah sehar-hari diganti dengan konsumsi daging ikan yang tinggi omega-3, seperti ikan salmon dan tuna.

REFERENSI

  1. Afeiche MC, Gaskins AJ, Williams PL, Toth TL, Wright DL, Tanrikut C, et al. Processed Meat Intake Is Unfavorably and Fish Intake Favorably Associated with Semen Quality Indicators among Men Attending a Fertility Clinic. J Nutr. 2014 Jul 1;144(7):1091–8.
  2. Albanese E, Dangour AD, Uauy R, Acosta D, Guerra M, Guerra SSG, et al. Dietary fish and meat intake and dementia in Latin America, China, and India: a 10/66 Dementia Research Group population-based study. Am J Clin Nutr. 2009 Aug 1;90(2):392–400.
  3. Otsuka R, Tange C, Nishita Y, Tomida M, Kato Y, Imai T, et al. Fish and Meat Intake, Serum Eicosapentaenoic Acid and Docosahexaenoic Acid Levels, and Mortality in Community-Dwelling Japanese Older Persons. Int J Environ Res Public Health. 2019 Jan;16(10):1806.
  4. Norat T, Bingham S, Ferrari P, Slimani N, Jenab M, Mazuir M, et al. Meat, Fish, and Colorectal Cancer Risk: The European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. JNCI J Natl Cancer Inst. 2005 Jun 15;97(12):906–16.